RSS

Arsip Tag: Damai

Poem : ID Tulisanku

*ID Tulisanku*

ree^^yie
20.09.09-15.42

 

Ketika setiap orang sibuk dengan jati dirinya

Aku memilih untuk sibuk dengan tulisanku

Merangkai desisan di dalam hati,

menjadi untaian kata-kata

Adalah hal yg susah aku lakukan

Sial!

.

.

Tulisanku,

Kamu mau jadi apa dalam panggung sejagad ini, sayang?

Akankah hanya menjadi kumpulan kata-kata usang

dan terhanyut dalam arus kebiasaan?

atau…

terpatri dalam lembar sejarah kehidupan

dan mengisinya dengan energi yg paling kusuka

Damai, Bahagia dan… Cinta

.

.


 

source foto :

http://www.timboucher.com/journal/wp-content/uploads/

2009/01/company-identity-branding.gif

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Kamis, Februari 4, 2010 in Heart, Puisi

 

Tag: , ,

Episode 17 : Berdamai (2)

Karena Cinta sesungguhnya akan membuatmu Berdamai dengan dirimu dan dunia

.

Kali ini, sekali lagi aku ingin menyegarkan kembali kenangan sekitar 1- 2 tahun yang lalu. Saat itu adalah tahun dengan tikungan-tikungan tajam dalam hidupku. Namun aku bersyukur , karena perjalanan itu mengenalkanku akan sebuah rasa yang baru. Berdamai. Rasa inipun pernah aku uraikan dalam sebuah tulisan –> Berdamai. Dan kini setelah beberapa waktu berlalu, dengan segala rentetan peristiwa yang aku alami hingga detik ini, rasa itu seolah-olah berkembang lebih lebar di dalam hati.

Berdamai.

Aku yakin seorang PenCinta tidak hanya merasakan damai dan ketenangan di dalam jiwanya tapi juga bergerak! melakukan aktivitas menCinta. Salah satunya adalah berdamai. Bagaimana mereinkarnasikan berdamai dalam sebuah wujud tindakan? Pemahamanku saat itu mengidentitaskan berdamai dalam tiga wujud tindakan nyata = Sedekah, Sabar, Syukur (3S). Satu demi satu mari kita telaah bersama kawan…

Sedekah

Ada beberapa definisi mengenai sedekah ini. Al Jurjani memberikan definisi sedekah ialah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Suatu pemberian, iya sedekah adalah aktivitas memberi. Apa yang diberi? apapun yang kita punya, harta, tenaga, pemikiran, rasa bahkan senyumpun bisa dikategorikan sebagai sedekah. Seorang PenCinta seharusnya selalu memberi apapun yang bisa ia beri bagi orang lain. Lalu kata kunci kedua adalah ; sukarela. Iya, seorang penCinta seharusnya bisa memberi dengan rasa suka dan rela. Apa itu suka? ketika ia merasa lebih bahagia bila memberi daripada meminta. Lebih suka tangan di atas daripada di bawah. Lalu apa itu rela? menurutku rela bisa diartikan, tanpa harapan mendapatkan balasan. seorang PenCinta akan memberi tanpa mengharapkan apa-apa, karena memberi itulah karakter seorang PenCinta. Kata kunci ketiga ; tanpa batas waktu dan jumlah. Ya,,, penCinta tidak pernah memperhitungkan untung dan rugi tentang apa yang ia lakukan. Tidurnya adalah sedekah, belajarnya adalah sedekah, makannya adalah sedekah, kerjanya adalah sedekah, rasa sayangnya pun adalah sedekah. Masih ingat kawan,, tentang kisah para sahabat ketika diajak Rasulullah untuk mengikuti perang melawan perbudakan dan ketidakadilan? Apa yang mereka sedekahkan? Semuanya! Hartanya, raganya, keluarganya, jiwanya, semuanya mereka BERIKAN tanpa mengharapkan balasan apa-apa. Saat itu sudah yakinkah mereka akan kemenangan dan keuntungan yang menanti di depan mata? Belum. Sudah yakinkah mereka akan masa depan mereka? Belum. Karena yang mereka tahu, ini adalah wujud pengabdian, sedekah laiknya telah menjadi karakter mereka. Maka untuk Rasulullah dan para sahabat ,pantaslah kita memberi gelar Si PenCinta.


Dan kata kunci terakhir ; untuk diri sendiri. Adakah yang pernah mendengar pepatah ini : Berbuat baik bagi orang lain berarti berbuat baik bagi diri sendiri. Lama aku memikirkan, maksudnya apa kalimat ini?? Secara logika mungkin bisa dirunut seperti ini; pada dasarnya setiap manusia memiliki suara hati yang mewakili sifat-sifat kebaikan. Salah satunya adalah sifat memberi yang sebenarnya dihembuskan ke dalam ruh kita oleh ALLAH YA WAALII (ALLAH Yang Maha Memberikan) dan adalah sesuatu yang melegakan jika kita mengeluarkan sifat memberi itu bagi kebaikan orang lain. Analoginya, mungkin sama seperti kita bersin. Sesaat sebelum bersin pasti kita merasakan ada sesuatu yang menyesak dan tak tahan untuk dikeluarkan di dalam hidung kita bukan? Dan saat akhirnya bisa dikeluarkan, Hatsyiii!!! Bagaimana perasaanmu kawan? Lega bukan? Dan saat itulah kita dianjurkan mengucapkan pujian pada Tuhan , Alhamdulillah..karena berkat kuasa-Nya kita bisa mengeluarkan bersin. Bayangkan! Jika bersin itu tidak bisa keluar dan tertahan selama bertahun-tahun?? Pasti rasanya sangat menyakitkan bukan? Mungkin begitupulalah adanya dengan sifat-sifat kebaikan yang dihembuskan ALLAH ke dalam ruh kita. Sebaiknya dikeluarkan daripada dibiarkan tersesak. Dan ketika akhirnya berhasil kita keluarkan, maka alangkah baiknya jika kita mengucapkan Alhamdulillah. Saat kita bersedekah pada fakir miskin, alangkah indah bila kita untaikan dengan kalimat, Alhamudulillah. Karena berkat kuasa-Nya kita bisa memberi. Dan karenanya kita bisa merasakan ketenangan dan kedamaian, karena sudah tidak ada lagi rasa-rasa yang menyesak dan belum dikeluarkan. Maka setujukah kamu, jika rasa di dalam dada itu tidak cukup diungkapkan hanya dalam kata-kata? NO ACTION TALK ONLY ? Bayangkan kawan, jika selama bertahun-tahun kita tidak bisa mengeluarkan sifat-sifat kebaikan kita, karena ego, emosi, nafsu dan semua belenggu di dalam hati. Bayangkan bagaimana kita sedang menyiksa jiwa kita sendiri. Seperti bersin yang tidak keluar selama bertahun-tahun, maka sesungguhnya penyakit hati dan jiwa jauh lebih perih. Akhirnya, kembalilah kita pada kesimpulan : Sedekah kita pada orang lain, adalah sedekah kita bagi diri sendiri.

Sabar

Aku sepakat dengan pendapat yang menyebutkan jika sabar tidak cukup diartikan dengan diam dan mengelus dada. Menurut sabar mencakup lebih banyak kekuatan jiwa dari sekedar diam. Jika kita harfiahkan sebagai aktivitas mengelus dada, maka sabar seolah-olah selalu berkaitan dengan kesusahan hidup, penderitaan. Kita bersabar hanya saat kita sedih. Bagaimana jika hati kita sedang senang, tak perlukah kita bersabar juga? Karna menurutku kita harus bersabar setiap waktu, di kala susah atau senang. Karena sabar tidak kita lakukan secara terpaksa untuk mengobati luka hati, tapi justru sabar perlu kita nikmati sepanjang hidup. Dari hasil jalan-jalan ke blog tetangga, aku sepakat dengan definisi sabar di blog yang ini Secara jelas, penulis mendeskripsikan makna sabar dalam wujud beberapa tindakan nyata. Pertama, sabar adalah menyatukan badan dan pikiran di satu tempat. Sabar bukanlah kita menahan diri dan berharap keadaan yang lebih baik saat kita ditimpa musibah, tapi sabar adalah MENGHADAPI KENYATAAN yang ada di depan mata. Orang yang sabar seharusnya menikmati setiap proses perjalanan hidupnya. Kedua, sabar berarti menunda respon. Orang yang sabar adalah orang yang bukannya diam, tapi bisa memberi respon yang tepat di saat yang tepat. Dalam blog itu dijelaskan secara ilmiah tentang sistem kerja otak kita.

otak kita mempunyai dua unsur, yaitu neokortex dan amikdala. Neokortex berfungsi memberikan respon positif. Prosesnya amat cepat, sekitar 5-7 detik. Sedangkan amikdala reaktif dan cenderung negatif. Dalam praktek, amikdala sering mengambilalih atau membajak neokortex, sehingga tindakan atau respon kita sering negatif yang wujudnya bisa marah, dendam dan sebagainya. Dalam soal ini, Arvan mengungkapkan, orang yang sabar mampu mengendalikan dirinya dan menunda respon jangka pendeknya untuk mendapatkan kenikmatan jangka panjang.

Ketiga, sabar berarti lebih menikmati proses daripada hasil. Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, hari ini adalah Anugerah. Setujukah kamu, apapun yang kita lakukan kita tidak akan pernah tahu hasilnya seperti apa? ada beribu kemungkinan tentang hasil dari usaha kita bukan? Maka, bukankah hal yang bisa paling tidak bisa kita kendalikan adalah hari ini? Orang-orang yang bersabar menurutku adalah orang-orang yang menghargai hari ini. Menikmati setiap hari sebagai proses menuju masa depan yang penuh ketidakpastian. Bukan menanti saat yang indah itu akan tiba, tapi menjadikan saat ini menjadi saat-saat yang paling indah. Karena tak ada yang tahu secara pasti, masih adakah hari setelah hari ini? Aku jadi teringat dengan sebuah email forwardan dari milis tetangga tentang kisah seorang suami yang menCintai istrinya. Bahkan ketika mereka bertengkarpun sang suami tetap menyelipkan secarik kertas bertuliskan ungkapan sayang kepada istrinya. Setelah berbaikan sang suami-pun berkata ” Istriku, aku hanya ingin kau tahu bahwa saat marah, sedih, senang dan bagaimanapun perasaanku kepadamu, aku tetap menyayangimu ” Subhanallah, indah ya?

Keempat, sabar berarti menyesuaikan tempo dengan orang lain. Sering ngak dalam sebuah tim atau kerja kelompok kita ngerasa agak kesel kalo ngeliat partner kita bekerja tidak sesuai dengan ‘standar’ yang kita inginkan? Agak lemot lah, gak disiplin lah, ‘masa segini aja gak bisa?’, dll. Kawan, jika jawabanmu iya, mungkin ada baiknya jika kita mengganti kacamata kita. Instropeksi diri. Mungkin sebenarnya mereka sudah memberikan usaha paling maksimal mereka, mungkin itulah saatnya kita yang ‘menyesuaikan’ diri dengan cara kerja orang lain. ” One Man can be a crucial ingredient on a Team, but one Man cannot make a Team” Kelima, sabar berarti menikmati kekalahan. Apakah kita termasuk orang-orang yang tersenyum ketika kita kalah? Pernahkah kita mengapresiasi kemenangan orang lain? Tampaknya proses ini perlu kita jalani kawan. Aku teringat dengan cuplikan kisah Arai dalam novel Sang Pemimpi. Masih ingat kisah Cintanya pada Zakiah Nurmala, bidadari di hatinya? Aku sangat suka cuplikan dialognya yang ini :

“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal…,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak
akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan,
walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,”
kesimpulannya filosofis.

Kita belum tahu, bagaimanakah akhir cerita Arai dan Zakiah ini. Tapi bukankah saat itu sebenarnya Arai sedang mengalami kekalahan karena tidak berhasil mendapatkan Cintanya Zakiah? Namun, aku sangat terharu dengan pilihannya yang tetap menikmati saat-saat paling menyedihkan atas Cintanya pada Zakiah. Cintanya begitu agung hingga tak terusik oleh keraguan, kekalahan bahkan waktu. Akhir-akhir ini bila aku berkendara di sepanjang jalan dan melihat pemuda-pemuda jalanan, ataupun para pekerja di jalanan aku membayangkan kehidupan Ikal dan Arai. Arai, adakah kamu disana? Aku kagum pada komitmenmu, hey PenCinta.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

( Q.S. Al-‘Asr (103) : 1-3)

Syukur

Syukur berarti berterima-kasih atas nikmat yang kita rasakan. Dan dari semua nikmat yang ada bila kita runut lebih dalam maka semuanya bermuara pada satu sumber. ALLAH YA WAHHAAB (ALLAH Maha Pemberi Karunia) Dan sebagai seorang penCinta maka karunia yang patut disyukuri setiap saat adalah, Cinta itu sendiri. Bukankah kita yakin jika Cinta itu fitrah, titipan ALLAH? maka selama Cinta itu masih terbenam dalam sanubari kita, sedekahkanlah… Masih ingat analogi menahan bersin? bagaimanakah keadaan jiwa yang menahan Cinta? Namun tentu saja, sesuai dengan ketentuan si penyewanya. ALLAH.

