RSS

#HijabTravel Masjid di Bern, Swiss

12 Sep

Dear reader, 

Bila mendengar kata Bern apakah yang terlintas dipikiranmu kawan? Nama ibukota Swiss kah? Atau bangunan kota tua ala eropa kah? Itu pula yang terlintas di benak saya ketika sampai di kota ini. Tapi semenjak memutuskan untuk berkunjung ke masjid-masjid selama travelling saya seperti merasa selalu dimudahkan dan diingatkan untuk menjaga sikap dan kata-kata.

Seperti ada tur hari kedua (tur hari pertama bisa dibaca disini) misalnya pagi itu ada dua orang mahasiswa yang terlambat dan diminta untuk menyanyi di depan bis. Sambil merekam mereka menyanyi saya berbisik ke Ainun

“Aduh, kasian ya mereka dihukum,,moga aku gak kena hukum ya..”

Tiba di Bern saya dan Ainun mendengar bahwa kami harus berkumpul jam 1 siang dan saat itu baru jam 9.30. Lalu kami berjalan-jalan sebentar dan mulai hunting masjid lagi. Kemarin malamnya saya sudah browsing di Internet tentang masjid di Bern dan ada satu masjid Masjid-ul-Khair yang beralamat di Wylerstrasse 115 Bern.

Setelah keliling di dalam kota dan mengambil foto2 di landmark terkenal seperti  Zytglogge (Menara Jam) Lalu saya bertanya pada polisi setempat untuk mencari cara menuju ke masjid. 

Kesan pertama saya tentang orang-orang Swiss, mereka orang yang ramah terutama orang-orang lansianya. Pernah sekali saya membuka peta di jalan untuk menunjukkan Ainun lokasi tempat kita berada, tiba-tiba kami didekati perempuan lansia yang bertanya “may I help you dear?” saya kaget dan akhirnya pura-pura mencari alamat..hehe

Kami turun dari bis di Jalan Nording Standstrasse. Ternyata dari sana kami masih harus berjalan jauh dan kami tidak tahu ke arah mana. Lalu saya bertanya pada seorang perempuan lansia yang ternyata tidak bisa berbahasa Inggris, dengan bahasa Jerman yang terpatah saya berusaha bertanya apakah dia bisa berbahasa Prancis. Untungnya Ainun mengambil S1 sastra Prancis, jadi dia bisa bertanya. Ibu itu bernama Monica, setelah melihat alamat yang ingin kami tuju dia bilang ingin mengantarkan kami kesana. Ternyata jalan menuju masjid itu cukup jauh, saya dan Ainun sudah khawatir kami ketinggalan bis.

Di tengah jalan Monica bertanya pada orang lain, ternyata dia juga tidak tahu alamatnya! Saya cukup panik takut kami kesasar, dan saya mencoba untuk bertanya pada orang lain. Akhirnya kami sampai di masjid dan ngobrol sebentar dengan sang Imam yang kebetulan sedang disana. Monica berinisiatif untuk memotret kami dan kamipun mengabadikan kenangan kami bersama Monica.

Dalam perjalanan pulang Ainun bercerita apa saja yang ia bicarakan dengan Monica dalam bahasa Prancis, berhubung bahasa Prancis saya masih belum bagus. Ainun bercerita bahwa Monica hidup sebatang kara, ia tidak menikah dan tinggal sendirian. Sebenarnya ia tidak tahu pasti alamat yang kami tuju dan tidak tahu pula jalan pulang dari masjid itu tapi dia berkata pada Ainun

“Sewaktu kalian bertanya, saya ingin mengantarkan kalian sampai ke masjid karena ingin mengambil foto kalian di depan masjid” Sesederhana itu.

Subhanallah, saya berjanji pada diri saya untuk mengirimkan surat pada Monica untuk menyambung silaturrahmi. Sekarang,kalau saya mendengar tentang Bern kesan yang ada dipikiran saya hanya satu, the Monica’s town.

———– 

Ps: ternyata saya dan Ainun salah mendengar pengumuman, bis berangkat pukul 12 dan kami tiba pukul 12.30. Panitia tur sudah berkali2 menelpon kami,, marah-marah tapi untung mereka masih berbaik hati menunggu kami. Setiba di bis sebagai permintaan maaf bagi peserta tur yang lain yang sudah menunggu akhirnya kami menyanyi. Saya memilih lagu mandarin untuk menghargai usaha panitia tur yang sudah bekerja keras, karena lagu mandarin yang saya ingat Cuma lagu Putri Huanzhou jaman SD dan itupun Cuma sepatah-patah.Jadinya saya menyanyi ala kadarnya, yang penting pede hehe :p

Pps : bulan september 2011 lalu laptop saya kena virus dan saya kehilangan semua data dan foto2 perjalanan saya di Eropa. Untuk itu mohon maaf saya belum bisa mengunggah foto saya bersama Ibu Monica. Saya sedang mengontak Ainun, semoga ia punya *aamiin* 

Itu sudah

(na)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Rabu, September 12, 2012 in #HijabTravel

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: