RSS

Episode 24 : Make a Difference

24 Nov

“There are good people, who are in politics, in both major parties, who hold this at arms’ length,because if they acknowledge it, if they recognize it, then the moral imperative to do big changes would be unescapable.” Al Gore

Lagi pingin berbagi ilmu yang kudapat di kelas Pak Mochtar Mas’oed hari ini nie. Seperti biasa, setiap kelas beliau pasti menuntun mahasiswa untuk melihat arti sebuah ungkapan dari asal katanya.

Misalnya, dulu beliau pernah mengungkapkan arti kata dari “Development”. Secara harfiah Develop berarti “enlarge on something” atau dalam Bahasa, berkembang. Lawan katanya adalah Envelope atau berarti “Enclose”, semakin tertutup. Beliau menggambarkan dalam envelope/amplop; merupakan selembar kertas yang dilipat sedemikian rupa sehingga bentuknya semakin menyempit dan setiap sisinya saling menutupi. Maka, develop seharusnya kebalikan dari analogi tersebut, selembar kertas yang semakin dibuka dan dibuat semakin lebar/luas. Apa hubungannya dengan ilmu HI? Menurutku secara cerdas, Pak MM menjelaskan konsep Development di dalam negara-negara berkembang. Beliau tidak setuju dengan paradigma Development di negara yang miskin dimana distribusi kekayaan dan sumber daya semakin menyempit hanya bermuara pada satu golongan, seharusnya bila memang Development, kesejahteraan itu akan semakin melebar menyentuh golongan-golongan yang lebih luas, rakyat. Lebih cerdasnya lagi, Pak MM juga menyambungkan konsep Development dalam unsur kejiwaan manusia. Menurutnya, manusia yang develop atau dewasa adalah manusia yang semakin bertambah umur, semakin luas pemikirannya tentang dunia, semakin terbuka terhadap perbedaan. Bukannya malah semakin menyempit dan menjadi kaku serta memiliki pemikiran yang tertutup. Saya setuju dengan yang ini Pak! ๐Ÿ˜‰

Nah, balik ke kelas hari ini

Ditengah-tengah kelas Pengantar Ilmu HI tadi, tiba-tiba Pak MM membahas sebuah ungkapan “Makes a Difference”. Kali ini beliau menjelaskan pendapatnya, bahwa yang dimaksud Difference disini bukan hanya sesuatu yang berbeda dari yang lain. Tapi lebih dari itu. Perbedaan yang signifikan, yang solutif, yang manfaat. Makanya, kalo kita cuma mengganti penampilan (misal warna rambut) itu kemungkinan besar hanya menjadi berbeda. Bukan membuat perbedaan. Kecuali jika kita memilih untuk botak dan mengajak yang lain dengan alasan menghemat shampoo dan sebagai bentuk penolakan terhadap produk-produk korporat. Dan akhirnya 220 juta orang Indonesia menjadi botak dan membuat Korporat2 asing bangkrut karna kehilangan konsumen. Well, that’s probably makes a differences ๐Ÿ˜›

Intinya, makes a differences bukanlah sesuatu yang sepele hanya dengan menjadi berbeda. ย Beliau mencontohkan mantan calon presiden Amerika, Al-Gore. Dia adalah salah satu tokoh yang mau berkeliling dunia mengkoar-koarkan tentang sebuah kenyataan yang tidak menyenangkan di masa depan (An Inconvinienth Truth) awalnya hanya dari state ke state untuk menyadarkan masyarakatnya yang menjadi bagian dari Negara yang paling bebal menolak isu global warming, Amerika. Kini, telah banyak pihak yang mengembangkan teknologi dan tatanan kebijakan yang lebih ramah lingkungan. Satu hal yang menarik adalah perkataanya :ย Ultimately, this is really not a political issue so much as a moral issue. If we allow that to happen, it’d be deeply unethical. Ya, Al Gore telah membuat perbedaan bahwa isu lingkungan hidup sebenarnya bukan hanya isu politik dan perebutan kekuasaan, ini adalah isu moral dan tanggung jawab kemanusiaan.

Nah sekarang, sudah jelaskan perbedaan antara Be Different and Make a Difference? Yang satu mencoba menjadi berbeda di segala hal dan bahkan kadang-kadang dengan alasan yang kurang masuk akal. Misal, seorang laki-laki yang berhias ala perempuan dengan alasan ingin lebih memahami perempuan (duweeengg!!! apa gak cukup dengan membaca dan berkomunikasi tuh? ) atau seorang anak kecil yang memilih untuk merokok supaya terlihat lebih keren dan gaul (istigfar dik…) atau sekelompok orang di Amerika yang membentuk pedesaan tanpa busana dengan alasan kebebasan berekspresi, (mau balik jadi primitif lagi kayaknya ๐Ÿ˜› ) dll. Makes a differences bukanlah hal yang seperti itu. Tidak ada kemanfaatan yang bisa dipetik dari hal-hal seperti itu bukan? Sia-sia (Naudzubillah)

Makes a Difference adalah “membuat” perbedaan yang signifikan. Dan bahkan sebenarnya tantangannya lebih besar. Misal nie, di sebuah kantor tempat kita bekerja sudah ada kebiasaan untuk membawa pulang properti-properti kantor yang kecil (misal pensil, bolpoin, stopmap, dll) seandainya giliran kita yang memperoleh kesempatan itu, apa yang akan kita lakukan? membawa pulang saja karna toh juga itu hal yang wajar dan biasa dilakukan, atau tidak membawa pulang dan menjadi ejekan rekanan karna kita berbeda dengan mereka? Itu hanya contoh kecil, masih banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi untuk makes a Differences. Jika saat ini semua orang terbiasa dengan baju yang ketat dan kurang bahan, maka akan menjadi sangat aneh bagi mereka yang memilih untuk menutupi tubuhnya dengan kain yang lebar dan longgar. Jika saat ini semua orang terbiasa membawa dan membaca buku-buku ilmiah, novel yang tebal-tebal, maka menjadi sangat aneh bagi mereka yang membawa dan membaca kitab suci kemana-mana. Jika saat ini sudah tidak ada batasan lagi bagi pergaulan laki-laki dan perempuan, maka…

Seseorang pernah mengungkapkan “Differentiate or Die”. Menurutku itu sebuah ungkapan optimis dengan kekuatan jiwa yang positif. Ya, bagiku yang penting adalah bukan menjadi berbedanya yang harus ditekankan, tapi kemanfaatan dan kebaikan yang dibawanyalah yang harusnya diperjuangkan. Karna itulah hidup, membuat perbedaan atau hanya mengikuti arus dan menjadi apa yang diungkapkan Pink Floyd “Another brick in the wall”

So, ready to makes a Difference?

Tetap Semangat!


Itu sudah

(na)

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Senin, November 24, 2008 in Mind, Tentang Ilmu

 

Tag: ,

4 responses to “Episode 24 : Make a Difference

  1. nyamukbingung

    Selasa, November 25, 2008 at 10:17 am

    sama seperti anak2 muda penuh semangat yang mulai berpikir tentang masa depan Indonesia ini, mulai berpikir bagaimana mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat dan mempunyai harga diri, belajar berbuat sesuatu alih-alih yang lain baru sebatas demonstrasi, tawuran, menjalani masa muda yang rock ‘n roll..

    semoga kita termasuk anak-anak muda yang beruntung, yang menjadi impian Alm.Soekarno “Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia!!”

     
  2. emeld

    Selasa, November 25, 2008 at 1:13 pm

    cerdas!
    kamu tau Na, seseorang pernah ngmg sama aku, cewek cerdas itu sexy! :p

    segala pujian hanya milik Allah,, Nana banyak2 bersyukur ya… sudah diberi titipan kecerdasan yg luar biasa ๐Ÿ™‚

     
  3. zhu

    Kamis, Desember 9, 2010 at 8:10 pm

    Swuuuun It’s Nice Articel …
    Sangat membangun untuk inspirasi !!!! Semangat ! moga bermanfaat !

     
  4. nazri afandi pasaribu

    Rabu, November 7, 2012 at 5:25 pm

    i like it mbak..hehe..tetap semangat…menambah motivasi saya lagi nih,hehehe

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: