RSS

Prosa : Secret Admirer

02 Jun

Untukmu,

Hai, kita pernah bertemu dua kali, di bulan Agustus dan Juni. Tapi aku yakin engkau tak pernah tahu bahwa aku sudah memikirkanmu setahun sebelum pertama kita bertemu. Ajaib ya! sejak pertama aku mendengar cerita tentangmu aku tahu engkau adalah orang hebat yang aku kagumi. Iya, kamu hebat dengan kebiasaanmu dan apa yang telah engkau arungi. Sudah aku katakan padamu? Iya, aku kagum padamu, kagum setahun sebelum kita bertemu…

Agustus

Ini adalah hari yang paling aku tunggu selama setahun. Tiga bulan sebelumnya aku pernah mendengar suaramu dalam telepon, hanya 5 detik. Iya, 5 detik yang berarti untukku karena akhirnya aku bisa mendengar suara orang yang kagumi. Sedari pagi aku coba mematut diri lama di depan cermin, aku bukan orang yang pintar berpenampilan tapi hari itu aku ingin memberikan penampilanku yang terbaik. Aku pakai baju pinjaman dari saudaraku karena tak ada satupun bajuku yang bagus di lemari. Dalam setiap langkah menuju tempat kita bertemu aku hanya bisa berdoa, kakiku gemetar tak karuan. Aku memang orang yang berani bertemu dengan siapa saja, tapi kalau sudah bertemu orang yang aku kagumi penyakit bekuku keluar. Tuhan, mengapa rasanya harus seperti ini…

11.15

Iya itu dirimu dibawah pohon , sedang bersama dia kesayanganmu. Dari jauh aku tersenyum, tidak ada rasa cemburu dalam hatiku karena bagiku kesayanganmu, kesayanganku pula. Aku coba dekati dirimu dengan langkah malu-malu, gemetar tanganku bersalaman dengan tanganmu. Dan dari puluhan paragraf yang sudah aku siapkan untuk bersamamu aku hanya bisa berucap “se..nang..bisa..bertemu dengan..mu” lalu aku kehilangan akal dan merasa kepalaku sangat nyeri dan aku berbalik arah menjauhi mu. Sekilas aku lihat ada senyum kecewa di matamu dan aku tahu saat itu aku telah gagal.. iya aku gagal…aku telah gagal menyampaikan perasaan kagumku padamu, justru malah berlaku tak sopan mengecewakan perasaanmu. Adakah pencinta yang lebih buruk dariku?

Aku pulang tanpa akal. Dan seperti yang aku duga engkau tak mau bertemu denganku lagi. Engkau bahkan menolak keberadaanku dalam hidupmu. Engkau menganggapku penganggu. Iya penganggu.

Kau tahu, tak ada sehari pun aku lewatkan tanpa mendoakan kesehatanmu, kebaikanmu. Aku masih mengagumi dan kerap mendengar cerita tentangmu saja itu tak mengapa bagiku, meski selalu ada yg menyayat bila mendengar namamu.

Juni

Aku bertemu lagi denganmu dan kesayanganmu. Kali ini aku berpenampilan lebih rapi dan berusaha lebih tenang. Aku senang akhirnya aku bisa berbicara denganmu, meski aku tahu senyummu itu bukan untukku tapi untuk menyenangkan dia tak mengapa. Aku bersyukur telah bertemu denganmu. Tapi, aku masih melihat guratan kecewa itu di matamu, sungguh! bagaimana caraku menghilangkannya?

Kini

Telah setahun semenjak pertemuan kita terakhir. Aku dengar engkau telah menutup pintu untukku.benar-benar menutupnya. Apa lagi yang harus aku lakukan. Aku tahu engkau menutupnya bukan karena engkau dendam, sungguh engkau adalah orang berhati tulus yang pernah aku tahu. Tapi engkau hanya ingin menjaga dunia kecilmu bersama dia, kehadiranku bisa mengganggu kalian.

Selama setahun aku tertidur dan terbangun dengan air mata. Berharap rasa bersalah yang menyiksaku menguap. Aku adalah pencinta terburuk. Mengecewakan orang yang paling dikagumi. Bodoh!

Kau tahu, doa-doaku tak pernah berubah untukmu. Selalu sama, untuk kesehatanmu dan kebahagianmu. Hanya sebulan ini aku meminta padaNYA, kalau boleh aku mengetuk hatimu sekali lagi, izinkan aku meminta maaf. Saat itu aku masih belum bijak melihat hidup dan terlalu mementingkan perasaanku. Sejak pertama aku mengagumi hingga sekarang ada banyak pelajaran hidup yang aku dapatkan dari kebisuanmu. Kalau boleh aku mengetuk, aku hanya ingin meminta maaf dan berkata “semoga engkau selalu berbahagia dengan dia kesayanganmu”. Kalau memang aku hanya pengganggu dalam dunia kecilmu, tak mengapa aku akan pergi walau sesungguhnya hatiku selalu ingin bersamamu.

Kamu,

Mungkin engkau tak kan pernah membaca suratku ini, karena aku hanyalah pencinta buruk yang pengecut. Aku hanya punya Tuhanku dan meminta agar suratku ini dia hembuskan dalam relung hatimu. Bersama angin musim panas dan lantunan ayat suci.

Dari,

Pengagum Rahasia

(anak yg tak kau inginkan)

source gambar : https://geknana.files.wordpress.com/2011/06/secret-admirer.jpg?w=261

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Kamis, Juni 2, 2011 in Prosa

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: