RSS

Arsip Tag: travel

#HijabTravel Masjid di Bern, Swiss

Dear reader, 

Bila mendengar kata Bern apakah yang terlintas dipikiranmu kawan? Nama ibukota Swiss kah? Atau bangunan kota tua ala eropa kah? Itu pula yang terlintas di benak saya ketika sampai di kota ini. Tapi semenjak memutuskan untuk berkunjung ke masjid-masjid selama travelling saya seperti merasa selalu dimudahkan dan diingatkan untuk menjaga sikap dan kata-kata.

Seperti ada tur hari kedua (tur hari pertama bisa dibaca disini) misalnya pagi itu ada dua orang mahasiswa yang terlambat dan diminta untuk menyanyi di depan bis. Sambil merekam mereka menyanyi saya berbisik ke Ainun

“Aduh, kasian ya mereka dihukum,,moga aku gak kena hukum ya..”

Tiba di Bern saya dan Ainun mendengar bahwa kami harus berkumpul jam 1 siang dan saat itu baru jam 9.30. Lalu kami berjalan-jalan sebentar dan mulai hunting masjid lagi. Kemarin malamnya saya sudah browsing di Internet tentang masjid di Bern dan ada satu masjid Masjid-ul-Khair yang beralamat di Wylerstrasse 115 Bern.

Setelah keliling di dalam kota dan mengambil foto2 di landmark terkenal seperti  Zytglogge (Menara Jam) Lalu saya bertanya pada polisi setempat untuk mencari cara menuju ke masjid. 

Kesan pertama saya tentang orang-orang Swiss, mereka orang yang ramah terutama orang-orang lansianya. Pernah sekali saya membuka peta di jalan untuk menunjukkan Ainun lokasi tempat kita berada, tiba-tiba kami didekati perempuan lansia yang bertanya “may I help you dear?” saya kaget dan akhirnya pura-pura mencari alamat..hehe

Kami turun dari bis di Jalan Nording Standstrasse. Ternyata dari sana kami masih harus berjalan jauh dan kami tidak tahu ke arah mana. Lalu saya bertanya pada seorang perempuan lansia yang ternyata tidak bisa berbahasa Inggris, dengan bahasa Jerman yang terpatah saya berusaha bertanya apakah dia bisa berbahasa Prancis. Untungnya Ainun mengambil S1 sastra Prancis, jadi dia bisa bertanya. Ibu itu bernama Monica, setelah melihat alamat yang ingin kami tuju dia bilang ingin mengantarkan kami kesana. Ternyata jalan menuju masjid itu cukup jauh, saya dan Ainun sudah khawatir kami ketinggalan bis.

Di tengah jalan Monica bertanya pada orang lain, ternyata dia juga tidak tahu alamatnya! Saya cukup panik takut kami kesasar, dan saya mencoba untuk bertanya pada orang lain. Akhirnya kami sampai di masjid dan ngobrol sebentar dengan sang Imam yang kebetulan sedang disana. Monica berinisiatif untuk memotret kami dan kamipun mengabadikan kenangan kami bersama Monica.

Dalam perjalanan pulang Ainun bercerita apa saja yang ia bicarakan dengan Monica dalam bahasa Prancis, berhubung bahasa Prancis saya masih belum bagus. Ainun bercerita bahwa Monica hidup sebatang kara, ia tidak menikah dan tinggal sendirian. Sebenarnya ia tidak tahu pasti alamat yang kami tuju dan tidak tahu pula jalan pulang dari masjid itu tapi dia berkata pada Ainun

“Sewaktu kalian bertanya, saya ingin mengantarkan kalian sampai ke masjid karena ingin mengambil foto kalian di depan masjid” Sesederhana itu.

Subhanallah, saya berjanji pada diri saya untuk mengirimkan surat pada Monica untuk menyambung silaturrahmi. Sekarang,kalau saya mendengar tentang Bern kesan yang ada dipikiran saya hanya satu, the Monica’s town.

———– 

Ps: ternyata saya dan Ainun salah mendengar pengumuman, bis berangkat pukul 12 dan kami tiba pukul 12.30. Panitia tur sudah berkali2 menelpon kami,, marah-marah tapi untung mereka masih berbaik hati menunggu kami. Setiba di bis sebagai permintaan maaf bagi peserta tur yang lain yang sudah menunggu akhirnya kami menyanyi. Saya memilih lagu mandarin untuk menghargai usaha panitia tur yang sudah bekerja keras, karena lagu mandarin yang saya ingat Cuma lagu Putri Huanzhou jaman SD dan itupun Cuma sepatah-patah.Jadinya saya menyanyi ala kadarnya, yang penting pede hehe :p

