Episode 32 : Deteriorasi Budaya Perang
Rabu, Desember 31, 2008
I am tired and sick of war. Its glory is all moonshine…War is hell.
William Tecumseh Sherman (1820 - 1891)
Pahlawan, sudah menyimak berita penyerangan Israel ke Jalur Gaza yang dimulai hari sabtu yang lalu? Apa pendapatmu? Terus terang, waktu nana menyimak berita2 itu melalui TV dan media cetak, semuanya mengatakan hal yang serupa. It’s Terribly Hell !!! Nana gak abis pikir,, mengapa sebegitu mudahnya si pilot2 pesawat Israel melontarkan bom2nya ke daerah Gaza, meski dengan alasan serangan balasan terhadap serangan Hamas sebelumnya, tapi apa mereka gak abis pikir??!! Siapa aja yang ada di bawahnya, apakah semuanya adalah petarung Hamas, siapa aja yang akan jadi korban…bukankah disana masih banyak warga sipilnya, orang tua, , perempuan bahkan..anak-anak??!! KETERLALUAN!
Nana jadi teringat dengan kata2 dosen yang na kagumi , Pak Mochtar :
“Kejahatan yang paling kejam adalah kejahatan yang semakin menjauhkan pelaku dengan korbannya”
Ya,kalo misalnya kita bandingin dengan perang konvensional jaman dulu, dimana para tentara masih menggunakan pedang dan perisai , sementara sekarang tentara cukup menekan tombol2 untuk meluncurkan rudal dan bo, JELAS ADA BEDANYA! Apa bedanya? Satu, jaman dulu yang dibunuh dalam perang adalah musuh sementara sekarang belum tentu! masih banyak warga sipil yang tidak bersalah dan berdosa ikut terseret dalam polemik perang ini. Ingat pepatah “Gajah berperang dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah” dan sayangnya, itulah warga sipil, PELANDUK! Dua, jaman dulu ketika seorang prajurit membunuh dengan menghujamkan pedang ke jantung musuhnya, masih ada efek2 psikologis yang harus diderita prajurit tersebut. Banyak tentara jaman dulu yang tidak bisa tidur karna dihantui bayang2 rintihan dan kesakitan para musuh dan korban yang telah ia bunuh. Namun sekarang, hanya dengan menekan beberapa tombol, seorang tentara Amerika bisa menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki yang beribu2 mil jauhnya dan tanpa harus melihat kengerian dan penderitaan yang terjadi akibat dari tindakan “memencet” tombolnya itu. Bandingkan,dulu seorang prajurit yang hanya membunuh puluhan musuh harus menderita trauma psikologis bertahun-tahun akibat perbuatannya sementara sekarang seorang tentara yang membunuh puluhan ribu, bahkan jutaan warga tak bersalah masih bisa tidur tanpa dibayangi penderitaan yang telah ia ciptakaan. JAHAT!
Deteriorasi Budaya Perang
Kali ini, nana ingin membahas sebuah kajian menarik yang nana terima saat kuliah Pak Mochtar. tentang Perang . Bagaimanapun, perang merupakan ciptaan dan pilihan manusia. Pilihan yang diambil ketika negosiasi lewat kata-kata sudah tidak bisa memberikan solusi terbaik. Tapi bagaimanapun dari sudut pandang politik Internasional, perang memiliki aturan. Itulah yang membedakannya dengan kerusuhan atau chaos yang lain. Seperti yang pernah diungkapkan Malinownowski tentang definisi perang
Armed contested between two politics units, by means of organized military force, in the pursuit of tribal or national policies.
Dikatakan diatas, bahwa perang itu memiliki dua ciri utama, terorganisasi dan memiliki tujuan politik. Namun sayangnya dua ciri perang ini semakin lama semakin susah untuk kita identifikasikan untuk sebuah alasan yang logis. Dalam kelas Pak Mochtar kita membahas tentang beberapa perubahan tren perang yang terjadi belakangan ini ;
Yang pertama, saat ini perang antar negara maju/besar jarang terjadi, tapi negara maju tetap campur tangan pada perang antar negara kecil. Perang-perang yang terjadi di masa perang Dingin bisa menjadi salah satu contoh persaingan US dan USSR, sebut saja perang Korea Utara dan Selatan. atau sebut saja konflik minoritas yang terjadi di Georgia yang mengundang campur tangan negara2 Eropa, Rusia dan tentu saja, Amerika. Apa maksudnya? well, seandainya kita meletakkan diri pada sepatu mereka tentu saja untuk menghindari resiko dan kerugian perang di negara sendiri. Simpelnya, kita tetep bisa berperang, tapi yang hancur negara orang. Does it make sense?
Yang Kedua, perubahan jumlah korban perang yang semakin bertambah. dalam kurun waktu 165 tahun (1815-1980) ada sekitar 118 perang antar negara yang menyebabkan korban berjumlah 31 juta. Sementara pada satu periode Perang Dunia II yang terjadi hanya 6 tahun menimbulkan korban lebih dari setegahnya, 17 juta.
Yang Ketiga, akhir2 ini perang semakin tidak teroganisir dan beraturan. Dulu ada pembedaan yang jelas antara negara, militer dan warga sipil. Dan biasanya yang terlibat dalam perang hanya negara dan militer. Namun saat ini, seringkali suatu negara menyerang negara lain dengan menghancurkan kota-kota besar dan menyerang warga sipil. Mari kita lihat contoh Invasi AS ke Irak, jika memang alasannya adalah untuk menurunkan Saddam Husein yang sangat otoriter, mengapa mereka harus menghancurkan salah satu kota dengan warisan budaya kuno tertua, Baghdad? dan mengapa ketika Saddam telah ditangkap dan duhukum mati, tetara Amerika masih tetap disana? mencurigakan… Begitupun dengan Invasi AS ke Pakistan akhir-akhir ini. Selain itu saat ini perang bukan cuma milik Negara. Ada perang didalam negara itu sendiri, perang Etnis misalnya. Dan ada juga perang yang tidak jelas siapa musuhnya. Perang melawan Teroris misalnya.
Yang menjadi kengerian terbesar adalah saat ini perang bukan cuma urusan negara dan militer serta mas-mas berseragam dan berlencana dimana2 saja, tapi perang juga mengena pada kita, warga sipil yang tidak tahu apa-apa, tidak bersalah dan terlibat dalam alasan perang itu. Nana tak bisa membayangkan kengerian yang harus dialami perempuan2 seusiaku, orang2 tua seusia kakek dan nenek, anak-anak di Jalur Gaza, Palestina. Apakah mereka harus begadang melewati malam tahun baru ini, bukan karna menanti detik2 pergantian tahun dengan suara terompet,kembang api dan pesta tapi karena ketakutan akan serangan mendadak dari tentara Israel yang bisa mengancam nyawa mereka. TIDAK ADIL
Pahlawan, menurutmu apa yang bisa kita lakukan? Mendoakan mereka? Tentu. Mengirimkan Bantuan? Pasti. Lalu, apa..apa lagi??

“Dalam Perang, Keindahan dan Kengerian itu susah dipisahkan…”
Mochtar Mas’eod
Itu sudah
(na)
Kamis, Januari 1, 2009 pukul 6:43 am
Yaa Allah….apa yang diinginkan bangsa Israel terhadao Palestina???
Yaa Allah belumkah mereka merasa puas, di mana mereka tlah luluhlantakkan Plaestina di taun2 yang tlah lewat???
Yaa Allah….dimanakah rasa Prikemanusiaan mereka slama ini???
Yaa Allah….Yaa Allah…Ya Allah…
Balaslah mereka setimpal dengan apa yang mereka lakukan atas bangsa Palestin…”
Allah…hanya inilah yang aku bisa kontribusikan ke mereka????
Allaah…..
sentiasa harap Ridlo dariMu ya Allah.
Sabtu, Januari 3, 2009 pukul 9:05 pm
Assalamualaikum Wr. Wbr.
Cepat atau lambat merekan akan binasa semuanya. marila kita berdoa untuk mereka. Amerika Saitinirrijim, Irael Saitonirojim cepat dilaknat oleh Alloh. Amiin