RSS

Arsip Kategori: Mind

Travelling : Lille and Petit Prix Voyage

Dear readers,

I have just got one of the best week in my life, because I went for travelling to Switzerland 5 days 4 night. I got this information before from my friend Ainun Nazriah, Indonesian student in Lille France. She told me that University Lille 1, had a Chinese Student Organisation called CICE whice organise trips to several cities with reasonable price for students, called Petit Prix Voyage. Ainun asked to join her to participate in Switzerland Trip. Luckily it was a spring break in my campus, so voila. We went to Switzerland, Alhamdulillah :)

The travel start from Lille on Monday 27 March 2012 , but I took a train from Paris to Lille on Saturday so I got two days to explore Lille because it was my first time visiting this city too. My firsy impression about this city is very calm and comfort environment for student. Its very different with Paris, where I live, the metropolitan city. I am very lucky because in Lille there many Indonesian students and they are very helpful. I felt like I found a new family here. Right after arriving at Lille, Ainun picked me up at the station Lille de Flanders and We met Mbak Anti to go to Salon du Musluman. We didn’t go inside because it was very crowded and the conference was conducted in France, I am afraid I will not understand it. So we decided to take a walk and explore the city.

Ainun and Mbak Anti brought me to Grand Platz There was an unique story in this market.I was staring pretty long a Harry Potter novel which was written in French, as a huge fan of Harry Potter I thought that it will help me to improve my poor French level (hehe), but I saw the price was pretty expensive for me (about 8 euro) so I took quite long time to decide whether I will buy the novel or not. And then I decided to buy and go to the cashier, the cashier was an Arabic man and he asked me “Indonesie?” I smiled and answer “yes” I asked “c’est comme biant, monsieur?” He smiled and told me ” 4 euro svp”. I was really surprised and asked “pour quia?” He said ” because we are musliman, brother”. I gave him 10 euro and then he said “no, c’est grautit!” Wowww… subhanallah :)

With Mbak Anti and my lucky Harry Potter ! yay ;)

After 2 days exploring Lille, I prepared my trip with Ainun to Switzerland. The travel is really reasonable price, it is 299euro for 5 days including the hotel and breakfast.  We travelled to Chateau Fontainableau, Geneva, Lausanne, Bern, Luzern, Mt. Titlis and Zurich. Sometimes the organiser will give doorprize to us and also play interesting movies. I am so happy because they played Big Bang Theory in the bus, one of my fave serial! :D   There were abundant of interesting stories I got with Ainun during the trip. I am very happy because my trip end up with new friends and lessons. I will share several unique stories on my later posts. For now, these trip makes me have a new principle in travelling

“I prefer to treasure stories than souvenirs”

:)

Itu sudah

(na)

 
5 Comments

Posted by pada Selasa, Maret 6, 2012 in Tentang Travelling

 

Kaitkata: , ,

Annisa

Dear Reader,

Malam ini saya mau cerita tentang sahabat saya. Awalnya agak bingung milih gaya nulisnya kayak gimana, pinginnya sie sedikit semi-romantis gitu kayak Andrea Hirata tapi pas minta izin sama orangnya buat nulis tentang dia, pesannya “jangan lebay! N biasa aja ya” hehe :D so, this is it.. I will write it simple and fun! Its about her, my best friend, Annisa Gita Srikandini.

Kalau saya harus cerita tentang 7 tahun persahabatan kami pasti akan jadi panjaaaaaang banget. To be short, she is my first mate in HI UGM and now I work in the same office with her, our center of excellence, HI UGM :) .

believe me, we’ve been in every upside down of friendship, except one thing ofcourse, fall in love to each other!! Hihihi (naudzibillah ya Nis,,ketok2 meja)

Malam ini saya mau sharing 1 chapter yg kami jalanin sebulan terakhir. Bulan lalu, in some way she dragged me to host national IHL debate competition in campus. Dan entah kenapa saya susah nolak ajakin mbakyu Nisa ini (hehe). So in the end, selama sebulan intensitas kami kerja bareng jadi nambah banget, saya kebagian coordinate acara dan dia bagian coaching team. Tapi ujung-ujungnya saya keikutan ditarik buat bantu coaching juga (wakakakak). I just stick with u sist!! :D

Kerja bareng sama Nisa, ada beberapa signaturenya yang ga pernah berubah dari 7 tahun lalu.
1. Organizer! Mungkin buat reader yg pernah liat schedule saya,, dijamin schedule sahabat saya ini 3 kali lebih penuh dari punya saya!! Hihihihi.. She’s well planned and push her self to the limit. Boleh dibilang, organizer uda jadi kayak bible-nya Nisa. She put everything inside and believe me she put high commitment on her schedule, so don’t try to be late or brake your promise with her guys! ;)

2. Worktime. Tiap ketemu sama orang yg bakal kerja brg Nisa saya bakal bilang “guys, siap2 pulang kerja minimal maghrib ya..” Hihihi.. Its true, she is a hardworker.so, selama sebulan saya “dengan senang hati” pulang kerja malam. Jaman kami kuliah juga gitu,,mungkin klo ga ada dia saya ga bakal pernah belajar di perpus mpe malam2. Dan tiap kali aku mulai ngeluh dia bakal bilang “na, jadi orang yg sabar yaaa” dengan gaya khasnya yg minta dijewer Hahahaha :) )

3. Surat Cinta. Nah ini dia,, Nisa itu tipikal cewek yg reflektif dan suka nulis. Yap, suka nulis. Apapun dia tulis termasuk surat cinta! Kira2 begini template surat cinta yg sering saya terima dari Nisa,

Dear nana,

Na barusan aku diskusi dengan…. Nah ini ada 5 poin yg perlu di follow up
1. Hubungi si anu via email bilang bla bla bla
2 tentang anu, kita perlu anu, kamu bisa bantu anu ga??
3. Bla bla
4. Bla bla bla..
5. Besok ketemu aku ada 3 poin yg mw tak tambahin

Gitu ya na,

Love n hugs! :)

Bener2, surat cinta yg romantis ya hehehehe :D

But overall,, I ENJOY my work with her! Moreover being her friend! Its miracle that ALLAH made us so close, even closer in this month. Why miracle, because she is a defensive and privacy-holder woman and I am a curious and sensitive one. So it is amazing to found ourselves in this level and can laugh to each other, alhamdulillaah.. :)

But we speak in same language about PURSUING OUR DREAM. We keep on supporting each other. And also we speak the same language in LOVE issues!! Cuma air mata yg pernah jatuh, pelukan yg hangat dan doa yg jadi saksi tentang itu ya Nis :)

Overall,, this is definetely not my last writing about her, since we’ll be together like forever insyaallah.. But for now let me answe her statement on me two days ago “na, gara2 lomba ini kita jd tambah deket ya..dulu paling ketemu klo pas ga ada kelas, tp skrg kita punya lbh banyak waktu..” . “Iya Nisa,, moga ukhuwah kita makin erat dan diridhoi ALLAH ya..amiin” :)

Let’s be on TOP together!!

Nb : dear Nisa yg lg nge-drop, banyak2 istirahat n minum jus buah yuuk..intinya satu,, jadi orang yg sabar ya Niiiiissss.. Hehehe :D

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
5 Comments

Posted by pada Selasa, Mei 10, 2011 in Tentang Manusia

 

Kaitkata:

Episode 45 : Progesteron

“Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain itu penting,

lebih penting lagi berkomunikasi dengan diri sendiri”

(geknana)

 

 

Dear Progesteron,

Surat ini aku tulis khusus untukmu, yg sedang bersemayam dalam siklus haid minggu ketiga tubuhku :)

Salam kenal, Ms. P ! Meski dirimu telah hadir sejak umur puberku, tapi aku baru mengerti tentang hadirmu beberapa bulan terakhir sejak aku baca lebih detail tentang siklus tubuh perempuan. Aku baru paham tentang pengaruhmu pada fisik dan emosiku.  Tapi tenang saja, surat ini bukanlah surat untuk menuduhmu atas sifat-sifatku yang labil, tapi surat ini adalah proposal kerjasama. :)

Kau tahu P, setiap kali kau datang selalu ada tanda-tanda khusus yg mulanya aku tidak terlalu peduli. Nyeri-nyeri ringan diperut, tekanan darahku yang menurun, nyeri di tulang punggung dan pinggang, dan nyeri-nyeri disana P, iya disana! tak perlulah aku tulis disurat ini ya. :D

Lebih lagi, setiap kau datang jiwaku seperti roller coaster P, naik turun! Seolah-olah kau datang bersama sahabatmu bernama insecure yang membuatku selalu khawatir pada hal-hal yang mungkin tak perlu. Temenmu si insecure itu sering nakal menggoda otakku untuk selalu negatif dengan sekitarku P, hu uh :( Ada saja pikiran aneh dan curiga yang dia bawa dan membuatku merasa khawatir, sangat khawatir malah, dan bisa membuat dadaku ngilu gak karuan.Dulu, kalau sudah kayak gini, aku jadi bingung banget P, rasanya pingin marah-marah, bete mendadak, diem bahkan bisa jadi nangis. Sering, aku jadi nyalahin orang lain padahal kalau dipikir-pikir mereka ga ada salah apa-apa kok P. Lebih seringnya lagi, aku jadi sering nyalahin diriku sendiri P, fokus pada kekuranganku, kejelekannku, kesalahanku. Aku jadi merasa gak nyaman dengan diriku. :(

Gak cuma insecure P, ada temenmu yang suka nimbrung juga kalo kamu lagi datang. Namanya, moody. Wah,, kadang aku kerepotan juga kalau yang satu ini datang. Kerjaan jadi ga beres-beres, kadang hubungan ke temen jadi gak lancar juga. Dan sedihnya, ini juga ngaruh ke ibadahku. (astagfirullah) :(

……………

P,

Kau tahu, setelah aku baca banyak tentangmu di buku aku jadi lebih tenang. Maaf ya, selama ini aku cuma menganggapmu masalah. Padahal aku tidak akan tahu yang positif jika tidak pernah mengalami yang negatif. Aku tidak akan pernah mengenal rasa nyaman kalau tidak berkenalan dengan ketidaknyaman. Terima-kasih karena kau mengajariku semua itu P! :)

Kamu lah yang membuatku lebih sensitif dan peka dengan sekitarku, kamu jualah yang membuatku lebih peduli dengan kesehatan tubuhku. Mengajakku minum susu dan buah untuk asupan kalsium dan vitamin saat kau datang. Melarangku begadang dan menjaga waktu tidurku. Menghaluskan perasaanku.

P,

Surat ini aku tulis sebagai proposal kerjasamaku denganmu. Hari ini sudah hampir seminggu kau hadir lagi di tubuhku. Dan gejala-gejala fisik dan emosi itu sedang datang lagi. termasuk si insecure & moody. Terlebih lagi semalam. Fajar ini, setelah merenung banyak aku memutuskan untuk menulis surat ini P. Mulai hari ini aku ingin berubah lebih baik P. Aku tidak mau selamanya dikontrol oleh mereka berdua. Bersamamu P, aku ingin kita bekerjasama untuk mengontrol mereka berdua yuk P! ;)

Tentu saja aku tidak bisa mencegah mereka datang P, karena mereka adalah sahabat-sahabatmu. Tapi bersamamu, aku ingin belajar pelan-pelan untuk mengontrol mereka supaya tidak mengganggu aktivitasku, persahabatanku, dan hubunganku dengan orang lain. Bersamamu aku ingin merayakan insecure & moody dengan positif P. ;)

Lalu, aku ingin lebih fokus pada kelebihanmu yang lain. Saat kau datang aku ingin lebih bersahabat dengan rasa peka dan halus. Aku ingin lebih peduli dengan tubuhku. Aku akan memberimu lebih banyak buah dan kalsium P, kau senang kan? hehe :D

P, aku jadi berpikir,kau datang dua minggu dalam 4 minggu. mungkin itu mengapa persaksian kami (perempuan) dihitung setengah ya P, karena memang saat kau datang otakku tidak bisa berpikir jernih. Mungkin itu pula ALLAH mengibaratkanku adalah tulang rusuk yang bengkok. Terlalu keras diingatkan bikin aku patah, terlalu lembut tetap saja bengkok. (Wallahualam) Tapi justru karna kita tulang rusuknya laki-laki maka kita yang paling dekat dengan jantungnya kan P? aiih aiiih aku jadi maluu sendirii :P :P .

Tapi P,  mungkin itu pula mengapa Rasulullah berpesan ;

“Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyak istighfar karena aku melihat penduduk neraka yang kebanyakan adalah kalian.” (HR.Muslim

Astagifirullah P, jangan sampai aku termasuk perempuan yang tidak bisa mengontrol emosinya ya P.. amiin.

P  sayang,

mulai hari ini kita bersahabat yuk.. bersamamu aku mau belajar mengontrol emosiku dengan perbanyak istigafar dan sedekah. menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Muslimah yang simple dan positif! Bismillaah… semangat! ;)

 

ps: untuk Esterogen, tunggu giliranku nulis surat untukmu ya! hehe ;)

Itu Sudah

(na)

source gambar : http://mikebm.files.wordpress.com/2008/01/real_emotion_by_qa9ed2000.jpg

 
2 Comments

Posted by pada Rabu, April 6, 2011 in Tentang Manusia

 

Kaitkata: , , , , , , ,

Emak

Ibu itu,

perwujudan dari Ketulusan, Kecerdasan, Kerja keras,

Pendidikan dan Kasih Sayang-NYA

yang abadi…

(geknana-01 Juli 2010)

Dear Readers,

Kalimat itu terlintas setelah membaca novel inspiratif karya Daoed JOESOEF, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (1978-1983) . Mungkin kalo misalnya sahabat semua searching di Google.com sudah banyak yang mengulas tentang novel ini dengan komprehensif, karena memang novel ini diibaratkan seperti makanan, kaya dengan nutrisi. :D Dilatar belakangi dengan era kolonisasi Belanda, novel ini mengisahkan kehidupan keluarga Daoed di Sumatera Utara. Pada masa itu pendidikan masih menjadi hal yang eksklusif, namun suasana keluarga yang disajikan “Emak” (Ibu Daoed) tidak kalah kualitasnya dengan pendidikan yang akhirnya bisa Daoed kecap di Sorbonne, Prancis.

Sekarang, ijinkan nana untuk menceritakan pelajaran apa yang bisa saya terima dari novel ini. Tentang kualitas Emak sebagai seorang perempuan dan Ibu.

1. Ketulusan

Ketulusan, yak! itulah modal utama Emak membina keluarganya. Tak hanya untuk suami dan anak-anak, ketulusan Emak ini juga ia turutkan untuk orang lain bahkan orang yang baru dikenalnya. Misalnya ketulusan Emak menerima seorang pelajar yang indekos di rumahnya. Meski pelajar itu adalah orang yang tak dikenal, bahkan akhirnya tidak punya cukup uang untuk membayar kos, Emak tetap dengan tulus menyediakan makanan dan minuman meski pelajar itu tidak memintanya.

2.  Kecerdasan

Untuk yang satu ini, sungguh! nana paling bingung bagaimana harus menguraikannya, karena karakter Emak ini sarat dengan kecerdasan dan ide-ide yang briliant. Emaklah yang secara mengejutkan ingin belajar naik sepeda, yang pada zaman itu tidak ada perempuan di kampung yang mau menggunakan kendaraan kompeni ini. Tapi justru ketika Emak berhasil menggunakan sepeda banyak perempuan yang akhirnya ikut-ikutan. Belum lagi kisah Emak yang mendorong Daoed untuk belajar melukis kata Emak “keindahan itu bisa dinikmati dengan dua cara, dimiliki dan membiarkan keindahan itu mati atau dibiarkan saja apa adanya dan menikmati keindahan yang hidup itu”  Dan yang paling nana kagumi tentu saja kecerdasan Emak menata taman dan pekarangan rumah, dan mengajak seluruh keluarga untuk ikut merawat. Briliant!

3.  Kerja Keras

Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal, Emak adalah pelajar yang tekun. Dia tidak pernah menutup kesempatan untuk selalu belajar dan mendorong anak-anaknya untuk melakukan hal yang sama. Cerita yang menarik saat Emak bertemu dengan Bang Akib si calon perantau. Saat bang Akib menyerah dengan kehidupan, dengan penuh kebijakan Emak menasehati ” Berdoa itu, bukan hanya menengadahkan tangan dan meminta-minta dengan air mata tapi melakukan yang terbaik yang kita lakukan, bekerja keras dan pantang menyerah juga termasuk doa”

4. Pendidikan

Urusan pendidikan, saya harus acung jempol pada Emak. Kita bisa belajar dari apapun, siapapun dan dimanapun. Emak yang mendorong Daoed untuk belajar melukis dari lidi dan tanah, mencatat semua obrolan-obrolan penuh nutrisi otak dengan Mas Singgih si pelajar indekos, dan yang terpenting mendorong Daoed untuk membaca, membaca dan membaca. Emak juga mendorong anak-anaknya untuk tidak membatasi diri dalam pergaulan, memilih sekolah dan sahaabat. waahhh banyak deh, pembelajaran tentang pendidikan dari Emak satu ini ;)

5. Kasih Sayang

Untuk yang satu ini, meski selalu tersirat di setiap bab novel saya paling tertarik dengan bab terakhir. “Emak dan Cahaya” karena memang begitulah kasih sayang seorang ibu, seperti Cahaya yang akan selalu kita cari dan rindukan :)

Ibu,

Meski  ribuan tulisan mungkin sudah mengupas tentang sosok satu ini, mungkin tidak akan pernah memudarkan pesona kelembutan di balik kekokohannya, kesantunan dibalik kesungguhannya.  Bila setiap orang bisa berpikir dan melihat pesona Ibu seperti Daoed, mungkin saat ini sudah ada hampir 6 Triliun kisah tentang Ibu. :)

Dan cita-cita saya, semoga nanti saya bisa menjadi seorang Ibu yang saya sebutkan di atas, mewakili kasih sayang Tuhan untuk manusia. amiin

Itu Sudah

(na)

 
2 Comments

Posted by pada Senin, Juli 5, 2010 in Tentang Buku

 

Kaitkata: ,

Episode 44 : Laki-laki itu

Dear readers,

Kali ini saya ingin bercerita tentang salah satu laki-laki yang saya kagumi. Kekaguman ini bukan kekaguman perempuan pada laki-laki (a.k.a naksir) tapi lebih ke kekaguman pada karakter kuat yang ada di dalam jiwa laki-laki ini. Sebut saja namanya Ali. Ali adalah kakak dari sahabat saya. Kira-kira saya sudah mengenalnya selama 6 tahun. Sekilas perawakannya sederhana dan terkesan cuek dengan penampilan, sering memakai kaos oblong, sandal jepit “swallow” dan rambutnya dibiarkan saja agak panjang. Tapi jangan ditanya bagaimana isi otaknya, cerdas dan berwawasan!

Ada dua hal menarik yang saya ingin saya pelajari dari orang ini, tahan banting dan keyakinan.

Tahan banting.  Setelah lama sekali tidak mendengar kabarnya, kira-kira dua minggu lalu saya bertemu lagi dengan Kak Ali. Kami banyak bercerita tentang kehidupan dan aktivitas kami masing-masing. Sudah hampir 3-4 tahun ini dia bekerja di organisasi palang merah internasional. Saat ini dia menetap sementara di semarang. Pekerjaanya membuat dia harus pergi ke daerah-daerah terpencil, melakukan sosialisasi, bertemu dengan warga, memformulasi ide-ide untuk keselamatan dan kesejahteraan masyakarakat. Dia bercerita bagaiman dia begitu ‘passionate’ dengan pekerjaanya.Yang membuat saya tertarik adalah saat itu saya bertanya padanya

“Ngak tertarik mengejar karir di jakarta kak? kan di sana kota penuh tantangan!”

Mendengar pertanyaan itu dia mengernyitkan dahinya dan berkata “Tantangan??” “Buatku jakarta itu bukan tantangan na, berikan aku tugas di tempat yang terpencil, tidak ada akses internet dan fasilitas yang memadai itulah tantangan untukku”

Biasanya bila mendengar jawaban ini dari orang lain, aku akan mengecap orang itu sombong :P tapi tidak untuk laki-laki ini. Pengalaman bekerja bareng dengannya sebagai di beberapa event, lomba dan program membuat aku tahu karakter dan semangat kerjanya. “I get what I want” itu yang selalu ia ucapkan termasuk saat kemarin kami bertemu.  Selain bekerja keras untuk mencapai yang ia mau, ia juga dengan ‘cerdas’ memilih apa yang ia benar-benar mau, bukan karena emosi belaka. Jarang sekali saya melihatnya menurutkan emosi.

Usaha dan kerja keras tidak cukup , ibadah dan doanya juga harus pol!

Itu resep khusus kak Ali. “lalu gimana kalo sudah berjuang keras tapi keinginanmu ga tercapai kak?” Kak Ali pun menjawab “berarti ibadah dan doanya masih belum pol! Allah itu Maha Segalanya na, kita cuma tinggal Minta.. tinggal Minta… “

Resep khusus ini juga yang ia pake dalam hidup percintaanya (ehem!) Saya kenal sekali dengan pasangan kak Ali. Mereka teman sekelas saat SMA. Benih-benih cinta itu tumbuh di masa-masa bikin tugas kelas bersama (aiiiih) Setelah menyelesaikan kuliah, pasangan kak Ali diterima kerja di sebuah Bank yang mewajibkannya untuk mengabdi dan tidak boleh menikah selama 3 tahun.  Tahun lalu, saat kami bertemu di program palang merah, aku mendapati kak Ali berpuasa padahal saat itu bukan Ramadhan ataupun hari senin, kamis. Saat kutanya, dia bilang “Kan kata Allah, jika ingin menikah tapi belum mampu perbanyaklah berpuasa” As simple as that! :)

Kemarin pun, saat saya tanya lagi “Masih puasa Daud Kak?” “InsyaAllah masih” jawabnya mantap. “Sejak kapan sie kak mulai puasanya?” Dia bercerita sejak dia merasa yakin bahwa perempuan itu yang akan menjadi pilihannya maka ia berpuasa. Itu kira-kira setahun setelah mereka menjalin hubungan.

Hah.. laki-laki ini, saya belajar banyak darinya. Semoga laki-laki bisa selalu istiqomah. Dan semoga tahun depan saya benar-benar akan mendapat undangan pernikahan darinya yg baru saja bertunangan tahun lalu. Seperti rencananya 2011. Amiin :)

source  gambar : http://img3.photographersdirect.com/img/13886/wm/pd1800585.jpg

 
3 Comments

Posted by pada Rabu, Juni 2, 2010 in Tentang Manusia

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.477 pengikut lainnya.