Pps : bulan september 2011 lalu laptop saya kena virus dan saya kehilangan semua data dan foto2 perjalanan saya di Eropa. Untuk itu mohon maaf saya belum bisa mengunggah foto saya bersama Ibu Monica. Saya sedang mengontak Ainun, semoga ia punya *aamiin* 

Itu sudah

(na)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Rabu, September 12, 2012 in #HijabTravel

 

Tag: , , , ,

#HijabTravel : Masjid di Geneva

Dear reader

Masih ingat posting saya tentang Trip ke Lille dan Swiss? Berikut ini cerita saya di kota tujuan pertama di Swiss,Geneva. Rencananya ini juga sebenarnya tidak disengaja. Saat itu saya sudah merencakan mengikuti fieldtrip kampus ke Maroko untuk liburan mid semester musim semi. Tapi karena keterbatasan waktu mengurus visa akhirnya saya membatalkan rencana liburan itu. Lalu, Ainun Nazriah, rekan sesama pelajar Indonesia di Prancis mengundang saya untuk datang ke kotanya di Lille dan ikut tur yang diadakan organisasi mahasiswa Cina di Lille, CICE (http://petitprixvoyages.com ). Tur ini diadakan selama 5 hari 4 malam mengunjungi beberapa kota besar di Swiss, saya sangat tertarik dan langsung mengiyakan undangan Ainun.

Sabtu, 25 Februari 2012 saya berangkat ke Lille untuk bertemu Ainun dan rekan-rekan pelajar Indonesia lainnya. Kami memulai tur hari Senin 27/2 pagi, malamnya saya menghubungi sahabat saya Dinna Pratiwi yang sedang mengambil studi S2 di Geneva. Awalnya saya pikir panitia tur akan menyediakan penginapan di Geneva, jadi saya berniat mengajak Dinna untuk reunian di malam hari karena siang hari Dinna harus kuliah. Tapi ternyata, kami menginap di kota perbatasan Prancis-Swiss karena harga penginapan di Geneva sangat mahal. Sedikit kecewa terpaksa saya membatalkan janji reunian kami.

Selasa pukul 9 pagi kami tiba di Geneva, bis yang isinya sekitar 40an mahasiswa berhenti di dekat Jet d’Eau , air mancur yang terkenal di Geneva. Kami diberi waktu hingga pukul 2 siang sebelum akhirnya bis akan berangkat menuju kota lain di Swiss. Saya menyampaikan niat saya untuk mengunjungi masjid-masjid ke Ainun. Alhamdulillah dia mengerti dan akhirnya kami sepakat untuk mencari Turis informasi untuk bertanya alamat masjid.

(peta untuk turis di Geneva)

Petugas informasi menunjukkan jalan dan kami harus naik bis untuk ke masjid. Mesin tiket di Swiss harus dibayar menggunakan koin, jadinya kami harus mencari toko terdekat dan menukarkan uang Euro kami dengan beberapa koin Franc. Setiba di masjid saya kagum dengan bangunan masjid yang mungil tapi indah ini. Subhanallah.

(Masjid Geneva)

Saya bersyukur bisa masuk masjid dan melihat-lihat ke dalam.

Masjid ini juga berfungsi sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan Al-Quran dan Islam. Di lantai dua ada beberapa ruangan yang terlihat seperti kelas.

Setelah selesai berkunjung kami buru-buru kembali ke kota untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di Geneva. Tak disangka saat kami hendak menyebrang kami berpapasan dengan ibu-ibu yang langsung menyapa kami ‘Indonesia?’. Senang sekali rasanya bisa bertemu orang Indonesia di Geneva, lalu kami ngobrol sebentar dan saya bercerita punya sahabat yang sedang belajar di Geneva. Tiba-tiba di belakang kami ada suara yang memanggil nama saya “nana!” . Saya menengok ke belakang ternyata itu Patricia! Adik kelas saya waktu SMA di Bali dan dia bersama, Dinna! Subhanallah.. saya merasa kunjungan ke masjid Geneva benar-benar memudahkan perjalanan kami. Saya senang sekali akhirnya jadi reunian dengan Dinna dan Patricia. Kami makan siang bersama dan menghabiskan waktu di danau Geneva. Alhamdulillah

(surprised reunion with my bestie Dinna, love it! ^^)

(Ibu2 Indonesia, Patricia, Dinna, nana)

(Ainun, Dinna dana nana di Geneva, EPIC MOMENT!)

