RSS

Arsip Kategori: Tentang Manusia

Annisa

Dear Reader,

Malam ini saya mau cerita tentang sahabat saya. Awalnya agak bingung milih gaya nulisnya kayak gimana, pinginnya sie sedikit semi-romantis gitu kayak Andrea Hirata tapi pas minta izin sama orangnya buat nulis tentang dia, pesannya “jangan lebay! N biasa aja ya” hehe 😀 so, this is it.. I will write it simple and fun! Its about her, my best friend, Annisa Gita Srikandini.

Kalau saya harus cerita tentang 7 tahun persahabatan kami pasti akan jadi panjaaaaaang banget. To be short, she is my first mate in HI UGM and now I work in the same office with her, our center of excellence, HI UGM 🙂 .

believe me, we’ve been in every upside down of friendship, except one thing ofcourse, fall in love to each other!! Hihihi (naudzibillah ya Nis,,ketok2 meja)

Malam ini saya mau sharing 1 chapter yg kami jalanin sebulan terakhir. Bulan lalu, in some way she dragged me to host national IHL debate competition in campus. Dan entah kenapa saya susah nolak ajakin mbakyu Nisa ini (hehe). So in the end, selama sebulan intensitas kami kerja bareng jadi nambah banget, saya kebagian coordinate acara dan dia bagian coaching team. Tapi ujung-ujungnya saya keikutan ditarik buat bantu coaching juga (wakakakak). I just stick with u sist!! 😀

Kerja bareng sama Nisa, ada beberapa signaturenya yang ga pernah berubah dari 7 tahun lalu.
1. Organizer! Mungkin buat reader yg pernah liat schedule saya,, dijamin schedule sahabat saya ini 3 kali lebih penuh dari punya saya!! Hihihihi.. She’s well planned and push her self to the limit. Boleh dibilang, organizer uda jadi kayak bible-nya Nisa. She put everything inside and believe me she put high commitment on her schedule, so don’t try to be late or brake your promise with her guys! 😉

2. Worktime. Tiap ketemu sama orang yg bakal kerja brg Nisa saya bakal bilang “guys, siap2 pulang kerja minimal maghrib ya..” Hihihi.. Its true, she is a hardworker.so, selama sebulan saya “dengan senang hati” pulang kerja malam. Jaman kami kuliah juga gitu,,mungkin klo ga ada dia saya ga bakal pernah belajar di perpus mpe malam2. Dan tiap kali aku mulai ngeluh dia bakal bilang “na, jadi orang yg sabar yaaa” dengan gaya khasnya yg minta dijewer Hahahaha :))

3. Surat Cinta. Nah ini dia,, Nisa itu tipikal cewek yg reflektif dan suka nulis. Yap, suka nulis. Apapun dia tulis termasuk surat cinta! Kira2 begini template surat cinta yg sering saya terima dari Nisa,

Dear nana,

Na barusan aku diskusi dengan…. Nah ini ada 5 poin yg perlu di follow up
1. Hubungi si anu via email bilang bla bla bla
2 tentang anu, kita perlu anu, kamu bisa bantu anu ga??
3. Bla bla
4. Bla bla bla..
5. Besok ketemu aku ada 3 poin yg mw tak tambahin

Gitu ya na,

Love n hugs! 🙂

Bener2, surat cinta yg romantis ya hehehehe 😀

But overall,, I ENJOY my work with her! Moreover being her friend! Its miracle that ALLAH made us so close, even closer in this month. Why miracle, because she is a defensive and privacy-holder woman and I am a curious and sensitive one. So it is amazing to found ourselves in this level and can laugh to each other, alhamdulillaah.. 🙂

But we speak in same language about PURSUING OUR DREAM. We keep on supporting each other. And also we speak the same language in LOVE issues!! Cuma air mata yg pernah jatuh, pelukan yg hangat dan doa yg jadi saksi tentang itu ya Nis 🙂

Overall,, this is definetely not my last writing about her, since we’ll be together like forever insyaallah.. But for now let me answe her statement on me two days ago “na, gara2 lomba ini kita jd tambah deket ya..dulu paling ketemu klo pas ga ada kelas, tp skrg kita punya lbh banyak waktu..” . “Iya Nisa,, moga ukhuwah kita makin erat dan diridhoi ALLAH ya..amiin” 🙂

Let’s be on TOP together!!

Nb : dear Nisa yg lg nge-drop, banyak2 istirahat n minum jus buah yuuk..intinya satu,, jadi orang yg sabar ya Niiiiissss.. Hehehe 😀

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Selasa, Mei 10, 2011 in Tentang Manusia

 

Tag:

Episode 45 : Progesteron

“Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain itu penting,

lebih penting lagi berkomunikasi dengan diri sendiri”

(geknana)

 

 

Dear Progesteron,

Surat ini aku tulis khusus untukmu, yg sedang bersemayam dalam siklus haid minggu ketiga tubuhku 🙂

Salam kenal, Ms. P ! Meski dirimu telah hadir sejak umur puberku, tapi aku baru mengerti tentang hadirmu beberapa bulan terakhir sejak aku baca lebih detail tentang siklus tubuh perempuan. Aku baru paham tentang pengaruhmu pada fisik dan emosiku.  Tapi tenang saja, surat ini bukanlah surat untuk menuduhmu atas sifat-sifatku yang labil, tapi surat ini adalah proposal kerjasama. 🙂

Kau tahu P, setiap kali kau datang selalu ada tanda-tanda khusus yg mulanya aku tidak terlalu peduli. Nyeri-nyeri ringan diperut, tekanan darahku yang menurun, nyeri di tulang punggung dan pinggang, dan nyeri-nyeri disana P, iya disana! tak perlulah aku tulis disurat ini ya. 😀

Lebih lagi, setiap kau datang jiwaku seperti roller coaster P, naik turun! Seolah-olah kau datang bersama sahabatmu bernama insecure yang membuatku selalu khawatir pada hal-hal yang mungkin tak perlu. Temenmu si insecure itu sering nakal menggoda otakku untuk selalu negatif dengan sekitarku P, hu uh 😦 Ada saja pikiran aneh dan curiga yang dia bawa dan membuatku merasa khawatir, sangat khawatir malah, dan bisa membuat dadaku ngilu gak karuan.Dulu, kalau sudah kayak gini, aku jadi bingung banget P, rasanya pingin marah-marah, bete mendadak, diem bahkan bisa jadi nangis. Sering, aku jadi nyalahin orang lain padahal kalau dipikir-pikir mereka ga ada salah apa-apa kok P. Lebih seringnya lagi, aku jadi sering nyalahin diriku sendiri P, fokus pada kekuranganku, kejelekannku, kesalahanku. Aku jadi merasa gak nyaman dengan diriku. 😦

Gak cuma insecure P, ada temenmu yang suka nimbrung juga kalo kamu lagi datang. Namanya, moody. Wah,, kadang aku kerepotan juga kalau yang satu ini datang. Kerjaan jadi ga beres-beres, kadang hubungan ke temen jadi gak lancar juga. Dan sedihnya, ini juga ngaruh ke ibadahku. (astagfirullah) 😦

……………

P,

Kau tahu, setelah aku baca banyak tentangmu di buku aku jadi lebih tenang. Maaf ya, selama ini aku cuma menganggapmu masalah. Padahal aku tidak akan tahu yang positif jika tidak pernah mengalami yang negatif. Aku tidak akan pernah mengenal rasa nyaman kalau tidak berkenalan dengan ketidaknyaman. Terima-kasih karena kau mengajariku semua itu P! 🙂

Kamu lah yang membuatku lebih sensitif dan peka dengan sekitarku, kamu jualah yang membuatku lebih peduli dengan kesehatan tubuhku. Mengajakku minum susu dan buah untuk asupan kalsium dan vitamin saat kau datang. Melarangku begadang dan menjaga waktu tidurku. Menghaluskan perasaanku.

P,

Surat ini aku tulis sebagai proposal kerjasamaku denganmu. Hari ini sudah hampir seminggu kau hadir lagi di tubuhku. Dan gejala-gejala fisik dan emosi itu sedang datang lagi. termasuk si insecure & moody. Terlebih lagi semalam. Fajar ini, setelah merenung banyak aku memutuskan untuk menulis surat ini P. Mulai hari ini aku ingin berubah lebih baik P. Aku tidak mau selamanya dikontrol oleh mereka berdua. Bersamamu P, aku ingin kita bekerjasama untuk mengontrol mereka berdua yuk P! 😉

Tentu saja aku tidak bisa mencegah mereka datang P, karena mereka adalah sahabat-sahabatmu. Tapi bersamamu, aku ingin belajar pelan-pelan untuk mengontrol mereka supaya tidak mengganggu aktivitasku, persahabatanku, dan hubunganku dengan orang lain. Bersamamu aku ingin merayakan insecure & moody dengan positif P. 😉

Lalu, aku ingin lebih fokus pada kelebihanmu yang lain. Saat kau datang aku ingin lebih bersahabat dengan rasa peka dan halus. Aku ingin lebih peduli dengan tubuhku. Aku akan memberimu lebih banyak buah dan kalsium P, kau senang kan? hehe 😀

P, aku jadi berpikir,kau datang dua minggu dalam 4 minggu. mungkin itu mengapa persaksian kami (perempuan) dihitung setengah ya P, karena memang saat kau datang otakku tidak bisa berpikir jernih. Mungkin itu pula ALLAH mengibaratkanku adalah tulang rusuk yang bengkok. Terlalu keras diingatkan bikin aku patah, terlalu lembut tetap saja bengkok. (Wallahualam) Tapi justru karna kita tulang rusuknya laki-laki maka kita yang paling dekat dengan jantungnya kan P? aiih aiiih aku jadi maluu sendirii 😛 :P.

Tapi P,  mungkin itu pula mengapa Rasulullah berpesan ;

“Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyak istighfar karena aku melihat penduduk neraka yang kebanyakan adalah kalian.” (HR.Muslim

Astagifirullah P, jangan sampai aku termasuk perempuan yang tidak bisa mengontrol emosinya ya P.. amiin.

P  sayang,

mulai hari ini kita bersahabat yuk.. bersamamu aku mau belajar mengontrol emosiku dengan perbanyak istigafar dan sedekah. menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Muslimah yang simple dan positif! Bismillaah… semangat! 😉

 

ps: untuk Esterogen, tunggu giliranku nulis surat untukmu ya! hehe 😉

Itu Sudah

(na)

source gambar : http://mikebm.files.wordpress.com/2008/01/real_emotion_by_qa9ed2000.jpg

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Rabu, April 6, 2011 in Tentang Manusia

 

Tag: , , , , , , ,

Episode 44 : Laki-laki itu

Dear readers,

Kali ini saya ingin bercerita tentang salah satu laki-laki yang saya kagumi. Kekaguman ini bukan kekaguman perempuan pada laki-laki (a.k.a naksir) tapi lebih ke kekaguman pada karakter kuat yang ada di dalam jiwa laki-laki ini. Sebut saja namanya Ali. Ali adalah kakak dari sahabat saya. Kira-kira saya sudah mengenalnya selama 6 tahun. Sekilas perawakannya sederhana dan terkesan cuek dengan penampilan, sering memakai kaos oblong, sandal jepit “swallow” dan rambutnya dibiarkan saja agak panjang. Tapi jangan ditanya bagaimana isi otaknya, cerdas dan berwawasan!

Ada dua hal menarik yang saya ingin saya pelajari dari orang ini, tahan banting dan keyakinan.

Tahan banting.  Setelah lama sekali tidak mendengar kabarnya, kira-kira dua minggu lalu saya bertemu lagi dengan Kak Ali. Kami banyak bercerita tentang kehidupan dan aktivitas kami masing-masing. Sudah hampir 3-4 tahun ini dia bekerja di organisasi palang merah internasional. Saat ini dia menetap sementara di semarang. Pekerjaanya membuat dia harus pergi ke daerah-daerah terpencil, melakukan sosialisasi, bertemu dengan warga, memformulasi ide-ide untuk keselamatan dan kesejahteraan masyakarakat. Dia bercerita bagaiman dia begitu ‘passionate’ dengan pekerjaanya.Yang membuat saya tertarik adalah saat itu saya bertanya padanya

“Ngak tertarik mengejar karir di jakarta kak? kan di sana kota penuh tantangan!”

Mendengar pertanyaan itu dia mengernyitkan dahinya dan berkata “Tantangan??” “Buatku jakarta itu bukan tantangan na, berikan aku tugas di tempat yang terpencil, tidak ada akses internet dan fasilitas yang memadai itulah tantangan untukku”

Biasanya bila mendengar jawaban ini dari orang lain, aku akan mengecap orang itu sombong 😛 tapi tidak untuk laki-laki ini. Pengalaman bekerja bareng dengannya sebagai di beberapa event, lomba dan program membuat aku tahu karakter dan semangat kerjanya. “I get what I want” itu yang selalu ia ucapkan termasuk saat kemarin kami bertemu.  Selain bekerja keras untuk mencapai yang ia mau, ia juga dengan ‘cerdas’ memilih apa yang ia benar-benar mau, bukan karena emosi belaka. Jarang sekali saya melihatnya menurutkan emosi.

Usaha dan kerja keras tidak cukup , ibadah dan doanya juga harus pol!

Itu resep khusus kak Ali. “lalu gimana kalo sudah berjuang keras tapi keinginanmu ga tercapai kak?” Kak Ali pun menjawab “berarti ibadah dan doanya masih belum pol! Allah itu Maha Segalanya na, kita cuma tinggal Minta.. tinggal Minta… “

Resep khusus ini juga yang ia pake dalam hidup percintaanya (ehem!) Saya kenal sekali dengan pasangan kak Ali. Mereka teman sekelas saat SMA. Benih-benih cinta itu tumbuh di masa-masa bikin tugas kelas bersama (aiiiih) Setelah menyelesaikan kuliah, pasangan kak Ali diterima kerja di sebuah Bank yang mewajibkannya untuk mengabdi dan tidak boleh menikah selama 3 tahun.  Tahun lalu, saat kami bertemu di program palang merah, aku mendapati kak Ali berpuasa padahal saat itu bukan Ramadhan ataupun hari senin, kamis. Saat kutanya, dia bilang “Kan kata Allah, jika ingin menikah tapi belum mampu perbanyaklah berpuasa” As simple as that! 🙂

Kemarin pun, saat saya tanya lagi “Masih puasa Daud Kak?” “InsyaAllah masih” jawabnya mantap. “Sejak kapan sie kak mulai puasanya?” Dia bercerita sejak dia merasa yakin bahwa perempuan itu yang akan menjadi pilihannya maka ia berpuasa. Itu kira-kira setahun setelah mereka menjalin hubungan.

Hah.. laki-laki ini, saya belajar banyak darinya. Semoga laki-laki bisa selalu istiqomah. Dan semoga tahun depan saya benar-benar akan mendapat undangan pernikahan darinya yg baru saja bertunangan tahun lalu. Seperti rencananya 2011. Amiin 🙂

source  gambar : http://img3.photographersdirect.com/img/13886/wm/pd1800585.jpg

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Rabu, Juni 2, 2010 in Tentang Manusia

 

Tag: , ,

Episode 43 : Suatu Makhluk Bernama Perempuan

Menutup semaraknya peringatan hari Kartini, nana pingin nulis tentang makhluk unik dan istimewa ciptaan Tuhan ini, siapa lagi jika bukan, P.e.r.e.m.p.u.a.n 😉  Mengapa unik dan istimewa? Check this list out!

  1. Perasaan perempuan sangat luas, seperti bumi dengan kedua kutubnya .. tidak mudah ditebak! Itu yg membuat makhluk selain perempuan penasaran dengan kita.. hehe..
  2. Air Mata. Perempuan bisa menggunakan air mata untuk berbagai tujuan, menunjukkan rasa bahagia, rasa sedih, rasa takjub, rasa marah. Bahkan air mata perempuan mampu meluluhkan hati sekokoh karang 😀
  3. Perempuan juga bisa menjadi makhluk yg tegar dan hebat demi yg ia sayangi. Tak mengapa jika harus banting tulang, melakukan pekerjaan buruh, menahan lapar dan dahaga,mengorbankan keinginan pribadi demi senyum dan kebahagian yang ia sayangi. (jadi kangen mama… T.T )
  4. Feminim. Kelembutan perempuan bagai mendung yg menaungi bumi dari teriknya matahari, bagai tetes air hujan yang menyuburkan tanah tandus.
  5. Multitasking. Meski seorang perempuan sedang berada di tengah-tengah kesibukan, otaknya selalu sempat untuk memikirkan urusan-urusan yang lain. Baju yg belum dicuci, lantai yg belum di pel, tagihan listrik yg belum dibayar, makanan yg akan disajikan untuk orang tersayang.
  6. Tamu istimewa. Yup, apalagi kalau bukan PMS. Satu minggu dalam 30 hari dimana perempuan menjadi seperempuan yg ia bisa. Perasaan yg tidak menentu, hati yg selalu was-was, pikiran yang serabutan, tubuh yang kadang bisa meronta. Dan tolong dipahami, jika kami kadang kala harus menjadikan PMS ini sebagai alasan sikap yang aneh dan tidak biasanya hehe 😀
  7. Detail. Jadi inget iklan sebuat obat dimana ada seorang suami yang nanya ke istrinya yg sedang di luar rumah  “ma, obat **** dimana ya?” lalu sang istri menjawab ” itu di lemari, laci kedua dari bawah, disana ada kotak kecil dengan kantong plastik, nah **** ada di plastik warna biru” Sang suami hanya bisa melongo…. hehe.. itulah perempuan 😉
  8. Berbagi. Jangan biarkan perempuan menyimpan bebannya sendiri, kami terlalu rapuh jika dibiarkan menanggung semua permasalahan kami. Tapi kami juga tidak suka terlalu digurui dan tidak diberikan kebebasan kehendak ( 😛 ) Kadang kala apa yang kami butuhkan hanyalah kedua telinga yang mendengarkan, hati yang berempati dan kehadiran yang sepenuhnya untuk kami berbagi. Kami hanya tidak ingin merasa sendiri…
  9. Rasa vs Logika. Bukan berarti perempuan tidak pernah menggunakan logika, hanya saja perasaan kami yang begitu besar sering datang lebih dulu jika menghadapi sesuatu. Waktu berpikir yang cukup dan kepercayaan akan membantu kami untuk mengambil keputusan. Akan lebih baik bila keputusan itu akhirnya diterima dan diberi masukan dengan cara yang halus jika memang ada kesalahan 🙂
  10. Tulang Rusuk  . Kami hanya tulang rusuk yang bengkok. Bukan dari ubun-ubun yang bisa membuat kami tinggi hati, bukan pula dari telapak kaki yang menjadikan kami teraniaya. Tapi dari tulang rusuk, dekat di hati untuk disayangi, dekat di lengan untuk dilindungi. Kami adl tulang rusuk yg bengkok, terlalu keras dididik membuat kami patah, tidak dididik membuat kami tetap bengkok. Didik kami dengan pelan , konsisten dan penuh kesabaran. 🙂

Alhamdulillah… itulah list-list yg berhasil nana kumpulkan tentang perempuan, buat pembaca semua yg ingin menambahkan dengan senang hati nana terima komentarnya 😉  Tuhan sungguh Maha Adil ya, diciptakannya perempuan dengan segala keistimewaannya untuk menyayangi dan memperindah dunia dan diciptakannya laki-laki dengan segala kekuatannnya untuk menjaga dan melindungi keindahan itu.

Berbeda untuk saling melengkapi. 🙂

Wallahualam bi shawab

 

ps : source gambar http://halamanrohmad.files.wordpress.com/2009/08/silhouette-of-woman-praying.jpg

Itu Sudah

(na)


 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Kamis, April 22, 2010 in Mind, Tentang Manusia

 

Episode 21 : Sesaat dia hadir


Boleh aku bercerita tentang perkenalan singkatku dengan seorang Bocah? Namanya Riki 12 tahun dari daerah Lampung. Aku mengenalnya ketika sedang menunggu lampu merah di perempatan Jakal. Ada seorang anak kecil yang tiba-tiba datang ke arahku dan bertanya “Mbak, saya bisa menumpang sampai di Mirota Kampus? “. Aku sempat berpikir sejenak, “Tak apa kah?”. Kawan,,,, Can we trust trust? . Namun pengalaman mengajarkanku, bahwa percaya itu lahir setelah perbuatan. Maka aku terima permintaannya mengantar sampai ke Mirota Kampus.

Di perjalanan kami sempat mengobrol beberapa hal. “Ki, mengapa kamu jauh-jauh dari Lampung ke Jogja?”. “Aku kabur dari rumah mbak, bapakku kawin lagi soalnya…” Itu jawabnya. Lalu aku bertanya lagi ” Kamu gak kangen po sama Ibumu?”. “Ya kangen sie mbak…” . Dari obrolan singkat itu aku tahu kalo Riki bisa sampai ke Jogja lewat uang yang diterima hasil mengamen. Hmmm… Dan sebelum akhirnya berpisah aku katakan “Jangan lupa pulang ya, Ibu pasti kangen di rumah..” Dan dia hanya diam dan tersenyum datar.

Setelah itu

Pemikiran orang sok serius dan sentimental ini (:D) jadi kemana-mana….

1. terus terang ketika mendengar alasannya kabur dari rumah , perasaanku tiba-tiba menjadi pilu. Adakah setiap orang tua dalam mengambil keputusan pasti akan mempertimbangkan perasaan dan nasib anak-anaknya, atau hanya mengikuti nafsu belaka? Astagfirullah… Ah Sudahlah, aku tidak suka menilai orang lain. Paling tidak, aku harus mengambil pelajaran…jika berkeluarga nanti, sebisa mungkin aku akan selalu melibatkan anak-anak sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, bila perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

2. tiba-tiba aku terbayang-bayang kehidupannya di jalanan. Anak sekecil itu. sementara aku berselimut di malam-malam yang akhir-akhir ini diguyur hujan, bocah itu harus tidur di emper-emper toko berbekal busana yang hanya melekat di badan. Di satu sisi aku bersyukur atas kenikmatan yang bisa aku nikmati, namun di sisi lain aku malu , sangat malu. Tuhan….

maaf kawan, saat ini sejujurnya aku sedang tidak bisa mengontrol emosi. tulisan inipun seolah-olah menjadi kehilangan arah dan nurani. sesaat kehadirannya, seolah-olah telah menyetrum syaraf-syaraf egoku.

…………

Aku hanya bisa percaya bahwa dia mampu menjadi lebih baik

dan Aku yakin Tuhan punya rencana manis di balik semua ini

Mungkin DIA ingin mengingatkanku untuk tetap bersyukur

dan syukur diwujudkan dengan ketaatan

termasuk semakin menCinta sesama saudara

….

Kawan,,, sungguh! saat ini, hatiku sedang kalut dan sedih


Itu Sudah

(na)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, Oktober 31, 2008 in Mind, Tentang Manusia

 

Tag: , , , ,

Episode 11 : Bidadari2 Ramadhan

Salma

Salma

Maemunah

Maemunah

Hari ini, tiba-tiba aku teringat kenangan perkenalanku dengan mereka. Di Mushalla Al-Hidayah Ramadhan tahun lalu. Saat itu aku sedang sibuk mencatat isi kuliah subuh yang dibawakan ta’mir masjid. Tiba-tiba jari-jariku terhenti menulis, ketika aku sadari beberapa pasang mata sedang mengamatiku dari depan shaf tempatku duduk. Aku balas memandang mereka, dan mereka tersenyum. Damai rasanya. Mereka bertanya ” Mbak, kowe ono’ tugas dari Pak Guru juga po?” Mendengarnya, aku hanya bisa tersenyum dan menjawab, ” Iya dik, tugas dari GURUKU”. Setelah selesai, kamipun berkenalan. Mereka menuturkan nama-nama yang terdengar merdu di telinga. Salma dan Munah. Selamat dan Yang diberkahi ALLAH. Dan itulah awal perkenalanku dengan bidadari-bidadari ini.

Semenjak saat itu, ramadhanku terasa lebih berwarna dan bersemangat. GURUKU mengirimkan bidadari-bidadari untuk menemaniku belajar tentang dunia akhirat. Setiap aku menginjakkan kakiku di Mushalla itu, langkah ini terasa ringan untuk berjalan ke arah mereka, dan waktu terasa begitu cepat berlalu di tengah kegembiraan beribadah bersama. Bergabung menjadi Jama’ah dengan yang lain. Terharu rasanya, mengingat merekalah yang mengajarkanku untuk peduli. Ketika shalat berakhir dan tikar-tikar bekas makmum masih terbengkalai di lapangan, dengan lugas mereka menegurku ” Ayo mbak, tikarnya kita gulung”.

Pertemanan kamipun tak cukup berlalu di Mushalla saja, lambat laun kamipun memutuskan untuk jalan-jalan bersama. Ke wilayah sekitar UGM, ke Musum Mainan Anak, Pameran Mainan, menonton film depan kompi, dll. Ada-ada saja tingkah mereka yang mengetuk-ngetuk pintu ketakjubanku. Siang itu misalnya, matahari tengah menyengat panas di sekitar pasar Bringharjo, saat itu kita baru saja pulang dari Pameran Mainan dan rasanya lelah, haus gak ketulungan. Saat itu kami berlima, dan beberapa dari kami mulai mengeluh kehausan. Namun dengan tegas Salma mengingatkan teman2nya ” Sabar dong, masih puasa nie,,, tunggu magrib dulu. Mending kita shalat dulu yuk biar segar…” Subhanallah. Adakah yang masih memandang bahwa semua anak-anak hanya bisa manja dan cengeng? Mungkin selama ini kita masih terperangkap dalam kacamata stereotype kita. Dan kawan, saat itu aku langsung memutuskan untuk mengganti kacamataku terhadap anak-anak.

Salma , Munah, anak ketiga dan keempat dari 7 bersaudara keluarga Abi dan Umi yang tinggal dibelakang pondokanku. Keluarga yang hangat dan sederhana. Aku ingat saat pertama kali bertandang ke rumah mereka, saat itu Umi sedang menggendok Faudzan si bungsu, sementara tangan lainnya sibuk dengan gunting dan kain-kain yang siap dijahit sesuai pesanan. Dari tutur katanya, aku tahu Umi adalah ibu yang cerdas, lembut dan kuat. Meski harus mengasuh ketujuh anaknya, Umi masih bisa meladeni pelanggan-pelanggan yang suka akan jahitannya, mengurus rumah tangga, melayani suami dan mengajar anak-anak tentang ilmu dan agama. Ketujuh anaknya adalah anak-anak yang berprestasi di sekolah. Sungguh! Beliau bagai Mahadewi2 yang dicipta untuk memperindah dunia dengan kelembutan, kecerdasan, ketabahan, ketangguhan dan Cinta.

Kini, setahun telah berlalu.

Satu tahun bagiku telah membawa berbagai dinamika tentang kehidupan. Aku akui tahun ini, aku kurang mempersiapkan kedatangan tamu agung, Ramadhan. Muncul kekhawatiran, akankah tamu tahun ini akan bertandang seindah tahun yang lalu?

Namun, kekhawatiran2 itu lenyap ketika kembali aku langkahkan kakiku ke Mushalla Al-Hidayah dan bertemu dengan wajah-wajah bidadari itu. Kejenuhanku selama beberapa waktu seolah-olah lenyap dengan sapa dan celotehan mereka. Seperti hari ini, ajakan mereka untuk menikmati suasana kota ba’da subuh dengan kaki telanjang membuatku melihat sisi lain dari kota yang selama 4 tahun ini aku tinggali. Suasana yang sejuk, banyak kicau burung2 di sekitar kampus kehutanan dan purnama yang pagi ini masih menyapa. Setelah pulang dengan kaki-kaki yang lelah aku hanya bisa bersyukur bahwa GURUKU mengirimkan mereka padaku.

Aku suka belajar dengan mereka, mereka itu polos dan lugas!. Tanpa segan mereka bertanya tentang kehidupan. Termasuk tentang Cinta yang mulanya membuatku sedikit kalang kabut. “Mbak, kowe wis nduwe bojo po? ” Tak apakah membicarakan Cinta pada mereka? Namun Cinta menunjukkan padaku bahwa tidak ada batas usia, agama, suku, ras, bangsa, status, jarak maupun kelamin. Jika Cinta bisa membuat kita menghormati, memahami, menyayangi, mengingatkan, membahagiakan manusia yang lain, memanusiakan manusia. Begitupun anak-anak. Cintalah yang menunjukkan padaku bagaimana memanusiakan anak-anak. Sungguh sangat disayangkan bila masih ada mereka yang sombong dan memandang anak-anak hanyalah makhluk yang manja, nakal, cengeng dan belbagai stereotype yang lain. Aku teringat akan tulisanku beberapa waktu yang lalu tentang anak-anak “Hantu Tengah Malam”

“Kelirulah mereka yang melarang anak-anak untuk belajar menCinta. Jika kau masih bertanya apa itu Cinta, matikan TV dan Radio yang penuh dengan roman picisan itu sejenak dan pandanglah bola matanya, di sana, ada sejuta Cinta yang akan kau mengerti bila kau mau berusaha untuk memahami. Dan masihkah kau mengira dirimulah yang lebih segalanya dari mereka? Ingat, yang membedakanmu hanyalah rentang waktu dalam umur, selain itu kita tidak tahu.”

Terima kasih bidadari-bidadariku, kalian pernah mewarnai hari-hariku di bulan yang suci. Egoku menginginkan kita tidak berpisah untuk selamanya, tapi saat ini aku tengah belajar mengerti tentang ketidakpastian dan takdir. Dan aku hanya bisa melakukan dua hal, menghargai setiap detik yang kita miliki bersama, dan berdo’a semoga kita berjodoh lebih lama. Amin

Rasanya sedih bila harus memikirkan saat Ramadhan tahun ini akan berakhir. Akan sulit lagi bagiku untuk pergi ke Mushalla di waktu subuh dan isya’ mengingat kondisi yang gelap dan sepi selain bulan Ramadhan.  Sudah tidak ada lagi pemudi-pemudi sepantaranku yang akan berjalan bersama menunaikan ibadah agung di Mushalla.  Hahhh,,, aku akan sangat merindukan saat-saat ini. Kawan, ayo kita makmurkan masjid, mencapai kebahagian beribadah dengan berjama’ah, kita makmurkan tidak hanya pada bulan ini, tapi bulan-bulan selainnya. Karena kita tidak pernah tahu, berapa lama waktu yang masih tersedia untuk kita…..

Kaki lelah, kotor dan senang!

Kaki lelah, kotor dan senang!

Itu Sudah

(na)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Selasa, September 16, 2008 in Mind, Tentang Manusia

 

Tag: , ,

Episode 10 : Kartini (2)

sebuah komentar sangat menarik buat tulisanku yang berjudul “Episode 4 : Kartini” dan membuat semakin semangat menulis dan belajar. Terimakasih sebelumnya untuk saudari Nurul yang telah mengirimkan komentar ini :

“hari kartini?no way….sebelum kartini lahir banyak pahlawan yang berjuang melebihi kartini…perempuan berperang cut nya dien dll sudah ada, perempuan bukan hanya melahirkan sudah terhapus pada jaman pahlawan perempun islam…so jangan propaganda Indonesia kartini adalah sebagai titik peringatan majunya wanita indonesia..bullshit hanya tulis surat jadi pahlawan , kerjasama dan surat2an dengan orang asing yang notabene saat itu mungkin kartini dijadikan boneka dan dia saja yang tdk tau..dia itu wanita pejuang emansipasi..tapi liat dia diam saja ketika menikah dengan orang yang lebih ta..sehausnya dia bisa memilih pra gagah..yang pintar ..kalo memang dia pejuang>>>???so, apanya yang harus diperingati???so anda jangan merasa betul atau salah dalam komentar..jangan setengah2 ..tegaskan mana yang harus diperingati cut nya dien atau kartini…jangan bisa..secara ga lansgn anda pro kartini..saya pro cut nya dien..saya tdk bodoh..yang memperingati kartini yang bodoh…ga ada hikmah dan nilai ibadahnya memperingati hari kartini..yang ada hanya perlombaan kebaya ..aurat masih keliatan neng…please..pikir kalo mau ibadah…”

Dear Nurul,

Assalamu’alaikum, salam kenal. setelah membaca dengan seksama dan dalam tempo yang selambat-lambatnya (:P, hehe) ada beberapa hal yang ingin aku diskusikan lagi denganmu.

Pertama tentang CUT NYAK DIEN. apakah kamu tahu, membaca tulisanmu tentang perjuangan CUT NYAK DIEN versus KARTINI langsung membuat imaginasiku terdampar pada sebuah permainan “Street Figther” antara Kartini duel dengan Cut Nyak Dien, adu jotos memperebutkan gelar perjuangan siapa yang paling layak diakui secara Nasional. (fufufu maap, pikiran2ku memang suka ngelantur). Tapi coba deh kita pikirkan lagi, apa layak nama-nama besar mereka kita pertarungkan untuk mencapai sebuah penghargaan. Aku yakin, saat CUT NYAK DIEN berjuang dengan gagahnya melawan kumpeni… tak pernah terlintas di dalam benaknya bahwa suatu hari dia akan menjadi pahlawan dan perjuangannya akan selalu dikenang. Dia melakukannya dengan tekad dan ikhlas. Aku menghargai keberanian dan perjuangan CUT NYAK DIEN dalam peperangan melawan ‘penjajahan’. Begitupun bangsa kita Indonesia. Bagiku, itulah mengapa kita memperingati HARI PAHLAWAN.

Lalu Kartini? Disini aku sedang tidak memposisikan diriku sebagai fans berat Kartini. Karena idolaku hanya satu, Rasulullah. Lagipula pengetahuanku belum cukup mendalam tentang biografi perempuan ini. Tulisan terakhir yang kubaca yang menyiratkan riwayat Kartini adalah “Jejak Langkah”, serial ketiga dari tetralogi Buru milik Pram’s. Dalam buku ini, Pram menyebut Kartini sebagai Gadis Jepara. Dan dalam buku itupun diceritakan tentang pergulatan-pergulatan pemikiran Kartini dan apa yang telah dilakukan dan belum sempat ia lakukan. Mungkin persangkaan Nurul, jika Kartini hanyalah boneka bagi orang-orang barat memang benar adanya, atau mungkin ada rekayasa ‘bandit-politik’ yang menggunakan isu-isu Kartini dan emansipasi perempuan untuk sebuah kepentingan, dan sampai sekarang belum ada jawaban pasti dan terpercaya mengapa hari Kartini kita peringati… bagaimanpun Nurul, yang kita bicarakan ini adalah sejarah. Cerita orang-orang tua di masa lalu. Permasalahannya adalah, ada berapa orang tua di masa lalu? dan bagaimana bila cerita mereka berbeda-beda?

Namun Nurul, andaikata hari Kartini tidak pernah ada dan aku tetap memiliki wawasan yang terbatas ini tentang Kartini, ada satu hal yang aku hargai sebagai hikmah dalam kehidupannya. Tentang cultural discrimination. Aku sepakat denganmu, bahwa nilai-nilai penghargaan atas kedudukan perempuan telah lama diajarkan dalam budaya Islam, ketika Rasulullah membimbing sahabat-sahabatnya untuk memperlakukan perempuan sesuai dengan fitrahnya. Memanusiakan Perempuan. Namun Nurul, kita tidak boleh lupa bahwa di tanah tempat kita berpijak ini ada budaya yang lain, budaya Jawa. Membaca literatur-literatur tentang budaya Jawa, kita bisa mengerti bahwa budaya Jawa selain dikenal dengan kelemahlembutan serta toto kromo-nya, juga dikenal dengan budaya kasta dengan pingitan bagi perempuan. Bagiku, budaya pingitan merupakan simbol dari penekanan kehendak perempuan. Aku bukannya tidak setuju jika perempuan menjadi Istri dan Ibu Rumah Tangga, tapi aku tidak setuju jika perempuan harus melakukannya dengan tidak ikhlas, terpaksa.Mungkin keterpaksaan inilah yang dilalui Kartini dalam hidupnya, sehingga dia harus menikah dengan Bupati Rembang dan melahirkan seorang yang anak yang juga menjemput kematiannya. Mungkin benar pernikahannya menjadi simbol padamnya pemikiran-pemikiran pembaharuan Kartini. Namun sebelum meninggal ada satu pesan yang ia sampaikan pada saudarinya (kira-kira) : “Tolong anakku dididik, supaya  ia bisa menghargai perempuan”

Menurutmu Nurul, jika kamu menjadi Kartini, apa yang membuatmu mengutarakan pesan terakhir yang demikian? Akankah itu tentang penyesalan dan wujud kepedihan mendalam karena prinsip : AKU MAU ,yang membuatnya memiliki banyak impian tentang perempuan, harus tertahan dengan terjangan diskriminasi budaya dan keterbatasan waktu yang membuatnya BELUM SEMPAT TERCAPAI? Atau malah sebuah ungkapan dendam terhadap semua keterpaksaan dan ketidakadilan yang ia alami dan harapan agar perempuan lain tidak mengalami hal yang sama? Atau

Dan pemikiran inilah Nurul, yang menurutku seharusnya setiap perempuan bisa merenungkan. Apa selama ini aku yang menentukan jalan hidupku? Jika menikah nanti apakah aku akan menikah dengan orang yang aku mau? Atau bisakah aku tidak menikah selamanya jika memang aku tidak mau? Jika aku diposisi terhimpit seperti Kartini pilihan apa yang akan aku ambil? Apa aku mau memiliki pengalaman seperti Kartini?

Menurutku, inilah sebenarnya esensi dari sebuah PERINGATAN . Aku juga kurang setuju jika peringatan hari Kartini dirayakan hanya dengan pameran kebaya saja. Karena sesuai dengan asal katanya; INGAT, peringatan seharusnya dilalui dengan meng-ingat tentang masa lalu, sejarah. Pameran kebaya membawa kita mengingat tentang lagak fisik Kartini, tapi sudahkah kita ingat tentang kehidupannya? tentang penderitaannya? pemikirannya? ceritanya? sejarahnya?dan mengambil hikmah dari semua itu?

Hal yang kupelajari dari Kartini adalah, berpacu sekaligus berdamai dengan bayang-bayang waktu yang tidak kita ketahui sampai kapan. Selain itu, aku semakin yakin jika kita bisa belajar tidak hanya dari pengalaman -pengalaman baik,heroik,bahagia,indah tapi juga dari pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan hati, mengundang rasa sesal dan getir ,sehingga membuat hati kita melantangkan keras;

AKU MAU BISA MELAKUKAN YANG LEBIH BAIK DARI ITU

aku yakin, kemauan menjadi lebih baik adalah salah satu modal dasar dari tumbuhnya  peradaban dan tentu saja kemajuan bagi umat manusia, laki-laki dan perempuan. Dan inilah hikmah yang bisa aku petik, dan bukankah belajar dan mencari hikmah kehidupan juga salah satu dari Ibadah kita pada ALLAH, karena sesuai dengan perintah pertamanya, IQRA! ??

terima kasih Nurul, kali ini kau membantuku untuk membaca lebih dalam…aku tunggu pendapat-pendapat kritismu lagi, sering-sering main ke blog orang yang lagi belajar ini ya 😛 , btw ada blog juga ndak?? bagi links githu…. 🙂


Wassalamu’alaikum

Itu Sudah

(na)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Minggu, September 7, 2008 in Mind, Tentang Manusia

 

Tag: ,