RSS

Travelling : Family Trip part 1 (prolog)

12 Jun

Image

Dear reader,

Alhamdulillah, akhir bulan Mei lalu saya beruntung bisa mengajak mama dan adik untuk jalan-jalan di tiga kota terkenal Eropa; Paris, Roma dan Venezia. Tentu saja perjalanan selama 10 hari membawa banyak pengalaman yang seru! Gak nyangka sekarang uda punya adik yg ketularan narsis kakaknya dan mama yang demen diajak jalan ala backpakers. Walau rasa sayang diantara keluarga itu selalu ada, tapi menurut saya tetap perlu dipelihara dan salah satunya dengan travelling bersama 🙂

Saya ingin cerita sedikit tentang persiapan mengajak keluarga ke Eropa. boleh?

Awalnya agak susah merayu Mama dan Indra (adik saya) untuk membuat paspor. Ribet ngurusnya lah, susah nyari jadwal kosonglah, gak tahu nanti manfaatnya buat apa, dll. Tapi setelah dirayu2 sedikit dengan cerita-cerita tentang kota tempat belajar saya skrg (aka Paris) alhamdulillah akhirnya mereka mau bikin paspor. Paspor is your entrance key to the world, make it! 😉 

Yang kedua, Visa. Mengurus Visa Prancis bisa dibilang gampang-gampang susah dan harus disiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.  Untuk info tentang permohonan Visa Prancis bisa dilihat disini . Mengurus Visa sekarang tidak harus datang ke kedutaan, bisa dikirim melalui pos. Mama yg berdomisili di Bali berkonsultasi dengan konsulat Prancis untuk mengisi formulir pendaftaran visa. Selang 2 minggu pihak kedutaan menghubungi mama perihal gaji yang menurut kedutaan tidak cukup menopang perjalanan di eropa (mama saya pegawai PNS di kabupaten Tabanan). Karena mama saya tidak bisa bahasa inggris, Indra yang lagi kuliah di Bandung mengambil alih untuk menjawab pertanyaan dari kedutaan, menerangkan bahwa saya berada di Paris dan bisa menanggung biaya tempat tinggal dan perjalanan dengan tabungan dari beasiswa yang saya dapat. Alhamdulillah,, pihak kedutaan bisa menerima dan mereka dapat Visa Schengen selama 10 hari! 🙂

Sebelum keberangkatan saya wanti-wanti ke mama untuk bawa bekal makanan ala Indonesia. Alhasil, mama banyak bawa Indomie, Mie Gelas, bahkan cabe rawit!! hehe (its so precious here :D) Waktu saya kecil saya paling gemar minta oleh-oleh ‘Kue Tart’ dari mama, dan walhasil mama bawa blackforest jauh-jauh dari Bali ke Paris hihi alhamdulillah. Love you mom! Trus, sebelum berangkat saya juga berpesan sama Indra untuk hati-hati di Charles De Gaulle Airport nanti karena banyak pencopet.

Akhirnya perjalanan 5 hari di Paris dan 5 hari di Roma+Venezia sangat berkesan. Banyak foto yang sudah dibuat dan tentu saja banyak cerita yg terjadi hehe 😀 Insyaallah saya share dalam post selanjutnya, sedikit tips kalau ingin planning family trip dari saya;

1. pastikan apa keinginan dari setiap keluarga. Ada yg ingin beli kenang2an untuk sahabatnya, ada yg ingin mencoba kuliner?kalau sudah tahu keluarga maunya apa, kita bisa lebih gampang mengakomodasinya.

2. Give the preview! Sebelum berangkat Indra sudah membaca Edensor, 99 Cahaya di Langit Eropa dan mama juga sudah menonton film Da Vinci Code dan Angels& Demon. Selama perjalanan ini bisa jadi topik ngobrol yg seru semisal “Eh Castel St. Angelo ini kan tempat bom yg di film Angels & Demon itu ya kak?” atau “ini piramida terbalik di Louvre, dibawahnya beneran ada makam Maria Magdalena gak ya? (Da Vinci Code) ” Paling seru pas lihat orang memakai kostum ala patung Pharaoh untuk ngamen dan kita inget si Ikal dan Arai pas mereka keliling eropa dengan ngamen make kostum duyung (Edensor) hehe 😀

3. Besar biaya jalan-jalan relatif dengan kemauan kita untuk berhemat. Sebenarnya saya sedikit khawatir sewaktu memesan pesawat dan penginapan yg low budget untuk keluarga. Tapi alhamdulillah, mama tidak mengeluh  walau saya ajak jalan kaki dan menggunakan transportasi umum, bahkan beliau mau saya ajak naik Eiffel dengan tangga untuk berhemat.  She is the strongest mom in the world! 😀

4. berbeda dengan travelling sendiri. travelling dengan keluarga juga sebaiknya agak fleksibel. Mending ngumpulin happy moments daripada list target objek wisata yang dikunjungi. trust me, nothing’s beautiful when you are in a rush 😀

5. Write and Save everything! sebagai planner, pastikan kita selalu siap dengan dokumen2 penting selama di jalan. Paspor, Tiket transport, bukti booking, peta dan gak ada salahnya untuk menulis sedikit percakapan sehari-hari bahasa setempat untuk survival hehe. 😀

segitu dulu cerita singkat saya tentang family trip, insyaallah cerita di Paris, Roma dan Venezia akan saya update. semoga ada kesempatan lagi untuk bisa jalan-jalan dan bahagia bersama keluarga (aamiin), I prefer to treasure memories than properties 🙂

Itu sudah

(na)

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Selasa, Juni 12, 2012 in #HijabTravel

 

Tag: ,

3 responses to “Travelling : Family Trip part 1 (prolog)

  1. chiku

    Selasa, Juni 12, 2012 at 4:56 pm

    mantap geeek ^^! salam untuk tante dan adik yaaa ^^
    Jadi terinspirasi untuk melakukan hal yang sama….
    bismillah, mari menabung 😀

     
  2. Hendra W Saputro

    Jumat, Juli 20, 2012 at 10:57 pm

    Okeeee, urus pasprot dulu ah. Inspirasi 🙂

     
  3. geknana

    Minggu, Agustus 5, 2012 at 8:36 am

    Semangat mas Hendra , man jadda wajada 🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: