RSS

Episode 21 : Sesaat dia hadir

31 Okt


Boleh aku bercerita tentang perkenalan singkatku dengan seorang Bocah? Namanya Riki 12 tahun dari daerah Lampung. Aku mengenalnya ketika sedang menunggu lampu merah di perempatan Jakal. Ada seorang anak kecil yang tiba-tiba datang ke arahku dan bertanya “Mbak, saya bisa menumpang sampai di Mirota Kampus? “. Aku sempat berpikir sejenak, “Tak apa kah?”. Kawan,,,, Can we trust trust? . Namun pengalaman mengajarkanku, bahwa percaya itu lahir setelah perbuatan. Maka aku terima permintaannya mengantar sampai ke Mirota Kampus.

Di perjalanan kami sempat mengobrol beberapa hal. “Ki, mengapa kamu jauh-jauh dari Lampung ke Jogja?”. “Aku kabur dari rumah mbak, bapakku kawin lagi soalnya…” Itu jawabnya. Lalu aku bertanya lagi ” Kamu gak kangen po sama Ibumu?”. “Ya kangen sie mbak…” . Dari obrolan singkat itu aku tahu kalo Riki bisa sampai ke Jogja lewat uang yang diterima hasil mengamen. Hmmm… Dan sebelum akhirnya berpisah aku katakan “Jangan lupa pulang ya, Ibu pasti kangen di rumah..” Dan dia hanya diam dan tersenyum datar.

Setelah itu

Pemikiran orang sok serius dan sentimental ini (:D) jadi kemana-mana….

1. terus terang ketika mendengar alasannya kabur dari rumah , perasaanku tiba-tiba menjadi pilu. Adakah setiap orang tua dalam mengambil keputusan pasti akan mempertimbangkan perasaan dan nasib anak-anaknya, atau hanya mengikuti nafsu belaka? Astagfirullah… Ah Sudahlah, aku tidak suka menilai orang lain. Paling tidak, aku harus mengambil pelajaran…jika berkeluarga nanti, sebisa mungkin aku akan selalu melibatkan anak-anak sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, bila perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

2. tiba-tiba aku terbayang-bayang kehidupannya di jalanan. Anak sekecil itu. sementara aku berselimut di malam-malam yang akhir-akhir ini diguyur hujan, bocah itu harus tidur di emper-emper toko berbekal busana yang hanya melekat di badan. Di satu sisi aku bersyukur atas kenikmatan yang bisa aku nikmati, namun di sisi lain aku malu , sangat malu. Tuhan….

maaf kawan, saat ini sejujurnya aku sedang tidak bisa mengontrol emosi. tulisan inipun seolah-olah menjadi kehilangan arah dan nurani. sesaat kehadirannya, seolah-olah telah menyetrum syaraf-syaraf egoku.

…………

Aku hanya bisa percaya bahwa dia mampu menjadi lebih baik

dan Aku yakin Tuhan punya rencana manis di balik semua ini

Mungkin DIA ingin mengingatkanku untuk tetap bersyukur

dan syukur diwujudkan dengan ketaatan

termasuk semakin menCinta sesama saudara

….

Kawan,,, sungguh! saat ini, hatiku sedang kalut dan sedih


Itu Sudah

(na)

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, Oktober 31, 2008 in Mind, Tentang Manusia

 

Tag: , , , ,

3 responses to “Episode 21 : Sesaat dia hadir

  1. IGHO MANIS BU,,

    Kamis, November 6, 2008 at 2:57 pm

    na,,aku kangen dengan kegiatan2 sosial,hiks,,,
    10 PESAN ANAK untuk ORANGTUA
    1.Tangan saya masih kecil. Tolong jangan mengharapkan kesempurnaan setiap kali saya merapikan tempat tidur , menggambar, atau melempar bola. Kaki saya masih pendek . Tolong perlambat agar saya bisa berjalan beriringan dengan Ayah / Bunda.
    2.Mata saya belum melihat dunia seperti yang Ayah/ Bunda lihat. Tolong izinkan kami menjelajahinya secara aman .Jangan memberikan larangan yang tak perlu .
    3.Selalu akan ada saja pekerjaan di dalam rumah tangga. Saya masih kecil untuk waktu yang begitu singkat . Tolong luangkan lebih banyak waktu untuk menjelaskan dunia yang ajaib ini , dan lakukan secara tulus ikhlas.
    4.Perasaan saya masih halus. Tolong sensitif terhadap kebutuhan-kebutuhan kami. Jangan memarahi saya sepanjang hari. Ayah / Bunda pasti tak senang kalau dimarahi karena ingin tahu. Perlakukan saya seperti Ayah / Bunda ingin diperlakukan.
    5.Saya adalah hadiah yang istimewa dari Tuhan. Tolong perlakukan saya sebagai harta berharga , berikan bimbingan untuk semua tindakan saya. Beri saya panduan tentang cara menjalani hidup dan mendisiplin saya dengan cara manis.
    6.Saya memerlukan dorongan dan pujian Ayah/Bunda untuk tumbuh. Tolong jangan cepat mencela. Ingat , Ayah/Bunda dapat mengkritik hal-hal yang saya kerjakan tanpa mencela saya.
    7.Tolong beri saya kebebasan untuk membuat keputusan-keputusan menyangkut diri saya sendiri . Izinkan saya untuk gagal sehingga saya dapat belajar dari kesalahan –kesalahan saya. Lalu suatu hari , saya akan siap untuk membuat keputusan-keputusan yang dituntut hidup dari saya.
    8.Tolong jangan kerjakan segalanya untuk saya. Kadang, cara ini membuat saya merasa upaya saya tidak sesuai dengan harapan Ayah/Bunda .Saya tahu ini sulit, tapi tolong jangan membandingkan saya dengan saudara perempuan/ laki-laki saya.
    9.Tolong jangan takut untuk pergi berakhir pekan bersama . Anak-anak perlu libur tanpa orangtua , sama seperti orangtua perlu libur tanpa anak-anak. Selain itu, berlibur hanya berdua adalah cara baik untuk menunjukkan kepada kami, anak-anak , bahwa perkawinan Ayah/Bunda sangat istimewa.
    10.Tolong ajak kami beribadah secara teratur , beri contoh yang baik untuk saya teladani.

     
  2. geknana

    Kamis, November 6, 2008 at 3:04 pm

    * Igo
    Ayo Go semangat!! tebarkan 165 di Kendari =)
    kalo dilihat dengan cermat pasti Igp ketemu jalan2 menuju keridhoan ALLAH itu… keep in touch ya bu

     
  3. qzplx

    Kamis, November 20, 2008 at 12:23 pm

    Inget dengan lagu iwan fals…

    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu…. hmm

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: