RSS

Quote 2 : Kebenaran

02 Jun

” Benar atau Salah itu relatif, yang penting kita Yakin”

……………

………..

…….

.

catatan : hidup dalam menjaga keseimbangan itu kadang-kadang terasa sulit bila kita ditempatkan pada persimpangan sebuah penilaian tentang yang benar ataupun salah. Jelasnya seperti ini, ambil satu contoh tentang penetapan hukuman mati. Orang-orang yang setuju dengan hukuman mati biasanya didorong oleh keyakinan penegakan hukuman yang adil dan mencegah tindakan kriminal selanjutnya. Diharapkan dengan adanya terhukum yang mati, menimbulkan “shock therapy” bagi para calon kriminalitas yang lain, sehingga mereka akan berpikir ulang sebelum melakukan tindakan kriminal. Tentu saja sebelum dijatuhi hukuman, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan, semisal penyelesaian secara kekeluargaan, pembuktian bahwa dia benar-benar bersalah dan bahkan ada tata cara menghukum mati yang manusiawi yang berusaha mengurangi rasa sakit menjelang kematian bagi si terhukum. Orang-orang ini yakin, hukuman mati bisa menegakkan hukum yang mengatur kehidupan manusia di bumi.

Di lain pihak, orang-orang yang tidak setuju dengan hukuman mati biasanya memiliki keyakinan akan adanya kesempatan kedua dan kewelas-asihan manusia. Bahwa manusia itu selalu memiliki kesempatan untuk bertaubat dan manusia lain tidak berhak menentukan hidup mati manusia yang lain. Bahwa hukuman mati tidak akan menyelesaikan perkara ataupun menghidupkan korban yang sudah terbunuh.

Yang manakah yang benar?

Terkadang aku membiasakan diriku untuk mendengar dari semua sisi. Dan pengalaman mengajarkanku bahwa penilaian benar dan salah pada diri dan pemikiran otak manusia itu relatif. Yang penting menurutku adalah keyakinan.

Namun yang lebih penting lagi bagiku adalah menjaga keyakinan. Di mulut mungkin kita selalu bisa mengucapkan “YAKIN” ,tapi di dalam hati siapa yang tahu? Terkadang aku sendiripun sering mengalami dilema tentang banyaknya keraguan-keraguan sebuah keyakinan di dalam pemikiranku. Istilahnya : Plin-Plan. Tidak banyak orang yang mau mengakui saat-saat dimana keyakinan mereka mulai goyah, karena menurutku itulah saat terapuh dari keteguhan seseorang. Padahal bagiku, saat-saat itulah aku membutuhkan “bantuan” dari luar diriku sendiri. Bagaimana caranya menjaga keyakinan? IQRA ! Membaca ! Tidak hanya kitab-kitab, atau buku-buku saja, tapi seluruh semesta ini dan isinya. Bila mengalami keraguan dalam hukuman mati, bacalah semua buku, bertanyalah pada setiap pihak dan simaklah semua kasus-kasus hukuman mati yang pernah ada, jika masih belum cukup bacalah terus, terus dan terus tanpa henti. Dan jangan lupa, mintalah agar keyakinan itu ditanamkan dengan akar yang kuat di hati.

Tapi yang paling penting bagiku adalah bagaimana kita MENGUASAI keyakinan itu dan tidak membuat keyakinan itu MEMBUTAKAN mata hati kita. Bagiku, penilaian manusia tentang benar dan salah itu relatif. Yang kita Yakini belum tentu benar. Inilah mengapa pada awal tulisanku, aku beranggapan menjaga keseimbangan keyakinan di hati itu berat. Aku kagum pada mereka yang tetap bisa kukuh menjaga keyakinan mereka, tapi tidak dibutakan oleh keyakinan itu. Perkara-perkara yang tercerabut di dalam hatiku, jauh melebihi perkara-perkara yang terkecimpung di atas bumi. Dan mungkin itulah mengapa ada banyak ungkapan atau nasihat tentang “Menjaga Hati”, karena memang hati seorang manusialah yang tidak bisa ditebak dan terus berubah-ubah. Perbedaan cerdas dan sombong itu tipis. Perbedaan kaya dan miskin itu absurb. Perbedaan shaleh dan angkuh itu setipis benang. Astagfirullah…

Dan karenanya, marilah selalu kita pasrahkan hati ini pada Ia yang selalu bisa membaca isi hati. Allah Ya Sami’ . Menjaga kesucian hati, karena malu bila kekotorannya terlihat Allah. Pasrahkan seluruh penentuan benar dan salah hanya pada-Nya, dan meminta diberikan petunjuk supaya tetap berada di jalan yang benar dan menjadi kaum-kaum yang selamat, Islam (Islam = selamat). Amin…

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Senin, Juni 2, 2008 in Coretan Saja, Heart

 

Tag: , ,

One response to “Quote 2 : Kebenaran

  1. emeld

    Kamis, Juni 12, 2008 at 2:57 pm

    aku ngerasa dalam beberapa hal kita sehati Na,,,
    kmrn aku br aja nulis,,, (tp ga kuposting),,, intinya:

    aku adalah seorang pelajar,
    aku suka belajar.
    dengan belajar,
    aku tau, bahwa hidup bukan hanya hitam dan putih,
    tapi ada juga abu-abu…

    🙂

    ya,,,yang bisa kita lakukan adalah iqra… bukankah semua itu relatif??

    mudah2an Allah selalu memberi kita petunjuk ya?
    Ya Hadi, Yang Maha Pemberi Petunjuk,,,,

    mohon buat saling mengingatkan ya sahabatku…

    🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: