Quote 22 : Hadapi Ketakutan Cinta
Kamis, Januari 22, 2009

Harus lebih berani menghadapi setiap ketakutan
karena setiap Cinta pasti diuji
…
.
catatan :
Ketakutan pasti akan selalu datang untuk melemahkan Cinta. Takut akan kehilangan, takut akan berpisah, takut tidak tercapai, takut takut dan takut… Tapi bukankah menCintai itu berarti memberi? maka kebersamaan bukan tujuan utamanya. Tapi kebersamaan adalah anugerahnya.
Lalu untuk apa kita menCintai? karena satu alasan tentunya
Quote 21 : Cita-Cita No 1
Senin, Januari 19, 2009

Menjadi Istri dan Ibu Pemimpin
…
.
catatan : mungkin kedengaran seperti desakan atau dilemma seorang mahasiswi yang sedang diambang batas akhir kemahasiswaannya dan seolah-olah belum menentukan status kemaha-an selanjutnya. tapi buat nana, ini adalah suara hati. suara hati nana yang fitrahnya adalah perempuan. suara hati yang sebaiknya mulai dari sekarang nana pupuk dengan niat, azzam, usaha, pengorbanan, sabar dan doa. Rabb, jika memang suara hati ini membuat nana menjadi hamba yang lebih baik, mudahkanlah jalannya Rabb. InsyaAllah, amin…
Wanita-wanita yang jahat untuk Laki-laki jahat, dan Laki-laki jahat untuk Wanita-wanita yang jahat pula. Sedang wanita baik-baik untuk laki-laki baik-baik, dan Laki-laki baik-baik untuk Wanita baik-baik pula Q.S : An-Nur (24) : 26
Episode 31 : Aku akan terus membopongmu
Kamis, Desember 18, 2008

“Sometimes we don’t need to find Love, but to FEEL it…”
Pada hari pernikahan, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Dan ia sangat tahu itu.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka…
Dewi hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dewii yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartemen yang kubelikan untuknya. Dewi berkata, “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dewi dan berkata, “Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.? Aku ada sedikit urusan di kantor.” Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas di pikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai di depan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV bersama. Atau, aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dewi. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan?” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. ketika istriku mengunjungi kantorku, Dewi baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Dewi berkata padaku, “Hei Ning, ceraikan ia, O.K? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya, ”Adasesuatu yang harus kukatakan” Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara.
Sekali lagi aku melihat ada luka di matanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. “Aku ingin bercerai,” kuungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, “Kenapa?” ”Aku serius.” Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu bukan laki-laki!” Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dewi.
Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian di mana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras di depanku, hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh telah terjadi…
Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apa pun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, “Hei Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?” Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku di lenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu .” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dewi soal syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, “Wah, papa membopong mama, mesra sekali.” Kata-katanya membuatku merasa sakit… Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, “Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun dil uar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku di lenganku. Bayangan Dewi menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, di mana ia telah menyimpan bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dewi tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang” Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar.
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, “Semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus. Itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong Mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia di lenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya di lenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata, “Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua” Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, “Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya, “Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius”. Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam”. Kutepiskan tanganya dari dahiku, “Maaf Dewi, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu.”
Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis, “Aku akan membopongmu setiap pagi, sampai kita tua.”
“….. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu , padahal ALLAH menjadikan padanya kebaikan yang banyak” Q.S An-Nisa (15) 19
catatan : cerita ini nana kutip dari email forwardan di milis tetangga, semoga bermanfaat…. Pahlawan, Cinta itu akan semakin indah dinikmati dengan penuh syukur bukan?? Dan nana bersyukur atas waktu yang masih dimiliki untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk kehidupan berbagi denganmu nanti, arkeologku
Itu Sudah
(na)
Episode 30 : Nana memanggilmu Pahlawan
Senin, Desember 15, 2008

Ada dua hal yang berbeda mulai hari ini di blog www.geknana.wordpress.com. Karena beberapa hal yang sering terpikirkan akhir-akhir ini, akhirnya tersadar bahwa diri ini masih penuh banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, banyak mimpi dan obsesi yang belum sempat terealisasikan. Dan tampaknya kata ‘aku’ yang sering terpakai hanya akan memberikan keterbatasan dalam ruang gerak ekspresi jari-jari ini. “aku” seolah-olah membuat image kaku yang sempurna pada seorang sosok yang sebenarnya masih banyak warna lain yang diluar ke’aku’an itu sendiri.
Jadi biarlah mulai hari ini, aku akan sering ditemani oleh saya, gue, kulo, abdi, tiang, me, dll. Dan akan lebih sering lagi dengan sebutan Nana. Karena itulah diri ini apa adanya, Nana.
…
Yang kedua, mulai hari ini nana akan memanggil semua pembaca blog ini yang budiman dengan panggilan kesayangan, Pahlawan.
Mengapa?
Nana jadi teringat cuplikan film “Freedom Writers” yang na tonton beberapa waktu lalu. Udah pada nonton belum? Direkomendasikan banget untuk menonton film ini karna ada banyak pesan-pesan penting tentang menghargai perbedaan. Dan lebih-lebih film ini diangkat dari kisah nyata kerusuhan etnis di LA lalu. Dalam film itu dikisahkan sekelompok remaja beserta gurunya mengundang Miep Gies yang merupakan penolong dari Anne Frank pada masa Holocoust. Ada dialog yang menjadi favorit nana saat itu. Ketika Miep Gies sedang menceritakan pengalamannya menyelamatkan Anne Frank, seorang laki-laki menunjuk tangan dan berkata ” I never have a hero before, but you are my hero”. Lalu setelah terdiam beberapa saat Miep Gies menjawab “No, no, don’t say that my dear. I’m not a hero. I just do what I have to do, because that is the RIGHT thing to do”. Saat itu semua anak hanya terdiam mendengarnya berbicara, bahwa sebenarnya kita hanyalah manusia biasa “ordinary people” dan setiap orang memiliki ceritanya masing-masing. Dalam cerita itu, pastilah setiap orang berjuang untuk sebuah kebenaran yang ada di hatinya. she said : you are a hero every day. Kata-kata ini sangat menyerap di pemikiran nana, seolah saat itu na juga ikut menjadi peserta diskusi itu.
Dan na ingin membagi rasa ini pada semua, saat ini na ingin menggunakan ‘kacamata’ yang dipake Miep Gies saat itu. Bahwa setiap orang memiliki ceritanya masing-masing dan setiap orang menjadi pahlawan paling tidak bagi dirinya juga. Karena Pahlawan adalah mereka yang melakukan hal-hal yang benar untuk dilakukan.
So, Pahlawan ayo kita selalu melakukan satu hal
Do the right things !
Semangat..!!!
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And youll finally see the truth
That a hero lies in youMariah Carey – HERO
Itu sudah
(na)
Episode 29 : Oh You My Dreamland
Jumat, Desember 12, 2008
Oh You My Dreamland
..
.
You’re so perfect that I couldn’t deny
You’re shinning like the sun with every simple word you told
You show me the meaning of self reliant
while everybody telling me about self confidence
You’re giving awareness between indiferrence
and all the weirdo things on you
You’re breaking down the wall of intolerance
and build me a palace of universality
After all, you rescuing me from my blind perfecto perception
And now here I am, with a smile and tears get along
Only because I am myself
and you’re taking part in finding it out
…
You’re so perfect that I couldn’t resist
That this imperfect mankind only can hope the best for you
Oh You My Dreamland
Episode 27 : Suara Hati Pelayang
Minggu, November 30, 2008

Layang-Layang
…
.
Kutemukan dia diantara barisan layang-layang yang indah
Layang-layang bentuk garuda berekor pelangi
Matanya tajam seolah siap terbang bersinar di angkasa
Dan sayapnya lembut memberi pernaungan
Dulu, aku hanya cukup melihat dan mengagumi layang-layang
Tapi kali ini aku diberikan kesempatan untuk menerbangkan layangan Garuda itu
Awalnya, aku tidak tahu bagaimana caranya
Cukup diulur di darat lalu ditarik ke udara begitu saja?
Namun layangan Garuda ini bagus,kualitasnya memudahkanku menerbangkannya
Talinya ku pegang erat agar tak goyah
Dan perlahan aku belajar membaca angin dan alam
Ketika angin kencang dan membuatnya terbang sangat tinggi
Aku harus mengulur taliku supaya dia bisa bebas
Namun, saat angin kencang membuat langkahnya goyah dan hampir terjatuh
Aku harus menarik dan menjaganya sedikit lebih kencang
Terkadang aku takut saat dia terbang begitu tinggi,
Takut aku tak mampu melihatnya lagi
Dia bukan milikku, hanya titipan
Aku hanya terus mengingatkan diri
“Bukankah kau lebih senang melihat aksinya di udara
daripada hanya terpekur diam di pojok gudangmu yang usang?”
Saat ini, si Garuda berekor pelangi sedang diterpa badai
Sinar matanya sedikit meredup dan sayapnya terluka
Aku berusaha memegang taliku sekencang-kencangnya
Sesekali tali itu menggores-gores tangan dan lenganku
Tapi aku tidak akan menyerah hingga batas akhir
Terus-menerus ku lantangkan dengan keras
” Ayo! BANGKITLAH, Tuhan bersama orang-orang yang Ikhlas dan pantang mengeluh.. ”
…
.
Layang-layang,
Terbanglah setinggi-tingginya
Capailah langit ke tujuh
Dan sampaikan salam pada Rabbku
“Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh, wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”
Alhamdulillah.
Episode 20 : Laskar Pelangi
Selasa, Oktober 28, 2008
Akhirnya…
Film yang diangkat dari novel best-seller Andrea Hirata dengan judul yang sama, Laskar Pelangi, ini sebenarnya sudah mulai tayang sejak 25 September 2008 lalu, namun baru empat minggu kemudian “akhirnya…” aku kesampaian juga nonton film anak Belitong ini. Ndak usah ditanya kenapa, panjaaaaaaaang ceritanya
Kesannya…
Biasanya aku sangat suka ngemeng-ngemeng tentang sebuah film ato karya seni dengan detail sampe ketetek-bengeknya (:P). Tapi mungkin karena ambisi untuk mengomentari itu sudah bercampur aduk dengan rasa kesabaran yang hampir di ujung tanduk, aneh dan seru merasakan pengalaman berlari-lari dan ngantre (
), kenalan dengan teman2 baru yang senasib, campur aduk deh, sampe ‘eneg’. Akhirnya kesan yang tertinggal hanya satu, Salut ! (buat penulisnya, movie-makernya, aktris2nya, orang-orang dibelakang layarnya, semuanyaaaa )
Postingan kali ini, bukan aku tujukan untuk menyampaikan pendapatku tentang film maupun novelnya, tapi ijinkan aku untuk menyampaikan pesan-pesan Cintaku pada tokoh-tokoh yang diceritakan dalam kisah ini;
Ikal : Kal, suatu hari nanti aku mau kamu menjadi salah satu komentator di cover buku yang aku tulis.
Lintang : Lintang, semangat dan kecerdasanmu membuatku malu karena sampai saat ini aku belum memaksimalkan semua potensi dan kesempatan yang masih bisa aku nikmati. Aku akan belajar lebih keras !
Mahar : Booiii… boleh suatu hari kita berduet lagu-lagu daerah ? kau mengajari-ku lagi Bunga Seroja aku akan mengajari-mu lagu terkenal dari Bali, Bungan Sandat
. Btw, tertarik dengan gitar akustik gak? Gak kalah seru lo dengan musik Jazz-mu itu, fufufu
Bu Mus : Bu, saya juga ingin jadi GURU sepertimu. Subhanallah
Pak Harfan : terima-kasih sudah banyak mengajarkan saya tentang pendidikan dan hidup dengan memberi. saya setuju pak, bahwa pendidikan itu tidak cukup hanya membuat orang tahu, tapi juga harus membuat orang untuk BERGERAK. Lebih setuju lagi tentang : Education is not only transfer of knowledge but also transfer of VALUE.
Laskar Pelangi : meski kalian sudah dewasa dan memiliki jalan masing-masing, ayo!! kita tetap mengejar cahaya di balik pelangi. Mimpi-mimpi itu masih belum pudar bukan ?
![]()
……………………………….
dan ada satu tokoh kesayanganku yang belum keluar di film ini tapi benar-benar ingin aku sampaikan sebuah pesan Cinta untuknya;
Arai : jika bertemu denganmu nanti, ayo kita bercerita banyak tentang Cinta dan kesetiaan…
Kawan, kalo bertemu mereka, apa yang akan kalian lakukan?
Itu Sudah.
(na)
NB : supaya lebih semangat ,yuks kita mendendangkan soundtrack film ini. Jarang-jarang ada lirik lagu Indonesia yang sangat bermakna seperti ini :P .

NIDJI : Laskar Pelangi
MIMPI adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnyalaskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwareff:
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia selamanyacinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kitalaskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumirepeat reff [2x]
laskar pelangi takkan terikat waktu
Episode 19 : Diam juga Bahasa Cinta
Rabu, Oktober 22, 2008

Ini hatiku,
Seperti telaga, meski dengan selaksa riak-riak kehidupan di dalamnya
aku harus tetap menghadapi dan memberi pantulan keindahan Cinta
(penCinta)
.
.
Kawan, setujukah bila Cinta tidak cukup hanya diucapkan dengan kata? Cinta seorang ibu telah termanifestasikan melalui pengorbanan dan dukungan tanpa henti bagi anaknya. Cinta seorang ayah terwujud dalam perlindungan dan bimbingan yang diberikan menuju jalan yang benar. Dan adakah sosok-sosok penCinta itu hanya berucap dengan janji-janji? Jelaslah bagi mereka bahwa Cinta merupakan kata kerja.
Standing in…
Aku teringat dengan salah satu diskusi menarik di kampus dengan kawan-kawan. Saat itu kita sedang seru mendiskusikan tentang bagaimana caranya menunjukkan Cinta, atau mengubah Cinta menjadi sebuah aktivitas. Saat itu sebagian besar dari kita menyatakan setuju bila menCintai lebih membahagiakan daripada diCintai. Itu karena ketika menCintai kita tidak perlu menunggu waktu kapan, you can do it whenever you want! Kita menjadi subjek yang aktif bukan objek yang pasif. Sementara diCintai kita menjadi objek yang tergantung/menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain.
Lalu aku berpikir tentang makna AKTIF. apakah maksud menCintai secara aktif? memberi terus-menerus? bagaimana jika yang kita beri tidak mau, atau tidak ikhlas? Maka, kitapun harus kembali pada tujuan menCinta itu sendiri. membahagiakan yang kita Cintai. Bagaimana caranya kita membahagiakan bila kita tidak tahu apa yang membuatnya bahagia? Maka, sebaiknya mulailah dengan mencari tahu apa yang membuat mereka bahagia, need assessment.
Diam…
Dan diam sesungguhnya juga bisa menjadi aktivitas AKTIF bagi penCinta. Diam yang dimaksud disini bukanlah diam karena merasa lelah untuk memberi, bukan pula karena bosan dan jenuh dengan yang kita beri, seolah-olah kita terpaksa untuk diam agar terhindar dari rasa sakit. Tapi Diam yang aku maksud disini adalah diam karena PILIHAN. Bukankah terkadang seseorang butuh waktu dan ruang untuk mencari jati diri? Atau kita MEMILIH diam karena diam merupakan alternatif lebih baik daripada aktivitas menCinta yang lain? Bayangkan seorang penCinta yang berkomitmen untuk menCinta seorang laki-laki/perempuan. Namun ternyata pilihannya itu memilih untuk menikah dengan orang lain. Lalu apakah si penCinta kita harus tetap menunjukkan Cintanya meski dengan konsekuensi merusak rumah tangga orang lain? Dalam bukunya Ust. Salim A. Fillah ; Jalan Cinta Para Pejuang menuliskan, karena Cinta harus bersujud di mihrab taat. Ya! Karena memberi-pun ada batasan-batasan benar dan salahnya. dan bagi si-penCinta yang aku ceritakan di atas, maka diam menjadi PILIHAN terbaik baginya bukan? Aku jadi ingin mengutip sebuah puisi seorang kawan blogger, Muhammad Rum. Puisi yang menggambarkan bagaimana aktivitas DIAM seorang penCinta sesunggunya menjadi aktifitas yang benar-benar super sibuk dan ramai di dalam hati. Karena DIAM bukan hanya aktifitas fisik tapi menjadi Aktifitas Spiritual bagi Cinta.
Ini Hatiku, Caverna!
Rum Muhammad
“Ini hatiku,
Juga pernah jadi stasiun keberangkatanmu
Di sini ada tawa dengan lebih banyak tangis
Orang meninggalkan tempat ini tanpa menengok lagi
Bertemu dan berpisah hal yang biasa
Saat pagi meninggalkan kita
Maukah kau hirup udara segarnya?
Sebelum deru siang yang sibuk datang
Sebelum ramai penumpang hilir mudik
Dalam laju gerbong keretamu
Juga kelak di tengah peristiwa bahagiaanmu
Adakah kau masih pemilik sapa itu?
Sudikah melambaikan tangan ke arahku?
Dan, ketika kubacakan kembali tentang kita
Maukah kau tersenyum lagi, maukah?”
(Rum)
Direkomendasikan untuk membaca postingan Ini Hatiku, Caverna. ada banyak penjelasan tentang perbedaan falling in dan standing in…
Lalu, menambah sedikit tentang DIAM sebagai bahasa AKTIF dalam menCinta ini. Pertanyaan selanjutnya adalah, sampai kapan? Apakah selamanya kita harus melulu DIAM demi kebahagian yang kita Cintai??? Tidak. Itulah yang membedakan DIAM karena PILIHAN dan karena terpaksa. Dan disinilah sebenarnya tantangan dari menCinta itu, merasakan saat yang tepat. Ya, saat yang TEPAT. Saat dimana dengan Cinta membuat yang kita Cintai lebih bahagia. Saat dimana dengan Cinta semakin mendekatkan kepada kebenaran dan SANG MAHA CINTA. Cintailah orang tua dengan membuat hidup mereka lebih bahagia, dan Cintailah orang tua dengan jalan-jalan yang membuat semakin dekat dengan-Nya. Bolehkah membuat kedua orang tua bahagia dengan kuseksesan yang didapat melalui kecurangan dan kebohongan? tentu tidak bukan? Dan Cintailah ia yang telah menjadi PILIHAN-mu di saat yang BENAR dan cara yang TEPAT.
………………………………………………..
Cinta dititipkan untuk dikembalikan lagi pada-Nya,
percantiklah Cinta dengan menyedekahkannya di jalan-jalan taat
karena sedekah menyucikan Cinta, dan itulah harta
.
Dan ketahuilah
pada dasarnya kebutuhan setiap orang adalah sama;
berdamai dengan Tuhan-Nya, maka
Kebahagian sejati adalah saat bisa dekat dengan Sang Maha Cinta.
.
Dan setiap Cinta pasti diuji…
……………………………………………
ps : Alhamdulillah, untuk semua yang telah menginspirasiku menulis tulisan ini, Jazakumullah
Itu Sudah
(na)
Quote 15 : Surfer Philosophy
Jumat, Oktober 17, 2008

No one FALLS IN LOVE by CHOICE, it is by CHANCE.
No one STAYS IN LOVE by CHANCE, it is by WORK.
And no one FALLS OUT OF LOVE by CHANCE, it is by CHOICE
After all,,,, just STAND IN LOVE
…
.
catatan :sebuah pesan dari Glenn melantun untuk semua..
Habis sudah…
Airmata sang kekasih…
Meratapi kekasihnya tak berubahKarna cinta tak mungkin terbagi-bagi
Juga cinta tak mau dikhianati
Itu sebabnya…Dan habislah…
Rasa di dada yang menyiksa…
Akhirnya… Jawabannya…KETULUSAN
Ini aku, bukankah sebelum lahir setiap kita telah bersaksi Tiada TUHAN selain ALLAH ? Dan ALLAH tidak akan membiarkan janji untuk tetap setia itu tanpa bukti. Dan itulah salah satu cara-Nya menCINTAI, Yaa Dhoorru wa Naafi’. Karena Cinta yang sejati hanya pantas untuk-NYA.
Tuhan, terima kasih atas rasa yang ENGKAU hadirkan detik ini, “berdamai dengan ketetapan-MU”. Duhai ENGKAU yang Maha menguasai Hati, Duhai ENGKAU Yang Maha Memberi Petunjuk, jagalah keteguhan rasa itu pada jiwa yang lemah ini, Rabb. Amin
Quote 14 : Aftermath
Kamis, Oktober 16, 2008

B’coz the Sun still rise,
the Sky still blue,
and the Rain still fall,
I cry…
catatan :Aku bersaksi terhadap ketetapan Tuhanku,
” Ingatlah ketika ALLAH menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dari-Nya, dan ALLAH menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan kamu dari gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan MEMPERTEGUH dengannya telapak kakimu” QS.Al-Anfal (8) : 9
Alhamdulillah, seluruh puji dan Cinta hanyalah untuk-MU, Duhai ENGKAU Yang Maha Membolak-balikan hati…
Quote 12 : Kalimat Terindah
Jumat, September 19, 2008
La ilaha illaALLAH
I Love ALLAH
and I Love you b’coz of ALLAH
……..
…
.
catatan : Bismillah…Aku bersaksi terhadap ketetapan dan firman Tuhanku,
” Tidakkah kamu perhatikan bagaimana ALLAH telah membuat perumpamaan yang kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang ke langit),
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-nya. ALLAH membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
ALLAH meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan ALLAH menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang DIA kehendaki”
Q.S 14 Ibrahim : 24-27
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung… amin
Itu sudah
(na)
Episode 13 : Conversation about Peace
Jumat, September 19, 2008

” There is no way to peace, peace is the way“
.
Hmmm.. beberapa hari yang lalu (akulupa tepatnya tanggal berapa)aku melihat sebuah status di YM seorang sahabatku (Mas Dodi, peneliti di Pusat Studi Perdamaian dan Keamanan UGM) dengan tulisan sebagai berikut ” ada yang lebih penting dr sekedar kata Cinta…” Tertarik dengan shoutout yang berhubungan dengan Cinta tersebut, akhirnya aku memulai dialog singkat membicarakan tentang Cinta dan Perdamaian. Aku ingin sekali membagi dialog ini dengan kawan-kawan pembaca semua, dengan tujuan membuka dialog yang lebih luas lagi tentang Cinta dan Perdamaian… Selamat menikmati
………………………………………………………..
geknana: halo mas Dodi….
geknana: jadi curious nie,,, emang yang lebih penting dr sekedar kata Cinta itu apa??
dody wibowo: halo…
dody wibowo: duuuuhhh banyak banged yang nanyain itu
dody wibowo: hahhaha
geknana: iya,,, pinter bikin status yang kontroversi nie
dody wibowo: sebenernya itu aku ambil dari lirik lagunya maliq n d’essential
dody wibowo: tapi kalo aku artiin sih.. yang lebih perbuatan atau bukti ya
dody wibowo: daripada hanya kata cinta
geknana: ooo itu toh maksudnya
geknana: nana pikir yang lebih penting dr Cinta itu Perdamaian
geknana: hehehe
dody wibowo: cinta kan bagian dari perdamaian
dody wibowo: damai = cinta
dody wibowo: heheheheh
geknana: cieeeee,,, hehehe boleh … boleh…
dody wibowo: lho, iya kan… ketika kita hidup damai, disana ada cinta
dody wibowo: cinta membuat orang hidup damai
dody wibowo:
geknana: kalo damai dengan ambisi untuk memimpin/berkuasa bisa harmonis gak mas??
dody wibowo: ya tentu engga
dody wibowo: pasti ada yang tertindas disitu
geknana: berarti damai itu sesuatu yang anarkis??
dody wibowo: lho?
dody wibowo: kalo anarkis, gak damai dong
geknana: anarkis itu bukannya kondisi yang tanpa hierarki githu??
geknana: maksudnya gak ada kepemimpinan yang terpusat??
dody wibowo: anarkis kan lebih kepada situasi yang tanpa hierarki tapi kacau
dody wibowo: kalo dalam damai, ada komunikasi dan kesepahaman
geknana: oooo….
geknana: trus,, dalam damai gimana cara orang memandang perbedaan ?
dody wibowo: dalam situasi damai bisa ada pemimpin
dody wibowo: tapi kepemimpinan itu adalah hasil kesepakatan semua pihak
dody wibowo: tanpa ada pemaksaan
dody wibowo: kalo aku bilang, kunci dari perdamaian itu adalah komunikasi yang baik. dan komunikasi yang baik itu adalah ketika pihak2 mau berdialog, mau mendengar, dan mau memahami satu sama lain
dody wibowo: seperti halnya konflik.. konflik bisa menjadi sesuatu yang buruk, tapi bisa juga menjadi sesuatu yang baik
dody wibowo: konflik selalu ada dalam hidup kita, kita gak bisa menghindari
dody wibowo: tapi kemudian yang menjadi penting adalah bagaimana kita menangani konflik itu agar menjadi sesuatu yang baik, yang membangun, dan menjadi bahan pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik
geknana: berarti mas Dodi setuju gak kalo pemimpin itu seharusnya dipilih/dicalonkan,, bukan mencalonkan diri (mengutip kata2nya Sultan nie )
dody wibowo: ya, aku setuju
dody wibowo: untuk memimpin, diperlukan dukungan dari yang dipimpin
dody wibowo: jadi nanti bisa ada kerjasama yang baik
dody wibowo: kalo tiba2 seorang mencalonkan karena dia merasa mampu, padahal yang bakal dipimpinnya melihat yang sebaliknya
dody wibowo: ya susah
geknana: hmmm…bener sie….
geknana: tapi mas kalo kita liat keadaan skrg,,, apa ada capres yang seperti itu cocok maju ke pemilu 2009 besok?
dody wibowo: jelas gak ada ya… hehehe…
geknana: hehehehe
geknana: berarti Indonesia masih belum deket dngan perdamaian ya??
dody wibowo: bukan hanya indonesia
dody wibowo: dunia juga
dody wibowo: heheheh
dody wibowo: tapi yang penting sekarang adalah
dody wibowo: bukan pada apa kita udah dekat ama perdamaian atau belum
dody wibowo: karena kalau mau mencapai keadaan yang bener2 damai 100 persen bisa dikatakan hampir gak mungkin
dody wibowo: tapi yang perlu kita perhatikan adalah prosesnya
dody wibowo: ketika kita berubah, maka berubahlah dengan cara yang damai
dody wibowo: bukan dengan kekerasan
dody wibowo: ada tokoh yang bilang: there is no way to peace, peace is the way
geknana: berarti kalo boleh dibilang,,,,
geknana: keinginan menjadi pemimpin itu bagus,,, lebih bagus lagi jika bisa memimpin dengan damai?
dody wibowo: tentu
…………………………………………………………..
Begitulah dialog singkat kami tentang Cinta dan Perdamaian. Aku mengundang kawan-kawan pembaca untuk memberikan komentar atau opini lebih lanjut tentang topik ini. Kalo ingin berdiskusi secara personal tentang topik ini, silahkan undang aku di YM dengan account : nana_qy . Aku tunggu opini cerdas dan seksimu
(huehehehe) Dialog Yukzzzzzzzzzzzzz !!!!!!!
nb : buat mas Dodi,,, terimakasih sharingnya yaaaaaaaaaa….. salam damai ![]()
Itu Sudah
(na)
Quote 5 : Istimewa untukmu
Senin, Juni 2, 2008
” I Love You Rationally and Irrationally “
………………..
………..
…..
.
catatan : Ini hatiku sayang, terimakasih telah menjadi pelita di tengah kegalauanku. Beberapa kali aku gagal dalam Cinta yang terlalu rasional ataupun Cinta yang terlalu irasional. Tapi kini, bersamamu, aku bahagia bisa menjalani Cinta yang begini. That We are Standing in Love !!!
Kuberikan rasa Cintaku padamu secukupnya, tidak kurang tidak berlebih…


