Episode 16 : Kisah Ramadhan
Kamis, September 25, 2008

BOCAH MISTERIUS!
.
*** Kisah ini merupakan saduran dari email seorang sahabat, Sani. Ketika membacanya, terus terang aku merasa sedang disentil dan diingatkan. Semoga cerita ini juga memberikan manfaat buat kawan-kawanku semuanya. Selamat menunaikan ibadah di bulan Suci Ramadhan, sudah 25 hari kita lalui, mari kita maksimalkan hari-hari yang masih ada,,, tetap semangat semua!;)
****************************************************************************
.
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
************ ********* *
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!
Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah.
Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa
Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang
kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman. “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”
Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?
Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!
Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”
************ ********* *
Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan
kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.
Selamat menjalankan ibadah puasa…..
*************************************************************************

Sudahkah bersedekah hari ini kawan???
…
Itu Sudah
(na)
Episode 15 : Sardjito 02.00 dini hari…
Senin, September 22, 2008

Sehat itu…
Kalo aku lagi di tengah-tengah kesibukanku dan rutinitas menguras energiku dan membuatku merasa teramat lelah… maka secara tidak langsung pikiranku akan mengajakku ke sebuah kenangan beberapa bulan lalu. Tepatnya Minggu 17 Februari 02.00 dini hari. Aku ingat betul dengan hari itu,,, karena saat itu aku sedang berada di puncak-puncak kelelahanku. Lelah fisik. Lelah hati. Saat itu, tubuhku mengekspresikan kelelahan dan merongrong untuk diistirahatkan. Namun tidak untuk pikiran dan hatiku yang saat itu masih berada di puncak kemelut. Dan begitulah, malam itu aku tidak bisa tidur. Lalu secara tiba-tiba pukul 01.30 WIB pintu kamarku diketuk-ketuk perlahan. Aku heran, siapa yang masih bangun di malam yang selarut ini. Aku buka perlahan, dan ternyata itu adalah mbak kosku. Maagnya kumat dan dia sudah tidak tahan dengan sakitnya. Aku sedikit panik waktu itu, dengan spontan aku antarkan ia ke Rumah Sakit Sardjito saat itu juga.
01.50…
Kami tiba di Rumah Sakit dan bertemu dengan petugas penjaga. Mbak Kosku langsung diarahkan ke UGD dan menunggu Dokter jaga mendatangi kami. Ditengah-tengah penantian itu aku berusaha menghubungi sahabatnya dan meminta ia untuk menemani pula. Begitu sahabatnya datang, maka kami bergegas berbagi tugas, mencari obat, mengurus kelengkapan adiministrasi, dll.
02.00
Aku terduduk lelah di ruang tunggu, menata hati dan pikiranku. Sesekali mataku menerawang ke sekitar dan kutemukan sebuah kenyataan. Rumah Sakit ini tidak pernah sepi. Meski dini hari seperti itu, di selang beberapa waktu, selalu saja ada pasien baru yang memasuki RS dengan kondisi berbeda-beda. Aku tertegun. Sadar, jika yang namanya sakit itu tidak mengenal batas waktu, umur, kelamin, dll. Sakit itu bisa kapan saja. Aku membayangkan apa yang akan terjadi jika suatu hari aku yang berbaring disitu. Terkulai lemas, tak berdaya, merintih menahan sakit…
Jika aku terbaring disana apa yang akan terjadi dengan kehidupanku? Bagaimana dengan semua rencana yang telah aku kerjakan? Bagaimana dengan perasaan dan harapan keluargaku? bagaimana dengan semua tugas dan tanggung jawabku? Bagaimana dengan…. ? ada beribu pertanyaan yang melintas di pemikiranku yang akhirnya menyimpulkan… aku tidak ingin sakit. Meski semua manusia pasti pernah dan akan sakit, tapi sebisa mungkin aku ingin berusaha menghindar dari sakit itu. Kawan, setujukah kamu jika kesehatan itu mahal harganya? Setujukah kamu jika menjaga kesehatan itu salah satu bagian dari ibadah?
Bagaimana menjaga kesehatan?
Salah satu cara yang paling sederhana untuk menjaga kesehatan adalah dengan menjaga tidur. Apakah kamu sering mengalami Gangguan memori (sering lupa), ‘moody’, gampang depresi, menurunnya energi (gampang lelah), dan menurunnya daya tahan tubuh? Jika iya, makanya berhati-hatilah, itu adalah pertanda kamu sedang mengalami kekurangan waktu tidur. Rata-rata jumlah jam tidur orang dewasa adalah 7-8 jam. Maka jika kamu sedang merencanakan agenda-mu, sediakan pula waktu untuk tidur.
Ada beberapa tips dari tetangga sebelah yang ingin aku bagi tentang bagaimana cara menjaga tidur
* Usahakan tidur malam pada setiap waktu yang sama dan bangun di saat yang sama.
* Jangan tidur di siang hari, karena bisa membuat kita kurang ‘ngantung’ saat malam hari.
