Episode 40 : Gelar dan Cinta

Senin, September 7, 2009

“Don’t Judge People by Their Title”

Prelude ;

Someone : bu, kok gak ditulis gelarnya disini??

Aku            : aduh ribet bu, ndak usah aja ya?

Someone : lhoo..gelar itu penting lo bu, biar orang tahu siapa ibu sebenarnya…!!!

Aku           : ……..

Itulah yang akan menjadi latar belakang tulisanku hari ini. Gelar. Terus terang secara pribadi, gelar bukanlah hal yang patut na tonjolkan kepada orang lain. Biarlah orang tahu kapasitas na dari apa yang nana lakukan. Namun tulisan ini bukan pula sebuah penolakan mutlak untuk menggandengkan gelar (status, agama, kependidikan, dll) dengan nama kita. Biarlah tulisan ini menjadi sebuah rangkaian memori dan pemikiran na tentang Gelar, maklum soalnya sedang mengalami masa-masa pasca-kuliah. hehe :P

Gelar.

Apa ya arti dari Gelar itu? secara spontan nana sering mengaitkan gelar dengan status pendidikan. Misalnya, S.E,S.H,S.I.P,S.Kom,S.Sos,S.Pi, M.A,M.Si,M.Sc, Dr, DR, Prof, dll. Na jadi inget dulu waktu jaman SMA sering maen-maen bermimpi punya nama yang gelarnya panjang bangettt… Prof.Dr.Suci Lestari Yuana, SE,SH,SIP, MA,MSc..hihihi..padahal waktu itu na belum paham banget lo artinya apa dr setiap singkatan ituu…yg na tahu, kalo namanya panjang kayak githu artinya cuma satu, JENIUS GILA!! kkkkkk :P (tolong dibaca dlm 1 frase ya bukan dua sifat jenius dan gila :D ) Trus ada lagi tentang gelar, waktu jaman SMPnya nana juga sering bermain dengan nama. waktu itu nana yg notabenenya orang peranakan Sunda-Bali yang lahir di Bali tidak punya nama khas orang Bali yg ada Ni Wayan, Ni Putu, Ni Komang, dll. Mungkin teman-teman sudah tahu kehidupan sosial di Bali dibagi menjadi 4 kasta dr yg tertinggi hingga yg terendah (Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra). Dulu karena cuman satu-satunya di kelas yang tidak memiliki embel2 KeBalian di namanya, makanya na sering iseng nambah2in nama na sendiri jadi, Ida Ayu Putu Suci Lestari Yuana Jegeg Mekontel , atau Anak Agung Ni Luh Putu Suci Lestari Yuana Sledetne Kadi Tatit, hahahahaha :D  trus sering juga tergoda buat nulis nama asli saya, R.A Suci Lestari Yuana, binti Kurniawan, bin Jayadirahmat …ckckck.. yang biasanya karena satu tujuan. KEREN! sungguh pemikiran yang lugu sekali ya?? :P

Nama dan Gelar.

Namun belakangan ini, nana merasa jauh lebih nyaman menggunakan nama yg merupakan doa dr orang tua nana ,   Suci Lestari Yuana.Nama yang sudah lebih dulu lahir 2 bulan sebelum akunya dilahirkan! Gelar yang kudapat karena prestasi pertamaku di dunia ini, LAHIR SEHAT WALAFIAT :) alhamdulillah.. entah mengapa dari semua gelar yang ada di dunia, bagi nana NAMA itu adalah gelar yang paling indah yang pernah nana dengar. Gelar karena Cinta dan DOA. Bentuk cinta orang tua akan kedatanganku di dunia, dan harapan mereka tentang bagaimana aku menjalani hidupku kelak. Hati yang SUCI, hidup yang LESTARI dan menjadi/masuk YUANA (ada dua arti, dlm bahasa bali Yowana = Muda, dlm bhs sansekerta Yuana = Surga). Subhanallah… memang begitulah adanya Cinta orang tua pada anaknya, Cinta yang Ikhlas T.T

Gelar dan Cinta.

Untuk itulah, sampai saat ini bagi nana cukup Suci Lestari Yuana saja yang akan menjadi gelarku. Gelar-gelar yang lain biar orang lain saja yang menilai setelah MELIHAT apa yang nana kerjakan. Meskipun sekarang sudah ada gelar Sarjana, tapi terkadang nana masih merasa malu karena sampai saat ini masih belum menjadi manusia yang sepenuhnya dewasa dan mawas diri..apalagi bermanfaat untuk sekitarnya…fiuh…still long way to go… Karena itulah, nana tidak mau gelar itu malah suatu hari akan menjadi beban “penilaian prejudice” orang lain terhadap nana. Belum apa-apa karena liat title sarjana di belakang nama, orang-orang langsung ngira wahhh…pasti ini lah , pasti itulah…padahal aselinya perkalian 170 x 250 aja kadang masi suka tulalit…hihihihihi.. :P …lagipula nana takut, gelar itu sendiri malah akan jadi penghambat buat nana untuk terus, terus dan terus BELAJAR.  gara-gara punya titel sarjana ilmu HI nana jadi emoh belajar kedokteran, kesehatan, komputer dll….wahhh..jangan sampe deh… sayang kan kalo Dunia yg begitu luas dan kompleks ini hanya cukup kita ketahui dalam 141 sks ? :P ..semoga kita menjadi manusia yang tidak dibutakan untuk mengejar status maupun gelar.. amiiin

tapi kawan, bukan berarti disini nana tidak setuju dengan penggunaan nama diikuti gelar. menurut nana itu pilihan. dan sebaiknya memang sesuai tempatnya =) di lingkungan akademis menurut nana sangat wajar kalo kita mencantumkan gelar akademisi kita. begitupun misalnya dengan gelar-gelar yang lain. tapi lucu aja, kalo na bayangin suatu hari nanti misalnya kenalan ma murid-muridku di sekolah dengan bilang “anak-anak kenalin, nama ibu Suci Lestari Yuana, SIP” wahhh…anak-anak yang gak tahu bisa nanya “bu, SIP itu apaa?? yang jempol diacungin itu bukan?? berarti bisa diganti dengan Ibu OK! dung” kkkk :P ,,,,hehehe maap kalo yang ini agak lebay,,, tapi ya itu…semuanya punya proporsi dan tempatnya masing2. begitupun gelar bukan ;)

bahkan tak jarang nana sering melihat orang-orang tanpa embel-embel gelar yang panjang memiliki segudang prestasi dan bahkan sangat bermanfaat bagi sekitarnya. dan adapula orang-orang yang punya gelar begitu tinggi tapi belum punya kontribusi besar bagi lingkungan atau bahkan hati orang-orang disekelilingnya. dan apakah gelar secara konkret bisa membuat orang sukses?? atau bahagia??

Gelar, Nama dan Cinta

Lalu bagaimana denganmu kawan?? Apa arti dari Gelar pertamamu (a.k.a NAMA) di dunia ini?? hehe…nana yakin setiap orang memiliki nama yang unik, yang kesemuanya mengandung makna, harapan dan CINTA. karena bagi nana, NAMA adalah Gelar terindah, karena NAMA adalah DOA, dan DOA adalah Cinta. Dan biarlah gelar dari Cinta adalah Cinta itu sendiri……dan hanya hati yang suci yang bisa menilai kedalamannya… :)

*** untuk Shakesphare yang sering menguntaikan “apalah arti sebuah nama..?” maaf, aku tidak setuju denganmu. :)


Itu Sudah

(na)


keterangan :
Gelar nama di Bali berdasar urutan ;
Anak 1 : Wayan, Putu
Anak 2 : Made, Kadek
Anak 3 : Nyoman, Komang
Anak 4 : Ketut

Laki-laki = I
Perempuan = Ni

(1)
Ida Ayu = Gelar untuk Brahmana
Jegeg Mekontel = cantik sekali

(2)
Anak Agung = Gelar untuk Ksatria
Sledetne Kadi Tatit = lirikan matanya menusuk bagai kilat

Tinggalkan Balasan