Pertanyaan lain yang muncul, apakah benar Syukur hanya berterima-kasih pada saat kita mendapatkan nikmat? Lalu bagaimana dengan yang bukan nikmat, disyukuri juga? Hmm… menurutku kita tidak perlu memperjelas batas antara nikmat dan tidak nikmat itu, tapi malah semakin memperlebar ruang definisi Nikmat itu sendiri. Ada pepatah yang mengatakan Saat kau sedih lihatlah ke bawah, masih banyak orang-orang yang tidak beruntung dari padamu, bukan untuk membuatmu sombong, tapi untuk membuatmu berterima kasih atas keadaanmu yang sekarang. Sungguh indah ya, bagaimana ALLAH memelihara makhluk-makhluknya dengan Kasih Sayang… Tak ada yang tidak dikasihi. Bahkan bagi mereka yang patah hati dan terpuruk-pun sebenarnya tengah dikasihi oleh ALLAH. Jadi teringat dengan lirik lagu Rascal Flatts – Bless The Broken Road ;

Every long lost dream lead me to where you are
Others who broke my heart they were like northern stars
Pointing me on my way into your loving arms
This much I know is true

That God blessed the broken road

That led me straight to you

Alhamdulillah…. panjang betul euy 😛 Tapi hingga detik ini, menurutku ketiga aktivitas berdamai inilah yang membuat Cinta itu hidup. Dari kata benda menjadi kata kerja. Dari Cinta menjadi menCinta. Dan menurutku ada dua hal yang menjadi ciri khas seorang penCinta yang berdamai :

Senyum…

Semangat!!!

” Berdamai adalah membahagiakan diri sendiri dengan membahagiakan orang lain”

Sedekah,Sabar,Syukur,Senyum,Semangat…!

………………………………………………………………………………….

Kamu : Na, sudahkah kamu kamu berdamai?

Aku : Aku sudah memikirkan, aku telah menuliskan, kini saatnya aku melakukan…

……………………………………………………………………………………


Itu Sudah

(na)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, September 26, 2008 in Mind, Tentang Perdamaian

 

Tag: , , , , , , ,

Episode 13 : Conversation about Peace

” There is no way to peace, peace is the way

.

Hmmm.. beberapa hari yang lalu (akulupa tepatnya tanggal berapa)aku melihat sebuah status di YM seorang sahabatku (Mas Dodi, peneliti di Pusat Studi Perdamaian dan Keamanan UGM) dengan tulisan sebagai berikut    ada yang lebih penting dr sekedar kata Cinta…” Tertarik dengan shoutout yang berhubungan dengan Cinta tersebut, akhirnya aku memulai dialog singkat membicarakan tentang Cinta dan Perdamaian. Aku ingin sekali membagi dialog ini dengan kawan-kawan pembaca semua, dengan tujuan membuka dialog yang lebih luas lagi tentang Cinta dan Perdamaian… Selamat menikmati 😉

………………………………………………………..

geknana: halo mas Dodi….
geknana: jadi curious nie,,, emang yang lebih penting dr sekedar kata Cinta itu apa??

dody wibowo: halo…
dody wibowo: duuuuhhh banyak banged yang nanyain itu
dody wibowo: hahhaha

geknana: iya,,, pinter bikin status yang kontroversi nie
dody wibowo: sebenernya itu aku ambil dari lirik lagunya maliq n d’essential
dody wibowo: tapi kalo aku artiin sih.. yang lebih perbuatan atau bukti ya
dody wibowo: daripada hanya kata cinta

geknana: ooo itu  toh maksudnya
geknana: nana pikir yang lebih penting dr Cinta itu Perdamaian
geknana: hehehe

dody wibowo: cinta kan bagian dari perdamaian
dody wibowo: damai = cinta
dody wibowo: heheheheh