* Hindari kopi, rokok, dan minuman beralkohol saat menjelang malam. Karena kafein dan nikotin yang terkandung di dalam rokok dan kopi, dapat mencegah kita untuk tidur.
* Lakukan olah raga secara teratur. Namun sebaiknya jangan melakukan olahraga 3 jam menjelang waktu tidur kita.
* Jangan makan makanan berat menjelang tidur.
* Pastikan cahaya sesuai dengan kebutuhan, tenang dan tidak terlalu dingin. Jika cahaya menjadi masalah, coba gunakan ‘sleeping mask’. Kalau terlalu berisik gunakan ‘ear plug’. Intinya buat kamar tidur kita senyaman mungkin.
* Hindari menggunakan tempat tidur selain untuk tidur dan berhubungan intim dengan pasangan kita.
* Jika masih tetap tidak bisa tidur dan tidak merasa ‘ngantuk’, bangunlah dan coba cari kegiatan yang bisa membuat kita bisa merasa ‘ngantuk’ seperti membaca buku dlsb. (Catatan: Jangan memaksakan mata kita untuk tidur, karena semakin di paksa maka rasa ‘ngantuk’ akan semakin jauh.
* Jika kita merasa sulit tidur karena banyak memikirkan hal-hal yang akan di lakukan esok hari, buatlah ‘to do list’ sebelum kita memutuskan kembali ke tempat tidur. Hal ini akan membantu kita melepaskan diri dari hal-hal yang mencemaskan.
Dan aku juga memiliki beberapa tips.
1. Prioritas! Mungkin ketika kita sedang mengalami kesibukan yang teramat sangat,,, kita bisa sedikit menginstropeksi kegiatan-kegiatan kita. Tentukan prioritas kira-kira kegiatan mana yang sebenarnya bisa kita nomor-duakan dan mencari waktu untuk istirahat. Jangan lupa untuk mengkomunikasikan perubahan jadwal itu dengan pihak-pihak yang bersangkutan, dan mintalah pengertian bahwa kita juga butuh istirahat.
2. Minum Vitamin. Vitamin C bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita. sebaiknya diminum beberapa saat sebelum tidur.
3. Relaksasi. beberapa saat sebelum tidur, ada baiknya jika kita melakukan relaksasi sederhana. Dengan menarik dan menghembuskan napas dalam-dalam secara teratur. Dan rasakan geraknya udara masuk dan keluar melalui hidung dan mulut kita.
4. ada yang mau menambahkan lagi??
Pada intinya kawan :
Berdamailah dengan tubuh, pikiran dan hati kita
NB : semoga selalu dilimpahkan keselamatan dan kesehatan untukmu, amin
Itu Sudah
(na)
Episode 14 : Tentang The ESQ Way 165
Jumat, September 19, 2008

Assalamualaikum, wr, wb
semoga selalu dilimpahkan keselamatan dan kedamaian untuk semua saudaraku….
Bismillah, dimulai dengan niat yang tulus mencari Ridho ALLAH
Sesungguhnya Training ESQ memberikan banyak pencerahan dan pendangan yang baru dalam kehidupanku. Jika aku diminta untuk menceritakan kesan-kesanku, mungkin satu minggu diskusipun gak bakal abis buat dibicarakan. Tapi sekarang tulisan ini dilatar belakangi oleh beberapa pendapat dan masukan tentang mahalnya biaya ESQ yang pernah aku baca di sini. Hmm boleh aku juga ikut nimbrung memberikan pendapat ??? oya, untuk informasi aku alumni Training ESQ Mahasiswa 7 Yogyakarta.
Menurutku mengikuti training ESQ laiknya seperti memilih salah satu jalan ke Roma (meski belum pernah kesana
) namun Roma disini adalah, hidayah. Pertanyaanya, apakah jalan menuju Roma (hidayah) hanya ada satu??
tidak.
Menurutku training ESQ merupakan salah satu jalan menuju Roma.
pertanyaan selanjutnya : apa bisa menggunakan jalan yang lain?
tentu.
mengikuti pengajian, tafakur, training yang lain. pernah mendengar Training Shalat Khusyuk, atau Shalat Tahajjud
bagaimana dengan biaya yang mahal?
kembali ke perumpamaan jalan ke Roma, bukankah tidak semua jalan juga mulus, ada jalan aspal yang baru dibuat yang membuat penggunanya merasa nyaman, ada jalan berkerikil dan sempit yang butuh lebih banyak tenaga. kita bisa pergi kesana dengan mobil mewah di ruangan ber-AC, atau bisa juga dengan berjalan kaki. begitupun dengan petualangan menemukan kebenaran-Nya. namun perjalanan ini unik kawan, tidak berarti yang kendaraannya lebih mewahlah yang lebih cepat sampai dan bahagia, karena semuanya hanya ditentukan oleh niat yang tulus dan gigih.
bisa jadi dia bermobil mewah, namun niat yang tidak kuat membuatnya singgah disana-sini, bisa jadi dia hanya berjalan kaki di jalan yang terjal dan berbatu, namun niat yang tulus telah memacunya untuk berlari secepat kilat.
intinya : saudaraku, untuk yang sudah mengikuti training ESQ alhamdulillah kita telah diberikan rezeki dan kesempatan untuk mengikutinya, namun semoga kita terjaga dari mengagungkan suatu golongan dan memandang rendah golongan yang lain. Bukankah ALLAH melihat kita berbeda hanya dari amalannya? namun, tanpa menafikan hidayah yang telah kita dapat dalam training ini, mari kita sebarkan nilai-nilai 165 tdak hanya untuk diri kita ataupun para alumni, namun untuk semua, semuanya! mari kita jihadkan amalan kita untuk mengaungkan asma-Nya.
saudaraku, untuk yang belum mengikuti ESQ dan ada niat untuk ikut namun masih ada beberapa hambatan,, saya ucapkan selamat berjuang kawan! semoga ALLAH bisa memberikan jalan-jalan pilihan yang bisa kita tempuh karena niat kita memang tulus untuk mencari Ridho-Nya
saudaraku, untuk yang kurang menyukai ESQ. anggaplah ini hanya salah satu jalan, terkadang memang ada orang yang tidak menyukai jalan-jalan mewah yang menawarkan nuansa ketenangan, kedamaian yang mendukung konsentrasi untuk mencari pengalaman spiritual. Namun kawan, semoga rasa itu tidak menghalangi atau menggentarkan niatmu untuk tetap mencari kebenaran di balik misteri keagungan ALLAH ^_^
ikut atau tidak, marilah bersama-sama kita niatkan dengan tulus untuk mencari hidayah ALLAH dan marilah kita sama-sama berdoa semoga terhindar dari sifat Raja Namrud yang berbuat ingkar setelah diberikan hidayah oleh ALLAH…karena perjuangan ini belum selesai, belum, hingga nanti… saat kita dipertemukan oleh Dzat yang menganugerahkan kehidupan ini.
akankah saat itu kita tersenyum atau tersedu menyesal?? astagfirullah…
mohon maaf atas kesalahan kata yang menyinggung, itu adalah kekhilafanku sebagai manusia yang tak sempurna. Namun jika ada kebenaran yang menyentuh anggukan universal di hati, itu hanya datang dari ALLAH.
wa’alaikumsallam ya akhi ya ukhti
Itu Sudah
(na)
Quote 12 : Kalimat Terindah
Jumat, September 19, 2008
La ilaha illaALLAH
I Love ALLAH
and I Love you b’coz of ALLAH
……..
…
.
catatan : Bismillah…Aku bersaksi terhadap ketetapan dan firman Tuhanku,
” Tidakkah kamu perhatikan bagaimana ALLAH telah membuat perumpamaan yang kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang ke langit),
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-nya. ALLAH membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
ALLAH meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan ALLAH menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang DIA kehendaki”
Q.S 14 Ibrahim : 24-27
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung… amin
Itu sudah
(na)
Episode 13 : Conversation about Peace
Jumat, September 19, 2008

” There is no way to peace, peace is the way“
.
Hmmm.. beberapa hari yang lalu (akulupa tepatnya tanggal berapa)aku melihat sebuah status di YM seorang sahabatku (Mas Dodi, peneliti di Pusat Studi Perdamaian dan Keamanan UGM) dengan tulisan sebagai berikut ” ada yang lebih penting dr sekedar kata Cinta…” Tertarik dengan shoutout yang berhubungan dengan Cinta tersebut, akhirnya aku memulai dialog singkat membicarakan tentang Cinta dan Perdamaian. Aku ingin sekali membagi dialog ini dengan kawan-kawan pembaca semua, dengan tujuan membuka dialog yang lebih luas lagi tentang Cinta dan Perdamaian… Selamat menikmati
………………………………………………………..
geknana: halo mas Dodi….
geknana: jadi curious nie,,, emang yang lebih penting dr sekedar kata Cinta itu apa??
dody wibowo: halo…
dody wibowo: duuuuhhh banyak banged yang nanyain itu
dody wibowo: hahhaha
geknana: iya,,, pinter bikin status yang kontroversi nie
dody wibowo: sebenernya itu aku ambil dari lirik lagunya maliq n d’essential
dody wibowo: tapi kalo aku artiin sih.. yang lebih perbuatan atau bukti ya
dody wibowo: daripada hanya kata cinta
geknana: ooo itu toh maksudnya
geknana: nana pikir yang lebih penting dr Cinta itu Perdamaian
geknana: hehehe
dody wibowo: cinta kan bagian dari perdamaian
dody wibowo: damai = cinta
dody wibowo: heheheheh
geknana: cieeeee,,, hehehe boleh … boleh…
dody wibowo: lho, iya kan… ketika kita hidup damai, disana ada cinta
dody wibowo: cinta membuat orang hidup damai
dody wibowo:
geknana: kalo damai dengan ambisi untuk memimpin/berkuasa bisa harmonis gak mas??
dody wibowo: ya tentu engga
dody wibowo: pasti ada yang tertindas disitu
geknana: berarti damai itu sesuatu yang anarkis??
dody wibowo: lho?
dody wibowo: kalo anarkis, gak damai dong
geknana: anarkis itu bukannya kondisi yang tanpa hierarki githu??
geknana: maksudnya gak ada kepemimpinan yang terpusat??
dody wibowo: anarkis kan lebih kepada situasi yang tanpa hierarki tapi kacau
dody wibowo: kalo dalam damai, ada komunikasi dan kesepahaman
geknana: oooo….
geknana: trus,, dalam damai gimana cara orang memandang perbedaan ?
dody wibowo: dalam situasi damai bisa ada pemimpin
dody wibowo: tapi kepemimpinan itu adalah hasil kesepakatan semua pihak
dody wibowo: tanpa ada pemaksaan
dody wibowo: kalo aku bilang, kunci dari perdamaian itu adalah komunikasi yang baik. dan komunikasi yang baik itu adalah ketika pihak2 mau berdialog, mau mendengar, dan mau memahami satu sama lain
dody wibowo: seperti halnya konflik.. konflik bisa menjadi sesuatu yang buruk, tapi bisa juga menjadi sesuatu yang baik
dody wibowo: konflik selalu ada dalam hidup kita, kita gak bisa menghindari
dody wibowo: tapi kemudian yang menjadi penting adalah bagaimana kita menangani konflik itu agar menjadi sesuatu yang baik, yang membangun, dan menjadi bahan pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik
geknana: berarti mas Dodi setuju gak kalo pemimpin itu seharusnya dipilih/dicalonkan,, bukan mencalonkan diri (mengutip kata2nya Sultan nie )
dody wibowo: ya, aku setuju
dody wibowo: untuk memimpin, diperlukan dukungan dari yang dipimpin
dody wibowo: jadi nanti bisa ada kerjasama yang baik
dody wibowo: kalo tiba2 seorang mencalonkan karena dia merasa mampu, padahal yang bakal dipimpinnya melihat yang sebaliknya
dody wibowo: ya susah
geknana: hmmm…bener sie….
geknana: tapi mas kalo kita liat keadaan skrg,,, apa ada capres yang seperti itu cocok maju ke pemilu 2009 besok?
dody wibowo: jelas gak ada ya… hehehe…
geknana: hehehehe
geknana: berarti Indonesia masih belum deket dngan perdamaian ya??
dody wibowo: bukan hanya indonesia
dody wibowo: dunia juga
dody wibowo: heheheh
dody wibowo: tapi yang penting sekarang adalah
dody wibowo: bukan pada apa kita udah dekat ama perdamaian atau belum
dody wibowo: karena kalau mau mencapai keadaan yang bener2 damai 100 persen bisa dikatakan hampir gak mungkin
dody wibowo: tapi yang perlu kita perhatikan adalah prosesnya
dody wibowo: ketika kita berubah, maka berubahlah dengan cara yang damai
dody wibowo: bukan dengan kekerasan
dody wibowo: ada tokoh yang bilang: there is no way to peace, peace is the way
geknana: berarti kalo boleh dibilang,,,,
geknana: keinginan menjadi pemimpin itu bagus,,, lebih bagus lagi jika bisa memimpin dengan damai?
dody wibowo: tentu
…………………………………………………………..
Begitulah dialog singkat kami tentang Cinta dan Perdamaian. Aku mengundang kawan-kawan pembaca untuk memberikan komentar atau opini lebih lanjut tentang topik ini. Kalo ingin berdiskusi secara personal tentang topik ini, silahkan undang aku di YM dengan account : nana_qy . Aku tunggu opini cerdas dan seksimu
(huehehehe) Dialog Yukzzzzzzzzzzzzz !!!!!!!
nb : buat mas Dodi,,, terimakasih sharingnya yaaaaaaaaaa….. salam damai ![]()
Itu Sudah
(na)
Episode 12 : Song of The Day
Selasa, September 16, 2008

Sesaat KAU Hadir
by : Utha Likumahua
ENGKAU datang
Ketika aku jatuh bangun dan jatuh
Dalam langkah menyusuri kehidupanku yang kelam
Dan hampir-hampirku tak dapat melangkah lagi
Diri-MU hadir
Bagaikan sinar menerangi jalanku
KAU tunjukkan arah mana yang kini harus kutempuh
Agar kutak sesat lagi seperti dulu
Bersama bayangan-MU KASIH
Seakan-akan kuterjaga dari mimpi-mimpi
Dari kehidupan yang semu dan melenakanku
Membuat kuterlupa akan segala-galanya
Hari ini hari ini
Aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
Bila esok sinar mentari pagi kan bersinar lagi
Aku kan menuju cita-cita yang pasti
………
.
Episode 11 : Bidadari2 Ramadhan
Selasa, September 16, 2008
Hari ini, tiba-tiba aku teringat kenangan perkenalanku dengan mereka. Di Mushalla Al-Hidayah Ramadhan tahun lalu. Saat itu aku sedang sibuk mencatat isi kuliah subuh yang dibawakan ta’mir masjid. Tiba-tiba jari-jariku terhenti menulis, ketika aku sadari beberapa pasang mata sedang mengamatiku dari depan shaf tempatku duduk. Aku balas memandang mereka, dan mereka tersenyum. Damai rasanya. Mereka bertanya ” Mbak, kowe ono’ tugas dari Pak Guru juga po?” Mendengarnya, aku hanya bisa tersenyum dan menjawab, ” Iya dik, tugas dari GURUKU”. Setelah selesai, kamipun berkenalan. Mereka menuturkan nama-nama yang terdengar merdu di telinga. Salma dan Munah. Selamat dan Yang diberkahi ALLAH. Dan itulah awal perkenalanku dengan bidadari-bidadari ini.
Semenjak saat itu, ramadhanku terasa lebih berwarna dan bersemangat. GURUKU mengirimkan bidadari-bidadari untuk menemaniku belajar tentang dunia akhirat. Setiap aku menginjakkan kakiku di Mushalla itu, langkah ini terasa ringan untuk berjalan ke arah mereka, dan waktu terasa begitu cepat berlalu di tengah kegembiraan beribadah bersama. Bergabung menjadi Jama’ah dengan yang lain. Terharu rasanya, mengingat merekalah yang mengajarkanku untuk peduli. Ketika shalat berakhir dan tikar-tikar bekas makmum masih terbengkalai di lapangan, dengan lugas mereka menegurku ” Ayo mbak, tikarnya kita gulung”.
Pertemanan kamipun tak cukup berlalu di Mushalla saja, lambat laun kamipun memutuskan untuk jalan-jalan bersama. Ke wilayah sekitar UGM, ke Musum Mainan Anak, Pameran Mainan, menonton film depan kompi, dll. Ada-ada saja tingkah mereka yang mengetuk-ngetuk pintu ketakjubanku. Siang itu misalnya, matahari tengah menyengat panas di sekitar pasar Bringharjo, saat itu kita baru saja pulang dari Pameran Mainan dan rasanya lelah, haus gak ketulungan. Saat itu kami berlima, dan beberapa dari kami mulai mengeluh kehausan. Namun dengan tegas Salma mengingatkan teman2nya ” Sabar dong, masih puasa nie,,, tunggu magrib dulu. Mending kita shalat dulu yuk biar segar…” Subhanallah. Adakah yang masih memandang bahwa semua anak-anak hanya bisa manja dan cengeng? Mungkin selama ini kita masih terperangkap dalam kacamata stereotype kita. Dan kawan, saat itu aku langsung memutuskan untuk mengganti kacamataku terhadap anak-anak.
Salma , Munah, anak ketiga dan keempat dari 7 bersaudara keluarga Abi dan Umi yang tinggal dibelakang pondokanku. Keluarga yang hangat dan sederhana. Aku ingat saat pertama kali bertandang ke rumah mereka, saat itu Umi sedang menggendok Faudzan si bungsu, sementara tangan lainnya sibuk dengan gunting dan kain-kain yang siap dijahit sesuai pesanan. Dari tutur katanya, aku tahu Umi adalah ibu yang cerdas, lembut dan kuat. Meski harus mengasuh ketujuh anaknya, Umi masih bisa meladeni pelanggan-pelanggan yang suka akan jahitannya, mengurus rumah tangga, melayani suami dan mengajar anak-anak tentang ilmu dan agama. Ketujuh anaknya adalah anak-anak yang berprestasi di sekolah. Sungguh! Beliau bagai Mahadewi2 yang dicipta untuk memperindah dunia dengan kelembutan, kecerdasan, ketabahan, ketangguhan dan Cinta.
Kini, setahun telah berlalu.
Satu tahun bagiku telah membawa berbagai dinamika tentang kehidupan. Aku akui tahun ini, aku kurang mempersiapkan kedatangan tamu agung, Ramadhan. Muncul kekhawatiran, akankah tamu tahun ini akan bertandang seindah tahun yang lalu?
Namun, kekhawatiran2 itu lenyap ketika kembali aku langkahkan kakiku ke Mushalla Al-Hidayah dan bertemu dengan wajah-wajah bidadari itu. Kejenuhanku selama beberapa waktu seolah-olah lenyap dengan sapa dan celotehan mereka. Seperti hari ini, ajakan mereka untuk menikmati suasana kota ba’da subuh dengan kaki telanjang membuatku melihat sisi lain dari kota yang selama 4 tahun ini aku tinggali. Suasana yang sejuk, banyak kicau burung2 di sekitar kampus kehutanan dan purnama yang pagi ini masih menyapa. Setelah pulang dengan kaki-kaki yang lelah aku hanya bisa bersyukur bahwa GURUKU mengirimkan mereka padaku.
Aku suka belajar dengan mereka, mereka itu polos dan lugas!. Tanpa segan mereka bertanya tentang kehidupan. Termasuk tentang Cinta yang mulanya membuatku sedikit kalang kabut. “Mbak, kowe wis nduwe bojo po? ” Tak apakah membicarakan Cinta pada mereka? Namun Cinta menunjukkan padaku bahwa tidak ada batas usia, agama, suku, ras, bangsa, status, jarak maupun kelamin. Jika Cinta bisa membuat kita menghormati, memahami, menyayangi, mengingatkan, membahagiakan manusia yang lain, memanusiakan manusia. Begitupun anak-anak. Cintalah yang menunjukkan padaku bagaimana memanusiakan anak-anak. Sungguh sangat disayangkan bila masih ada mereka yang sombong dan memandang anak-anak hanyalah makhluk yang manja, nakal, cengeng dan belbagai stereotype yang lain. Aku teringat akan tulisanku beberapa waktu yang lalu tentang anak-anak “Hantu Tengah Malam”
“Kelirulah mereka yang melarang anak-anak untuk belajar menCinta. Jika kau masih bertanya apa itu Cinta, matikan TV dan Radio yang penuh dengan roman picisan itu sejenak dan pandanglah bola matanya, di sana, ada sejuta Cinta yang akan kau mengerti bila kau mau berusaha untuk memahami. Dan masihkah kau mengira dirimulah yang lebih segalanya dari mereka? Ingat, yang membedakanmu hanyalah rentang waktu dalam umur, selain itu kita tidak tahu.”
Terima kasih bidadari-bidadariku, kalian pernah mewarnai hari-hariku di bulan yang suci. Egoku menginginkan kita tidak berpisah untuk selamanya, tapi saat ini aku tengah belajar mengerti tentang ketidakpastian dan takdir. Dan aku hanya bisa melakukan dua hal, menghargai setiap detik yang kita miliki bersama, dan berdo’a semoga kita berjodoh lebih lama. Amin
Rasanya sedih bila harus memikirkan saat Ramadhan tahun ini akan berakhir. Akan sulit lagi bagiku untuk pergi ke Mushalla di waktu subuh dan isya’ mengingat kondisi yang gelap dan sepi selain bulan Ramadhan. Sudah tidak ada lagi pemudi-pemudi sepantaranku yang akan berjalan bersama menunaikan ibadah agung di Mushalla. Hahhh,,, aku akan sangat merindukan saat-saat ini. Kawan, ayo kita makmurkan masjid, mencapai kebahagian beribadah dengan berjama’ah, kita makmurkan tidak hanya pada bulan ini, tapi bulan-bulan selainnya. Karena kita tidak pernah tahu, berapa lama waktu yang masih tersedia untuk kita…..
Itu Sudah
(na)
Quote 11 : Heal The World
Minggu, September 14, 2008


What is the First step to HEAL THE WORLD ?
HEAL YOURSELF !!!
………
…
.
catatan : karena tak akan ada dunia yang lebih baik tanpa kesungguhan hati.
Episode 10 : Kartini (2)
Minggu, September 7, 2008
![]()
sebuah komentar sangat menarik buat tulisanku yang berjudul “Episode 4 : Kartini” dan membuat semakin semangat menulis dan belajar. Terimakasih sebelumnya untuk saudari Nurul yang telah mengirimkan komentar ini :
“hari kartini?no way….sebelum kartini lahir banyak pahlawan yang berjuang melebihi kartini…perempuan berperang cut nya dien dll sudah ada, perempuan bukan hanya melahirkan sudah terhapus pada jaman pahlawan perempun islam…so jangan propaganda Indonesia kartini adalah sebagai titik peringatan majunya wanita indonesia..bullshit hanya tulis surat jadi pahlawan , kerjasama dan surat2an dengan orang asing yang notabene saat itu mungkin kartini dijadikan boneka dan dia saja yang tdk tau..dia itu wanita pejuang emansipasi..tapi liat dia diam saja ketika menikah dengan orang yang lebih ta..sehausnya dia bisa memilih pra gagah..yang pintar ..kalo memang dia pejuang>>>???so, apanya yang harus diperingati???so anda jangan merasa betul atau salah dalam komentar..jangan setengah2 ..tegaskan mana yang harus diperingati cut nya dien atau kartini…jangan bisa..secara ga lansgn anda pro kartini..saya pro cut nya dien..saya tdk bodoh..yang memperingati kartini yang bodoh…ga ada hikmah dan nilai ibadahnya memperingati hari kartini..yang ada hanya perlombaan kebaya ..aurat masih keliatan neng…please..pikir kalo mau ibadah…”
Dear Nurul,
Assalamu’alaikum, salam kenal. setelah membaca dengan seksama dan dalam tempo yang selambat-lambatnya (:P, hehe) ada beberapa hal yang ingin aku diskusikan lagi denganmu.
Pertama tentang CUT NYAK DIEN. apakah kamu tahu, membaca tulisanmu tentang perjuangan CUT NYAK DIEN versus KARTINI langsung membuat imaginasiku terdampar pada sebuah permainan “Street Figther” antara Kartini duel dengan Cut Nyak Dien, adu jotos memperebutkan gelar perjuangan siapa yang paling layak diakui secara Nasional. (fufufu maap, pikiran2ku memang suka ngelantur). Tapi coba deh kita pikirkan lagi, apa layak nama-nama besar mereka kita pertarungkan untuk mencapai sebuah penghargaan. Aku yakin, saat CUT NYAK DIEN berjuang dengan gagahnya melawan kumpeni… tak pernah terlintas di dalam benaknya bahwa suatu hari dia akan menjadi pahlawan dan perjuangannya akan selalu dikenang. Dia melakukannya dengan tekad dan ikhlas. Aku menghargai keberanian dan perjuangan CUT NYAK DIEN dalam peperangan melawan ‘penjajahan’. Begitupun bangsa kita Indonesia. Bagiku, itulah mengapa kita memperingati HARI PAHLAWAN.
Lalu Kartini? Disini aku sedang tidak memposisikan diriku sebagai fans berat Kartini. Karena idolaku hanya satu, Rasulullah. Lagipula pengetahuanku belum cukup mendalam tentang biografi perempuan ini. Tulisan terakhir yang kubaca yang menyiratkan riwayat Kartini adalah “Jejak Langkah”, serial ketiga dari tetralogi Buru milik Pram’s. Dalam buku ini, Pram menyebut Kartini sebagai Gadis Jepara. Dan dalam buku itupun diceritakan tentang pergulatan-pergulatan pemikiran Kartini dan apa yang telah dilakukan dan belum sempat ia lakukan. Mungkin persangkaan Nurul, jika Kartini hanyalah boneka bagi orang-orang barat memang benar adanya, atau mungkin ada rekayasa ‘bandit-politik’ yang menggunakan isu-isu Kartini dan emansipasi perempuan untuk sebuah kepentingan, dan sampai sekarang belum ada jawaban pasti dan terpercaya mengapa hari Kartini kita peringati… bagaimanpun Nurul, yang kita bicarakan ini adalah sejarah. Cerita orang-orang tua di masa lalu. Permasalahannya adalah, ada berapa orang tua di masa lalu? dan bagaimana bila cerita mereka berbeda-beda?
Namun Nurul, andaikata hari Kartini tidak pernah ada dan aku tetap memiliki wawasan yang terbatas ini tentang Kartini, ada satu hal yang aku hargai sebagai hikmah dalam kehidupannya. Tentang cultural discrimination. Aku sepakat denganmu, bahwa nilai-nilai penghargaan atas kedudukan perempuan telah lama diajarkan dalam budaya Islam, ketika Rasulullah membimbing sahabat-sahabatnya untuk memperlakukan perempuan sesuai dengan fitrahnya. Memanusiakan Perempuan. Namun Nurul, kita tidak boleh lupa bahwa di tanah tempat kita berpijak ini ada budaya yang lain, budaya Jawa. Membaca literatur-literatur tentang budaya Jawa, kita bisa mengerti bahwa budaya Jawa selain dikenal dengan kelemahlembutan serta toto kromo-nya, juga dikenal dengan budaya kasta dengan pingitan bagi perempuan. Bagiku, budaya pingitan merupakan simbol dari penekanan kehendak perempuan. Aku bukannya tidak setuju jika perempuan menjadi Istri dan Ibu Rumah Tangga, tapi aku tidak setuju jika perempuan harus melakukannya dengan tidak ikhlas, terpaksa.Mungkin keterpaksaan inilah yang dilalui Kartini dalam hidupnya, sehingga dia harus menikah dengan Bupati Rembang dan melahirkan seorang yang anak yang juga menjemput kematiannya. Mungkin benar pernikahannya menjadi simbol padamnya pemikiran-pemikiran pembaharuan Kartini. Namun sebelum meninggal ada satu pesan yang ia sampaikan pada saudarinya (kira-kira) : “Tolong anakku dididik, supaya ia bisa menghargai perempuan”
Menurutmu Nurul, jika kamu menjadi Kartini, apa yang membuatmu mengutarakan pesan terakhir yang demikian? Akankah itu tentang penyesalan dan wujud kepedihan mendalam karena prinsip : AKU MAU ,yang membuatnya memiliki banyak impian tentang perempuan, harus tertahan dengan terjangan diskriminasi budaya dan keterbatasan waktu yang membuatnya BELUM SEMPAT TERCAPAI? Atau malah sebuah ungkapan dendam terhadap semua keterpaksaan dan ketidakadilan yang ia alami dan harapan agar perempuan lain tidak mengalami hal yang sama? Atau
Dan pemikiran inilah Nurul, yang menurutku seharusnya setiap perempuan bisa merenungkan. Apa selama ini aku yang menentukan jalan hidupku? Jika menikah nanti apakah aku akan menikah dengan orang yang aku mau? Atau bisakah aku tidak menikah selamanya jika memang aku tidak mau? Jika aku diposisi terhimpit seperti Kartini pilihan apa yang akan aku ambil? Apa aku mau memiliki pengalaman seperti Kartini?
Menurutku, inilah sebenarnya esensi dari sebuah PERINGATAN . Aku juga kurang setuju jika peringatan hari Kartini dirayakan hanya dengan pameran kebaya saja. Karena sesuai dengan asal katanya; INGAT, peringatan seharusnya dilalui dengan meng-ingat tentang masa lalu, sejarah. Pameran kebaya membawa kita mengingat tentang lagak fisik Kartini, tapi sudahkah kita ingat tentang kehidupannya? tentang penderitaannya? pemikirannya? ceritanya? sejarahnya?dan mengambil hikmah dari semua itu?
Hal yang kupelajari dari Kartini adalah, berpacu sekaligus berdamai dengan bayang-bayang waktu yang tidak kita ketahui sampai kapan. Selain itu, aku semakin yakin jika kita bisa belajar tidak hanya dari pengalaman -pengalaman baik,heroik,bahagia,indah tapi juga dari pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan hati, mengundang rasa sesal dan getir ,sehingga membuat hati kita melantangkan keras;
AKU MAU BISA MELAKUKAN YANG LEBIH BAIK DARI ITU
aku yakin, kemauan menjadi lebih baik adalah salah satu modal dasar dari tumbuhnya peradaban dan tentu saja kemajuan bagi umat manusia, laki-laki dan perempuan. Dan inilah hikmah yang bisa aku petik, dan bukankah belajar dan mencari hikmah kehidupan juga salah satu dari Ibadah kita pada ALLAH, karena sesuai dengan perintah pertamanya, IQRA! ??
terima kasih Nurul, kali ini kau membantuku untuk membaca lebih dalam…aku tunggu pendapat-pendapat kritismu lagi, sering-sering main ke blog orang yang lagi belajar ini ya
, btw ada blog juga ndak?? bagi links githu….
Wassalamu’alaikum
Itu Sudah
(na)
Quote 10 : Intellectual
Sabtu, September 6, 2008

Every person is intellectual, but not everyone has an intellectual function
……..
…
.
Episode 9 : What women want ?
Sabtu, September 6, 2008

Pasti sudah banyak pembaca yang pernah menonton P.S I Love You kan ? a story about how to keep on moving after being left behind…. apa itu hanya aktivitas menCinta 1 orang? apa itu cerita tentang seorang perempuan yang berusaha merelakan kepergian suaminya? apa setelah suaminya meninggal maka Cinta mereka tamat begitu saja?
Bagiku, tidak! ini bukan hanya aktivitas menCinta 1 orang, tapi banyak orang. Ada Cinta ibu pada anak yang kesepian, Cinta sahabat yang berusaha menghibur, Cinta Istri yang mengalami melancholic syndrome, dan Cinta suami yang menghargai Istrinya hingga akhir hayat… Dan apakah setelah mati Cintanya berakhir? Tidak. justru bagi mereka Cinta tetap hidup dan tetap saling menCinta melalui lembar surat-surat tertulis maupun tersirat…
Cukup dulu tentang Cinta.
Ada satu dialog yang menarik pusar pemikiranku saat ini. Dialog di sebuah pub antara pemeran utama perempuan “Holly” dengan seorang pria “maap saya lupa namanya”. Pria itu bercerita dan mengeluh pada Holly tentang perempuan yang keinginannya tidak mudah ditebak. Mau inilah, mau itulah, kadang berubah-ubah lah. Hingga lelaki itu bertanya “WHAT ACTUALLY DO YOU, WOMEN WANT?”.Dan dengan tenangnya Holly menjawab :
“THEY DON’T KNOW WHAT THEY WANT”
Sepintas, sebagai salah satu objek yang dimaksud (perempuan – red) aku hanya bisa tersenyum karena reflek otakku langsung seolah-olah mengiyakan jawaban itu. Tapi, lamat-lamat muncul keraguan “apa iya, aku ndak tahu apa yang aku inginkan ?”. Berpikir… Merenung…Menerawang… dan akhirnya kutemukan sebuah keyakinan tentang jawaban dari pertanyaan ini. Aku tidak setuju! bagiku, setiap perempuan hanya punya satu keinginan…
THEY WANT TO BE HAPPY…!
Understand them,put up all their sorrow,and bring the light of eternal happines to their soul
So man, what do you gonna do with it ?
Itu Sudah
(na)
Episode 8 : Hopeless
Jumat, September 5, 2008

“Hopeless”
I am blind, but I am trying to see
I am deaf, but I am listening
I am dumb, but I am speaking up !
I am clueless, but searching the truth
My way is curved, but lining to one direction
I am powerless, but my inner light keep on firing
I am stopped! but I am moving on…
I am hopeless, but my dreams still high
I am hopeless, but enjoying the process
…
.
(Strategic lesson from Charlie Brown stories:
never get a triumph of hope over experiences)
Itu Sudah
(na)