Itu sudah

(na)

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, Agustus 24, 2012 in #HijabTravel

 

Tag: , , , , , , ,

Travelling : Lille and Petit Prix Voyage

Dear readers,

I have just got one of the best week in my life, because I went for travelling to Switzerland 5 days 4 night. I got this information before from my friend Ainun Nazriah, Indonesian student in Lille France. She told me that University Lille 1, had a Chinese Student Organisation called CICE whice organise trips to several cities with reasonable price for students, called Petit Prix Voyage. Ainun asked to join her to participate in Switzerland Trip. Luckily it was a spring break in my campus, so voila. We went to Switzerland, Alhamdulillah 🙂

The travel start from Lille on Monday 27 March 2012 , but I took a train from Paris to Lille on Saturday so I got two days to explore Lille because it was my first time visiting this city too. My firsy impression about this city is very calm and comfort environment for student. Its very different with Paris, where I live, the metropolitan city. I am very lucky because in Lille there many Indonesian students and they are very helpful. I felt like I found a new family here. Right after arriving at Lille, Ainun picked me up at the station Lille de Flanders and We met Mbak Anti to go to Salon du Musluman. We didn’t go inside because it was very crowded and the conference was conducted in France, I am afraid I will not understand it. So we decided to take a walk and explore the city.

Ainun and Mbak Anti brought me to Grand Platz There was an unique story in this market.I was staring pretty long a Harry Potter novel which was written in French, as a huge fan of Harry Potter I thought that it will help me to improve my poor French level (hehe), but I saw the price was pretty expensive for me (about 8 euro) so I took quite long time to decide whether I will buy the novel or not. And then I decided to buy and go to the cashier, the cashier was an Arabic man and he asked me “Indonesie?” I smiled and answer “yes” I asked “c’est comme biant, monsieur?” He smiled and told me ” 4 euro svp”. I was really surprised and asked “pour quia?” He said ” because we are musliman, brother”. I gave him 10 euro and then he said “no, c’est grautit!” Wowww… subhanallah 🙂

With Mbak Anti and my lucky Harry Potter ! yay ;)

After 2 days exploring Lille, I prepared my trip with Ainun to Switzerland. The travel is really reasonable price, it is 299euro for 5 days including the hotel and breakfast.  We travelled to Chateau Fontainableau, Geneva, Lausanne, Bern, Luzern, Mt. Titlis and Zurich. Sometimes the organiser will give doorprize to us and also play interesting movies. I am so happy because they played Big Bang Theory in the bus, one of my fave serial! 😀  There were abundant of interesting stories I got with Ainun during the trip. I am very happy because my trip end up with new friends and lessons. I will share several unique stories on my later posts. For now, these trip makes me have a new principle in travelling

“I prefer to treasure stories than souvenirs”

🙂

Itu sudah

(na)

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Selasa, Maret 6, 2012 in #HijabTravel

 

Tag: , ,

DeutschTrip : Departure

Dear Readers,

This is my first day writing about my trip to Deutschland or so called Germany. I am now in Schipol Airport Amsterdam waiting for my KLM flight to Frankfurt. There are three things I want to share 1. Why I am here? 2. How was my trip so far 3. My plan in Deustchland.

Why I am here?

I can tell you it was Divine Intervention that I can go to Germany, alhamdulillah. About seven months ago, without particular reason, I decided to join Deutsch course in my university, Universitas Gadjah Mada to fill my spare time with productive activity. When my friends ask me, Why Deutsch? I just said ” Because I will go there someday” and here I am. Will be in Germany in couple hours insyaallah. After 2 month taking the course, my senior lecturer in the International Department offer me one month observation work in Germany. It was a research program done by Department of Anthropology which send 8 students and 2 lecturer to Freiburg for field research. Me and my senior lecturer will join this Anthoropology team to observe and find any possibilities that our department can initiate similar program with Albert-Ludwig Universtat, Freiburg.

How was my trip so far

The trip was extremely exciting, yay! 😀 I have to start from Yogya-Jakarta-KualaLumpur-Amsterdam-Frankfurt-Freiburg. The flight start at 10 am yesterday from Yogya, then we have to wait for 6 hours in Jakarta then fly to Kuala Lumpur. Unfortunately from Kuala Lumpur I lost my Blackberry internet services so I only can text by phone and it’s so expensive 😦 After that we transit in Kuala Lumpur for a while and continue our 12 hours flight to Amsterdam. Flying with KLM was so good hehe 😀 I watch three movies, learn Deutsch and have three meals!! 😛 arrived in Amsterdam we decided to travel around since we have 8 hours transit. Here I am, pretty tired after visiting RisjkMuseum. 😀

My Plan

I have 4 weeks stay in Germany, 1 report to make for Freiburg University and plenty wishes to make hehe.. 😀 For my report I plan to evaluate the research program and find any recommendation for my department. For my personal research there are several topics I would like to view more in Freiburg; Green Politics pratices, City and Urban Development Strategies, Islamic Community in Freiburg, Woman and Children Policy and IT and Social Media development.

This is actually a reminder for me to be grateful of my life by keep doing the best  and take every opportunities a head. Bismillah.. 🙂

Itu Sudah

(na)

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Senin, Mei 23, 2011 in Deustch Trip

 

Tag: , , ,