RSS

Episode 1 : Karena satu alasan

20 Mar
Pramoedya Ananta Toer

-KARENA SATU ALASAN-

Menulis.

Banyak orang yang suka menulis. menulis cerita, menulis buah pemikiran, menulis diary, menulis ungkapan hati, menulis kritik, menulis propaganda atau hanya sekedar menulis uneg-uneg. Yang penting menulis! Lebih banyak lagi yang “ingin” menulis. Tapi biasanya masih suka terhambat dengan pemilihan kata-kata, semangat menulis dan dorongan hati.

Bagaimana denganku??

Belakangan ini aku belajar untuk menulis lebih dari sekedar tulisan-tulisan yang ada di “diary”ku. Peningkatan proses pembelajaran, itulah sebutanku. Aku ingin merangkaikan kata demi kata yang lebih menggambarkan ‘rasa’ yang ada di dalam jiwa. Tulisan yang menyiratkan jati diri si penulis. Bagiku, tulisan adalah salah satu media Ta’aruf (berkenalan) antara si penulis dengan jati dirinya, juga antara si penulis dan si pembaca.

Akhir-akhir ini aku sangat kagum dengan seorang penulis, Pramoedya Ananta Toer. Guru dalam perlawanan dan perombak peradaban. Aku sepakat dengan pemikirannya tentang menulis ” Apapun bisa kau tulis, Menulislah, tulislah apapun itu, tulislah semuanya, menulislah tak peduli tulisanmu ditolak editor atau penerbit, tak peduli tulisanmu di larang atau dibakar, tetap menulis!!!” Bagiku, sosok Pram’s menggambarkan jelas apa yang disebut dengan “Ikhtiar dalam menulis”. Buku-bukunya yang dulu dibakar dan dilarang hingga menjebloskan dia bertahun-tahun dalam penjara, kini bisa menjadi pelita dan saksi perjuangan melawan penjajahan dan ketidakadilan. Tulisannya telah di alihbahasakan ke sekitar 40 bahasa di dunia dan beliau menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menjadi nominator penerima penghargaan Nobel Sastra. Satu hal yang beliau perlihatkan padaku

Pramoedya Ananta Toer

MERDEKA DALAM MENULIS!!!!
meski raga terkukung dalam jeruji besi
namun tidak jiwa dan rasa di dalam dada…

Dan kini, di awal lembar tulisanku di blog ini ada satu jawaban yang menjadi penyemangatku yang kupelajari dari Semangat seorang Pram’s

……………………………………………………………………………………………………………

Kamu : “Na, mengapa kamu menulis?”

Aku : “Sayang, itu karena satu alasan……… CINTA!”

“Kalau kamu ???”

…………………………………………………………………………………………………………

Itu sudah….
(na)

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Kamis, Maret 20, 2008 in Mind, Tentang Manusia

 

Tag:

8 responses to “Episode 1 : Karena satu alasan

  1. kumanz

    Jumat, Maret 21, 2008 at 7:44 am

    sip na…ngeblog merupakan media yang paling pas buat menulis….walaupun sekedar posting yg tdk bermakna dan asal2an kayak gw…hehe…

     
  2. geknana

    Jumat, Maret 21, 2008 at 9:02 pm

    * Kumanz : hehehe gak ada yang tidak bermakna buat mereka yang mau belajar bung :p. Salam kenal ya Kumanz. Saya punya teman namanya Umang, apa itu kamu??

     
  3. kumanz

    Sabtu, Maret 22, 2008 at 12:23 am

    masa g kenal na….padahal kta sering YMan lho….ayo cari tau dengan jarimu…hehe

     
  4. geknana

    Sabtu, Maret 22, 2008 at 1:22 am

    * Kumanz –> olala, ini kak Aris anak SMA 4 ya?? hehehe, maapin juniormu yang pelupa ini ya…. hehehe.

     
  5. Ariyo

    Kamis, April 3, 2008 at 2:00 am

    Kita ingat lebah madu, bila para lebah tak lagi membuat sarang madu maka takkan pernah pula manfaat madu bisa dituai. Lha sarangnya aja gak ada, apalagi madunya hehehe…

    Sungguh Allah Maha Mengetahui, Dia karuniakan kemampuan pada lebah-lebah untuk ‘mengikatkan’ madunya ke dalam sarang yang sempurna lagi indah. Kelak manisnya madu siap dituai dan diambil manfaatnya.

    Uhmm…’mengikatkan’ madu?? samakah dengan ‘menulis’?? Pram bilang “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah… Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Lalu Ali bin Abi Thalib bertutur, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

    Segala puji hanyalah Milik-Mu, Ya Allah. Makasih Na, udah ngingetin tentang esensi menulis. Wallahu’alam bishawab.

     
  6. geknana

    Minggu, April 6, 2008 at 8:12 am

    sama-sama Mas Ariyo ^___^

     
  7. nonick

    Selasa, Juni 10, 2008 at 12:00 pm

    saat kamu menemukan Pramoedya Ananta Toer sebagai mentor secara tidak langsung, kamu akan mulai masuk dalam dunia-dunia pemikiran yang ajaib….
    menurut Beliau, menulis adalah perjuangan…

    setiap kata yang terukir dari penanya yang terangkai menjadi sebuah masterpiece adalah sebuah sumbangan penting bagi peradaban manusia Indonesia khususnya dan masyarakat dunia secara umum…..

    aku juga mengagumi Beliau sebagai seorang penulis…..

    selamat belajar bersama Beliau….

    it’s really nice ta know u…..

     
  8. geknana

    Selasa, Juni 10, 2008 at 10:45 pm

    ya, makasi,,, aku memang sedang belajar banyak dari beliau,,, hal terbaru yang berusaha aku resapi adalah kata2nya tentang pelajar,,,

    “Seorang pelajar harusnya ADIL sejak dalam pemikiran,,,”

    Subhanallah! kecerdasan dan pendidikan memang bukan masalah waktu, tapi masalah kemauan, kepekaan dan ketekunan…. jujur, aku merasa sangat ‘ditampar’ dengan kata2 itu…

    btw, nice to know u too… punya alamat blog?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: