RSS

Episode 28 : Fashion Freak

10 Des

“Are we going MAD???”

….

.


Fashion Freak!

Tulisan ini dimulai dengan diskusi seru menjelang rapat dengan kawan-kawanku di yayasan. Awalnya dimulai dengan obrolan seputaran cuaca yang dingin-dingin romantis šŸ˜‰ lalu mulai berlanjut ke obrolan tentang fashion hingga fashion freak! Fashion, bila aku tanyakan pada bu’de Encarta secara simpel bisa dimaknai sebagai ‘gaya masa kini’, namun fashion juga bisa dimaknai sebagai kata kerja transitive yang berarti “mempengaruhi sesuatu”. Sedangkan Freak menurut bu’de, berarti fanatic atau “terlalu”, “berlebih-lebihan”

Nah, mengapa tulisan kali ini aku beri judul Fashion Freak? Itu karena pada diskusi menjelang rapat tersebut ada beberapa contoh fashion freak yang sempat menjadi topik obrolan. Awalnya aku menanggapinya dengan tertawa, karena terus terang kasus-kasus fashion freak yang kita obrolkan ini menurut saya, ANEH! namun semakin lama aku pikirkan semakin membuatku merinding, geli, khawatir bahkan sedih. Kok bisa ya? Dan inilah beberapa topik fashion freak itu


Mini skirt di Korea

Saat itu, karna cuaca sangat dingin, Ibu Bridgit berkomentar jika cuaca sedingin ini tidak terlalu berarti buat dia yang sudah terbiasa dengan musim dingin di New Zealand. Lalu aku pun menceritakan pengalamanku dengan musim terdingin yang pernah aku alami di Korea Selatan, -16′ Celcius! Saat itu aku ceritakan bagaimana aku harus keluar dengan berlapis-lapis baju dan penutup tubuh namun tetap saja bagiku itu sangat dingin. Dan yang membuatku heran adalah, ketika aku memakai berlapis-lapis baju yang membuatku lebih mirip keliatan seperti Pinguin itu, aku melihat gadis-gadis Korea di sekitarku malah dengan santainya berlenggang kangkung dengan rok mini dan stocking yang transparan. Terang saja aku kaget khan! Aku tanyakan pada mereka , apa kalian tidak merasa kedinginan. Mereka menjawab; tentu saja. Spontan aku bertanya lagi, lalu mengapa kalian tetap memakai rok mini dan stocking yang tipis begitu. “Ini demi terlihat cantik, Na!” WHAAAAAT????!!!!! Sebegitukah? harus sampai mengorbankan kaki yang putih pucat menggigil kedinginan dan terancam beku hanya gara-gara sebuah image dimata orang lain (dalam hal ini mungkin cowo’2 ya šŸ™‚ ) yaitu, CANTIK?! Bahkan jika kawan-kawan tahu, gadis-gadis Korea yang telah dianugerahi kecantikan alami berupa kulit yang putih mulus, rambut hitam dan lurus, serta mata yang sipit-sipit menggoda ini tetap merasa tidak puas dengan penampilannya dan memilih untuk melakukan operasi plastik, bahkan operasi untuk membuat garis mata supaya mata terlihat lebih lebar! Dan gak cuma itu, cowo’2nya juga gak kalah. Sebagian pemuda Korea bahkan digandrungi operasi hidung supaya bisa terlihat lebih mancung seperti bule2 Eropa! ck ck ck mendengar ceritaku itu, semua hanya bisa kaget dan geleng2 kepala. Yaahh..memang mereka fashion freak dengan gejala pemikiran Fashion Freak level 1 ” Beauty is painful” .

FreedomĀ FreakierĀ di Eropa

Lalu menimpali cerita Korea tersebut, Pak Rudi memberi contoh lain tentang fashion freak. Beliau bercerita tentang beberapa orang di Eropa tahun 1970an hingga 1980an yang memiliki fashion yang aneh bin ajaib. They don’t use panties! Bahkan di musim-musim dingin mereka tetap tidak menggunakan pakaian dalam. Lebih parahnya, pemerintah sampai harus turun tangan memperingatkan warganya untuk memakai pakaian dalam karena jika tidak, mereka bisa terancam penyakit yang merusak alat vital mereka! Dush, lebih parahnya saat aku tanyakan alasannya mengapa. Pak Rudi dan Ibu Bridgit serentak menjawab, it’s for freedom. ck ck ck yaahh para fashion freak yang satu ini tampaknya sudah terkena gejala Fashion Freak level 2 ” Freedom isĀ humiliatingĀ !”

Stiletto


Dan topik terakhir yang kita angkat sebelum rapat sore itu dimulai adalah tentang Stiletto. Stiletto merupakan sebutan untuk sepatu dengan hak yang sangat tinggi dan biasanya terbuat dari bahan metal. Salah satu contohnya adalah gambar sepatu di atas. Ibu Bridgit menceritakan bagaimana dulu ibunya begitu suka menggunakan Stiletto.Padahal kita semua tahu, terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi bisa mempengaruhi kesehatan kaki dan menyebabkan, Parises. Ā Dan Pak Rudi menimpali dengan beberapa kejadian menarik di Eropa. Tahun 1970an pemerintah sempat melarang para perempuan untuk menggunakan Stiletto berkunjung ke museum. Karena hak sepatu yang begitu runcing dan tinggi seperti pedang, bila para perempuan ini berjalan di museum bisa memecahkan lantai-lantai museum yang mulus! Tuhan!!! sungguh, aku tertawa sekencang-kencangnya mendengar cerita ini. Bahkan jika kawan-kawan tahu beberapa tahun lalu, semasa aku sma ada tren sepatu stiletto di Indonesia yang bukan hanya hak belakannya saja yang tinggi bahkan hak depannya juga, seperti yang ada di gambar di tas sebelah kanan…dulu aku dan teman2ku sering menyindir orang2 dengan sepatu ini sebagai “perempuan yang perlu diwaspadai” karena jika merasa terganggu sedikit mereka akan menggunakan hak tingginya untuk memukul ‘batok’ kepala kita, atau bisa dengan sengaja menginjak kaki orang di depan mereka bila sedang mengantri, sehingga orang2 di depan bisa menyingkir kesakitan dan mereka bisa mengantri lebih cepat :P, bahkan ada yang memberi julukan “sepatu serba guna” karna bahkan bisa digunakan untuk mengulek bumbu bila kita kehilangan “ulekan” di dapur…hihihihi….gak salah khan kalo pada fashion freak yang satu ini terdeteksi terkena gejala fashion freak level 13 ” Sexy isĀ destructing!”

,…….

Yahhh..sebenarnya masih banyak sekali contoh fashion freak yang sering kita amati atau alami. Misalnya saja dengan model rambut. Dari ditemukannya metode rebounding yang bisa meluruskan rambut, lalu metode pengkritingan rambut, rambut kriting amanda, kriting kriwil, lurus atas kriting bawah, bla bla bla…. Bayangkan bagaimana dampak fashion ini pada kesehatan rambut kita. Jika kita selalu kagum melihat keindahan rambut kawan2 kita di reklame TiPi dan ingin selalu mengganti model rambut seperti dia, maka hati-hatilah kawan mungkin sebentar lagi kamu akan terkena penyakit fashion freak level amatir ” Exist means blind loyalty”. Dan tidak berlebihan memang, jika aku katakan setiap kita, terancam terjerumus dalam fashion freak ini. Karena yang namanya gaya bisa menyangkut berbagai macam hal model pakaian, model rambut, model aksesoris, alat-alat elektronik bahkan topik obrolan sekalipun! dan ingat makna fashion yang satu lagi, mempengaruhi. Iya, aku pribadi berpendapat meski fashion itu diciptakan oleh popularitas dan masyarakat sendiri, tapi kebanyakan fashion yang ada sebenarnya dibuat atau designed! Untuk apa? ya tentu saja untuk membuat produk-produk korporat itu laris.

Oh..oh ASTAGA! Apa yang sedang terjadi?? (Ruth Sahanaya : Astaga)

Terus terang, ini memang hanya pendapat prbadiku sebagai pengamat. Tapi hal-hal yang awalnya membuatku merasa geli dan aneh itu semakin lama semakin aku pikirkan, semakin aku khawatir dan sedihnya di buatnya. Kawan, mungkin ada beberapa di antara kita yang merasa asing dengan contoh-contoh fashion freak di atas dan bisa tersenyum lega dan berkata, syukur aku belum segila itu. Akupun begitu awalnya, tapi pelan aku dirayapi oleh pikiran2 yang menghantui tentang menjadi budak fashion ini. Sampai kapan kita akan selalu menjadi konsumen kawan? bahkan bermental konsumen! hanya menunggu dan mengikuti tren yang ada saat ini? Tahukah kawan, dari pemasaran handphone secara global, Indonesia yang notabenenya masih negara dunia ketiga, tercatat sebagai konsumen nomor satu handphone2 keluaran terbaru. Jika kita memang negara miskin lalu mengapa kita masih mampu membeli semua barang2 nomor 1 itu? Jika kita memang negara kaya lalu mengapa masih banyak orang yang harus makan sagu, buta huruf dan menderita di sudut kolong nun gelap di bawah pencakar langit itu? Bahkan tidak jarang bukan, demi memenuhi hasrat untuk mengikuti fashion itu beberapa dari kita memilih untuk melakukan strategi yang paling tidak powerful, hutang! Naudzubillah..

Menurutku meski sering kita memiliki peran sebagai konsumen, tapi kita harus memilih menjadi konsumen yang cerdas. Maksudnya, konsumen yang berotak bisnis. Yang memilih barang-barang yang digunakan sesuai dengan fungsi dan manfaatnya saja, tidak tergoda strategi pemasaran mereka dengan pembentukan opini publik maupun tren. Jika ingin mengganti handphone, pilihlah sesuai kebutuhan kita. Seorang mahasiswa kos-kosan dengan kehidupan yang masih ditanggung orang tua dan belum memiliki penghasilan sendiri sementara orang tuanya hanyalah pegawai dengan gaji pas-pasan, apa pantas merengek2 meminta Blackberry hanya dengan alasan biar bisa chatting dan mengirim foto2 pada kawan-kawannya? kata ‘maha’ pada siswa itu sebenarnya disematkan bukan tanpa tujuan, karena sesungguhnya pelajar dengan predikat “maha”siswa sudah bukan jamannya lagi hanya menerima dan memahami. tapi refleksi, aplikasi, inovasi dan kontribusi! Dush, sungguh tanggung jawab yang besar bukan kawanku?

Lalu, kembali ke fashion freak tadi maka aku ingin mengakhiri ulasan ini dengan menyantumkan penyebab fashion freak yang aku temukan (tentu saja, bila kawan-kawan menemukan penyebab yang lain dengan senang hati aku terima). Bibit fashion freak itu adalah :Ā Indifference. Karena kita menutup mata pada ‘radar hati’ dan kemauan mencari kebenaran maka kita akan dengan mudah terpengaruh oleh fashion freak ini. golongan Ikut-ikutan. Dan aku yakin, hanya ada satu golongan yang tidak akan terjangkit virus fashion freak ini; golongan orang-orang yang berpikir!

Obatnya?

Nah kawan, selain memikirkan tentang bibit virusnya aku juga memikirkan resep obat bagi kita yang mungkin saat ini sedang menderita fashion freak level 1,2,3, bahkan 13. resep ini dengan sangat Ā genius dikumandangkan oleh kerabat lawas kita , Vetty Vera– Sedang-Sedang Saja.Mari kita dendangkan dengan penuh senyum kawan. Keep on Balance fellows šŸ˜‰

Artis (Band): Vetty Vera / Eddy Lestaluhu, Mara Karma

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

~{}~

Kamu pilih yang mana? (Kanan, kanan)
Kamu suka yang mana? (Kiri, kiri)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho~hoi

Kamu pilih yang mana? (Atas, atas)
Kamu suka yang mana? (Bawah, bawah)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya?ā€¦ Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu keras.. jangan terlalu
Terlalu lemah.. jangan

(Terlalu gemuk?) Jangan!
(Terlalu kurus?) Jangan!
(Terlalu panjang?) Jangan!
(Terlalu pendek?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Ujung, ujung)
Kamu suka yang mana? (Pangkal, pangkal)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho~hoi

Kamu pilih yang mana? (Depan, depan)
Kamu suka yang mana? (Belakang, belakang)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya?ā€¦ Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!!

Ho~ sedang-sedang saja..

Ho~ sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

ps : dan aku bersaksi terhadap ketetapan Rabbku

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Q.S. Al Furqaan 25 : 67

Itu sudah

(na)

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Rabu, Desember 10, 2008 in Mind, Tentang Berita Sekitar

 

Tag: , , ,

3 responses to “Episode 28 : Fashion Freak

  1. GetLost

    Rabu, Desember 10, 2008 at 2:38 pm

    you’re critical thinking is a blessed that makes you special
    and to me you’ll always special…

     
  2. GetLost

    Rabu, Desember 10, 2008 at 2:42 pm

    don’t you miss me?
    or have i missed you?

     
  3. Rum

    Minggu, Desember 14, 2008 at 1:19 pm

    Rum Muhammad the Tensai wrote:
    hmmm… tentang bagaimana perempuan mencoba segala cara untuk menjadi cantik? satu saja jawaban; Cantik itu Luka…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: