
Arsip Kategori: Tentang Cinta
Episode 41 : Cemburu dan Roller coaster

Quote 24 : Lover is like a shoes
![]()

“I wouldn’t bother my time to find my PERFECT shoes, because all I need is my RIGHT shoes
which keeps my feet warm and protect it from any harm…
and it’s not far, it’s here! right beside me..
it’s YOU.
thanks for being such a RIGHT shoes for me
“
(geknana)
klo ada yg mw ngopy boleh kok...tp gak jamin ya efek sampingnya gimanaa hehehe
Menurut nana, kekasih itu seperti “Sepatu”… biasanya kalo lagi window shopping kita sering silau dengan banyaknya sepatu yang cantik dan lucu, namun biasanya akan ada satu yang membuat kita berhenti sejenak depan sepatu yang menurut kita gayanya “its so me..!” dan pingin nyobain, trus pas kita coba2 bentar rasanya pas,meski kadang2 keinginan untuk melihat yg lain juga masih ada tapi kesan pertama yg ia berikan menjadi pembanding yang lumayan berat dari yang lain, lebih-lebih kalo harganya “cocok” dengan kita. nah, pertimbangan2 itulah yg akhirnya bikin kita mutusin untuk memilih sepatu itu. dan biasanya awalnya kita yakin, its just so perfectly fit on me.
Read the rest of this entry »
Episode 40 : Gelar dan Cinta

“Don’t Judge People by Their Title”
Prelude ;
Someone : bu, kok gak ditulis gelarnya disini??
Aku : aduh ribet bu, ndak usah aja ya?
Someone : lhoo..gelar itu penting lo bu, biar orang tahu siapa ibu sebenarnya…!!!
Aku : ……..
Itulah yang akan menjadi latar belakang tulisanku hari ini. Gelar. Terus terang secara pribadi, gelar bukanlah hal yang patut na tonjolkan kepada orang lain. Biarlah orang tahu kapasitas na dari apa yang nana lakukan. Namun tulisan ini bukan pula sebuah penolakan mutlak untuk menggandengkan gelar (status, agama, kependidikan, dll) dengan nama kita. Biarlah tulisan ini menjadi sebuah rangkaian memori dan pemikiran na tentang Gelar, maklum soalnya sedang mengalami masa-masa pasca-kuliah. hehe
Read the rest of this entry »
Episode 34 : Arti Sahabat
To me, bestfriend is a life-changing friend
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.
Pahlawan, tahukah kalo hari ini cuacanya begitu cerah… Langit biru seluas samudera dengan awan seputih kapas terus memayungi gerak perjuangan yang kita lalui hari ini. bahkan dari jendela kamarku di lantai dua, nana masih bisa menikmati suasana ceria sabtu ini. Dan lebih senangnya, setelah tadi pagi dibombardir dengan asap2 pengusir nyamuk aides aegypty akhirnya burung2 kenari tetap mau bertengger dan berkicau menemani saat-saat soreku yang penuh dengan kedamaian ini. Sebenernya gak terlalu damai-damai banget sie, karna masih banyak tugas-tugas yang menumpuk dan menjerit untuk diselesaikan…Yah, buah dari kemalasan dan menunda-nunda. Tapi, sejenak…nana ingin berdamai dengan sore ini dan memikirkan tentang 22 x 365 yang telah nana lewati ini.Hari ini, di tengah-tengah kesendirian nana dan diri nana sendiri, muncul satu pertanyaan.
Am I a lonely person?
Episode 31 : Aku akan terus membopongmu

“Sometimes we don’t need to find Love, but to FEEL it…”
Pada hari pernikahan, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Dan ia sangat tahu itu.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka…

