
Don’t settle!
Never stop improving yourself
..
*inspired by uncle Steve (RIP)
Itu sudah
(na)

..
*inspired by uncle Steve (RIP)
Itu sudah
(na)

If you are unhappy on other’s happiness,
and happy on other’s sadness,
then its time to ask ourselves
“am I a good person?”
…
If they are happy when you are sad,
they sad when you happy,
they don’t deserve to be your closefriend
Itu sudah
(na)
JOURNEY
-Angela Zhang-
.
.
It’s a long long journey
‘Till I know where I’m supposed to be
It’s a long long journey
And I don’t know if I can believe
When shadows fall and block my eyes
I am lost and know that I must hide
It’s a long long journey
‘Till I find my way home to you
.
.
Many days I’ve spent
Drifting on through empty shores
Wondering what’s my purpose
Wondering how to make me strong
.
.
I know I will falter I know I will cry
I know you’ll be standing by my side
It’s a long long journey
And I need to be close to you
.
.
Sometimes it feels no one understands
I don’t even know why
I do the things I do
When pride builds me up till I can’t see my soul
Will you break down these walls and pull me through
.
.
‘Cause It’s a long long journey
‘Till I feel that I am worth the price
You paid for me on calvary
Beneath those stormy skies
.
.
When Satan mocks and friends turn to foes
It feel like everything is out to make me lose control
It’s a long long journey
‘Till I find my way home to you
To you
.
.
Notes :
Tuhan, Ini hatiku. Engkau yg Maha Membolak-Balikan Hati, hamba berserah dan belajar bersabar hanya untuk RidhoMU. Bimbing hamba untuk berpulang padaMU, Rabb… (Stasiun Kereta Bandung, 21 Juli 2011 20.00)
Posted with WordPress for BlackBerry.
Saya dapat message ini dr kakak saya di @hijabiYK , mbak Rahma @amhatoon semoga bermanfaat :
Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi sayang mungkin hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti, saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan. Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.
Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan? Sepantasnya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar. Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara memamerkan, memajang gambar atau mengikuti bermacam ajang lomba guna membandingkan rupa dengan yang lain, sedangkan hakekatnya wajah itu bukan miliknya. Tidakkah engkau jengah bila banyak mata lelaki Ajnabi (bukan muhrim) yang memandangi berhari-hari? Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa permisi karena engkau sendiri yang memajang tanpa sungkan. Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah? Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia adalah sebagian dari keimanan.
Maka tampillah cantik di hadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikan pada manusia yang bukan muhrimmu Tampillah cantik di hadapan suamimu, karena itu adalah bagian dari Jihadmu. Mengabdi pada manusia yang kamu kasihi demi keridhoan Ilahi. Tampillah cantik, cantik iman, cantik batin, cantik hati, karena itu lebih abadi….!!!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (HR. Muslim)
Posted with WordPress for BlackBerry.
Saya dapat info ini dan ingin berbagi untuk semua. Wallahualam, semoga memberi ilmu tambahan dan masukan.
..
.
..
.
..
.
..
.
..
.
..
.
..
Mendengar itu Nabi saw menepuk bahu Abu Dzar, “Thaf? sh?’. Keterlaluan kamu Abu Dzar. Tidak ada kelebihan orang putih di atas orang hitam, tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang ‘Ajam kecuali karena amal salihnya.”
..
.
..
.
..
.
..
.