geknana: cieeeee,,, hehehe boleh … boleh…
dody wibowo: lho, iya kan… ketika kita hidup damai, disana ada cinta
dody wibowo: cinta membuat orang hidup damai
dody wibowo:

geknana: kalo damai dengan ambisi untuk memimpin/berkuasa bisa harmonis gak mas??
dody wibowo: ya tentu engga
dody wibowo: pasti ada yang tertindas disitu

geknana: berarti damai itu sesuatu yang anarkis??
dody wibowo: lho?
dody wibowo: kalo anarkis, gak damai dong

geknana: anarkis itu bukannya kondisi yang tanpa hierarki githu??
geknana: maksudnya gak ada kepemimpinan yang terpusat??

dody wibowo: anarkis kan lebih kepada situasi yang tanpa hierarki tapi kacau
dody wibowo: kalo dalam damai, ada komunikasi dan kesepahaman

geknana: oooo….
geknana: trus,, dalam damai gimana cara orang memandang perbedaan ?

dody wibowo: dalam situasi damai bisa ada pemimpin
dody wibowo: tapi kepemimpinan itu adalah hasil kesepakatan semua pihak
dody wibowo: tanpa ada pemaksaan
dody wibowo: kalo aku bilang, kunci dari perdamaian itu adalah komunikasi yang baik. dan komunikasi yang baik itu adalah ketika pihak2 mau berdialog, mau mendengar, dan mau memahami satu sama lain
dody wibowo: seperti halnya konflik.. konflik bisa menjadi sesuatu yang buruk, tapi bisa juga menjadi sesuatu yang baik
dody wibowo: konflik selalu ada dalam hidup kita, kita gak bisa menghindari
dody wibowo: tapi kemudian yang menjadi penting adalah bagaimana kita menangani konflik itu agar menjadi sesuatu yang baik, yang membangun, dan menjadi bahan pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik

geknana: berarti mas Dodi setuju gak kalo pemimpin itu seharusnya dipilih/dicalonkan,, bukan mencalonkan diri (mengutip kata2nya Sultan nie )
dody wibowo: ya, aku setuju
dody wibowo: untuk memimpin, diperlukan dukungan dari yang dipimpin
dody wibowo: jadi nanti bisa ada kerjasama yang baik
dody wibowo: kalo tiba2 seorang mencalonkan karena dia merasa mampu, padahal yang bakal dipimpinnya melihat yang sebaliknya
dody wibowo: ya susah

geknana: hmmm…bener sie….
geknana: tapi mas kalo kita liat keadaan skrg,,, apa ada capres yang seperti itu cocok maju ke pemilu 2009 besok?

dody wibowo: jelas gak ada ya… hehehe…
geknana: hehehehe
geknana: berarti Indonesia masih belum deket dngan perdamaian ya??

dody wibowo: bukan hanya indonesia
dody wibowo: dunia juga
dody wibowo: heheheh
dody wibowo: tapi yang penting sekarang adalah
dody wibowo: bukan pada apa kita udah dekat ama perdamaian atau belum
dody wibowo: karena kalau mau mencapai keadaan yang bener2 damai 100 persen bisa dikatakan hampir gak mungkin
dody wibowo: tapi yang perlu kita perhatikan adalah prosesnya
dody wibowo: ketika kita berubah, maka berubahlah dengan cara yang damai
dody wibowo: bukan dengan kekerasan
dody wibowo: ada tokoh yang bilang: there is no way to peace, peace is the way
geknana: berarti kalo boleh dibilang,,,,
geknana: keinginan menjadi pemimpin itu bagus,,, lebih bagus lagi jika bisa memimpin dengan damai?

dody wibowo: tentu

…………………………………………………………..

Begitulah dialog singkat kami tentang Cinta dan Perdamaian. Aku mengundang kawan-kawan pembaca untuk memberikan komentar atau opini lebih lanjut tentang topik ini. Kalo ingin berdiskusi secara personal tentang topik ini, silahkan undang aku di YM dengan account : nana_qy . Aku tunggu opini cerdas dan seksimu 😛 (huehehehe) Dialog Yukzzzzzzzzzzzzz !!!!!!!


nb : buat mas Dodi,,, terimakasih sharingnya yaaaaaaaaaa….. salam damai 🙂


Itu Sudah

(na)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, September 19, 2008 in Belajar HI, Isu Perdamaian

 

Tag: , , ,