Quote 24 : Lover is like a shoes

Senin, September 28, 2009

“I wouldn’t bother my time to find my PERFECT shoes, because all I need is my RIGHT shoes

which keeps my feet warm and protect it from any harm…

and it’s not far, it’s here! right beside me..

it’s YOU.

thanks for being such a RIGHT shoes for me :)

(geknana)

 klo ada yg mw ngopy boleh kok...tp gak jamin ya efek sampingnya gimanaa hehehe :P 

spaceball

Menurut nana, kekasih itu seperti “Sepatu”… biasanya kalo lagi window shopping kita sering silau dengan banyaknya sepatu yang cantik dan lucu, namun biasanya akan ada satu yang membuat kita berhenti sejenak depan sepatu yang menurut kita gayanya “its so me..!” dan pingin nyobain, trus pas kita coba2 bentar rasanya pas,meski kadang2 keinginan untuk melihat yg lain juga masih ada tapi kesan pertama yg ia berikan menjadi pembanding yang lumayan berat dari yang lain, lebih-lebih kalo harganya “cocok” dengan kita. nah, pertimbangan2 itulah yg akhirnya bikin kita mutusin untuk memilih sepatu itu. dan biasanya awalnya kita yakin, its just so perfectly fit on me. ;)

Namun biasanya lagi,, pas kita bawa pulang dan mulai dipake shari-hari…sepatu itu bikin tumit kita merah2 dan kadang2 jari2nya juga agak2 lecet, seperti sepatu yang lagi nana coba hari ini hehehe :P . sama seperti kekasih gak sie..? awal2 hubungan rasanya dialah yang “perfectly” match buat kita, tapi seiring berjalan waktu karakter2 asli yang dulu belum sempat dikenal akan muncul dan gak  jarang malah itu sangat berbeda atau malah bikin lecet hubungan kita dengan persepsi, marahan, cemburu, dll. nah kalo udah seperti itu biasanya apa yang kamu lakukan kawan?

Kalo nana, sering inget pesen mama kalo lagi agak rewel dengan sepatu baru yang bikin lecet. “jangan khawatir sayang, lama-lama dia juga akan lentur dan nyocokin bentuk kakimu”.. dan mantra mama ternyata mujarab kan?? kalau kita memilih untuk tetap sabar make sepatu itu meski dia kadang bikin lecet, trus sedikit kreatif dan improvisasi dengan make plaster di tumit biar gak lecet atau malah pake stocking/kaos kaki,, maka lama-lama sepatu itupun akan jadi lentur dan ngepasin bentuk kaki kita…dan semakin lama sepatu semakin nyaman buat kita pake shari-hari. it just so right.

so, kesimpulannya adalah;jika saat-saat yang tidak mengenakkan dalam hubungan kita memilih untuk bersabar dengan waktu dan kreatif buat mengobati hubungan kita, maka biasanya lama-lama kekasih akan menjadi saling melengkapi. Lentur dan pas buat kita. seperti pepatah jawa ‘witing tresno jalaran soko kulino’  …begitulah hehehe :P

yaaah bagaimanapun dalam bumi ALLAH ini tidak ada SEMPURNA dan INSTANT bukan???  begitupun dengan kekasih…yang ada biasanya adalah kekasih yang TEPAT yang dicapai dengan PROSES. dan bisa kita raih dengan dua cara SABAR dan SYUKUR.  :)

sekian pelajaran yg nana  dapet hari ini, semoga ada manfaatnya…kalo ada yg mw ngasi pendapat, masukan ato sepatu..nana terima dengan dada selapang Stadiun MandalaKrida hihihihi :D

na ucapkan semangat untuk sahabat2 nana dengan sepatu2 (dibaca : kekasih2) mereka semoga menjadi sepasang sepatu yang cocok… dan mari kita saling mendoakan.. :)

“….. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu , padahal ALLAH menjadikan padanya kebaikan yang banyak” Q.S An-Nisa (15) 19


Itu Sudah

(na)


resource gambar : http://apapunjadiinduit.files.wordpress.com/2009/07/white-gold-rw-shoes.jpg

Episode 40 : Gelar dan Cinta

Senin, September 7, 2009

“Don’t Judge People by Their Title”

Prelude ;

Someone : bu, kok gak ditulis gelarnya disini??

Aku            : aduh ribet bu, ndak usah aja ya?

Someone : lhoo..gelar itu penting lo bu, biar orang tahu siapa ibu sebenarnya…!!!

Aku           : ……..

Itulah yang akan menjadi latar belakang tulisanku hari ini. Gelar. Terus terang secara pribadi, gelar bukanlah hal yang patut na tonjolkan kepada orang lain. Biarlah orang tahu kapasitas na dari apa yang nana lakukan. Namun tulisan ini bukan pula sebuah penolakan mutlak untuk menggandengkan gelar (status, agama, kependidikan, dll) dengan nama kita. Biarlah tulisan ini menjadi sebuah rangkaian memori dan pemikiran na tentang Gelar, maklum soalnya sedang mengalami masa-masa pasca-kuliah. hehe :P

Gelar.

Apa ya arti dari Gelar itu? secara spontan nana sering mengaitkan gelar dengan status pendidikan. Misalnya, S.E,S.H,S.I.P,S.Kom,S.Sos,S.Pi, M.A,M.Si,M.Sc, Dr, DR, Prof, dll. Na jadi inget dulu waktu jaman SMA sering maen-maen bermimpi punya nama yang gelarnya panjang bangettt… Prof.Dr.Suci Lestari Yuana, SE,SH,SIP, MA,MSc..hihihi..padahal waktu itu na belum paham banget lo artinya apa dr setiap singkatan ituu…yg na tahu, kalo namanya panjang kayak githu artinya cuma satu, JENIUS GILA!! kkkkkk :P (tolong dibaca dlm 1 frase ya bukan dua sifat jenius dan gila :D ) Trus ada lagi tentang gelar, waktu jaman SMPnya nana juga sering bermain dengan nama. waktu itu nana yg notabenenya orang peranakan Sunda-Bali yang lahir di Bali tidak punya nama khas orang Bali yg ada Ni Wayan, Ni Putu, Ni Komang, dll. Mungkin teman-teman sudah tahu kehidupan sosial di Bali dibagi menjadi 4 kasta dr yg tertinggi hingga yg terendah (Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra). Dulu karena cuman satu-satunya di kelas yang tidak memiliki embel2 KeBalian di namanya, makanya na sering iseng nambah2in nama na sendiri jadi, Ida Ayu Putu Suci Lestari Yuana Jegeg Mekontel , atau Anak Agung Ni Luh Putu Suci Lestari Yuana Sledetne Kadi Tatit, hahahahaha :D  trus sering juga tergoda buat nulis nama asli saya, R.A Suci Lestari Yuana, binti Kurniawan, bin Jayadirahmat …ckckck.. yang biasanya karena satu tujuan. KEREN! sungguh pemikiran yang lugu sekali ya?? :P

Nama dan Gelar.

Namun belakangan ini, nana merasa jauh lebih nyaman menggunakan nama yg merupakan doa dr orang tua nana ,   Suci Lestari Yuana.Nama yang sudah lebih dulu lahir 2 bulan sebelum akunya dilahirkan! Gelar yang kudapat karena prestasi pertamaku di dunia ini, LAHIR SEHAT WALAFIAT :) alhamdulillah.. entah mengapa dari semua gelar yang ada di dunia, bagi nana NAMA itu adalah gelar yang paling indah yang pernah nana dengar. Gelar karena Cinta dan DOA. Bentuk cinta orang tua akan kedatanganku di dunia, dan harapan mereka tentang bagaimana aku menjalani hidupku kelak. Hati yang SUCI, hidup yang LESTARI dan menjadi/masuk YUANA (ada dua arti, dlm bahasa bali Yowana = Muda, dlm bhs sansekerta Yuana = Surga). Subhanallah… memang begitulah adanya Cinta orang tua pada anaknya, Cinta yang Ikhlas T.T

Gelar dan Cinta.

Untuk itulah, sampai saat ini bagi nana cukup Suci Lestari Yuana saja yang akan menjadi gelarku. Gelar-gelar yang lain biar orang lain saja yang menilai setelah MELIHAT apa yang nana kerjakan. Meskipun sekarang sudah ada gelar Sarjana, tapi terkadang nana masih merasa malu karena sampai saat ini masih belum menjadi manusia yang sepenuhnya dewasa dan mawas diri..apalagi bermanfaat untuk sekitarnya…fiuh…still long way to go… Karena itulah, nana tidak mau gelar itu malah suatu hari akan menjadi beban “penilaian prejudice” orang lain terhadap nana. Belum apa-apa karena liat title sarjana di belakang nama, orang-orang langsung ngira wahhh…pasti ini lah , pasti itulah…padahal aselinya perkalian 170 x 250 aja kadang masi suka tulalit…hihihihihi.. :P …lagipula nana takut, gelar itu sendiri malah akan jadi penghambat buat nana untuk terus, terus dan terus BELAJAR.  gara-gara punya titel sarjana ilmu HI nana jadi emoh belajar kedokteran, kesehatan, komputer dll….wahhh..jangan sampe deh… sayang kan kalo Dunia yg begitu luas dan kompleks ini hanya cukup kita ketahui dalam 141 sks ? :P ..semoga kita menjadi manusia yang tidak dibutakan untuk mengejar status maupun gelar.. amiiin

tapi kawan, bukan berarti disini nana tidak setuju dengan penggunaan nama diikuti gelar. menurut nana itu pilihan. dan sebaiknya memang sesuai tempatnya =) di lingkungan akademis menurut nana sangat wajar kalo kita mencantumkan gelar akademisi kita. begitupun misalnya dengan gelar-gelar yang lain. tapi lucu aja, kalo na bayangin suatu hari nanti misalnya kenalan ma murid-muridku di sekolah dengan bilang “anak-anak kenalin, nama ibu Suci Lestari Yuana, SIP” wahhh…anak-anak yang gak tahu bisa nanya “bu, SIP itu apaa?? yang jempol diacungin itu bukan?? berarti bisa diganti dengan Ibu OK! dung” kkkk :P ,,,,hehehe maap kalo yang ini agak lebay,,, tapi ya itu…semuanya punya proporsi dan tempatnya masing2. begitupun gelar bukan ;)

bahkan tak jarang nana sering melihat orang-orang tanpa embel-embel gelar yang panjang memiliki segudang prestasi dan bahkan sangat bermanfaat bagi sekitarnya. dan adapula orang-orang yang punya gelar begitu tinggi tapi belum punya kontribusi besar bagi lingkungan atau bahkan hati orang-orang disekelilingnya. dan apakah gelar secara konkret bisa membuat orang sukses?? atau bahagia??

Gelar, Nama dan Cinta

Lalu bagaimana denganmu kawan?? Apa arti dari Gelar pertamamu (a.k.a NAMA) di dunia ini?? hehe…nana yakin setiap orang memiliki nama yang unik, yang kesemuanya mengandung makna, harapan dan CINTA. karena bagi nana, NAMA adalah Gelar terindah, karena NAMA adalah DOA, dan DOA adalah Cinta. Dan biarlah gelar dari Cinta adalah Cinta itu sendiri……dan hanya hati yang suci yang bisa menilai kedalamannya… :)

*** untuk Shakesphare yang sering menguntaikan “apalah arti sebuah nama..?” maaf, aku tidak setuju denganmu. :)


Itu Sudah

(na)


keterangan :
Gelar nama di Bali berdasar urutan ;
Anak 1 : Wayan, Putu
Anak 2 : Made, Kadek
Anak 3 : Nyoman, Komang
Anak 4 : Ketut

Laki-laki = I
Perempuan = Ni

(1)
Ida Ayu = Gelar untuk Brahmana
Jegeg Mekontel = cantik sekali

(2)
Anak Agung = Gelar untuk Ksatria
Sledetne Kadi Tatit = lirikan matanya menusuk bagai kilat

Quote 23 : Scar

Jumat, Juni 12, 2009

SCAR

..

.

For tons of colours I draw
I hate to admit that
I still couldn’t find the colours of iodine
To cure the scar that has been encrust
Along this 3 years

Should I put the the colour of easing away
or seceding from ego and gave up my hope?

The only thing I know
I should learn to trust
That everything will happen for my best
And because of that

I cry, crying loud!

(na)

Episode 39 : EPILOG

Selasa, Juni 2, 2009

It just the end of the beginning of my JOURNEY”

(na)

….

.

EPILOG

Yup, tepat sekali. ini adalah tulisan Epilog nana untuk peran nana sebagai….. Mahasiswa :D . Kayaknya udah hampir 5 bulan ya nana tidak mengupdate blog ini padahal ada banyaaaakkk sekali kisah-kisah CInta yang nana alami dalam waktu itu..maapkan kemalasanku ya, (alasan sebenarnya sie gara2 lagi gila Fakebook) hihihihi…tapi baiklah, na akan menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan dulu…

SELAMAT TINGGAL STATUS MAHASISWAKUUUUUUUWWWWW

Alhamdulillah, selama 22 tahun nana berhasil mengikuti pendidikan formal di Indonesia dengan lancar. Alhamdulillah, terima kasih kepada ENGKAU yang MAHA PENYAYANG atas segala keajaiban2 yang nana alami dalam 22 tahun ini. Terima kasih kepada Mama, mama, dan mama atas kerja keras, jerih payah,dorongan, kepercayaan dan tetap menemani dalam setiap episode perjuangan yang harus nana alami.. (hikzz jadi terharu sangad niii T.T) Terima kasih buat keluargaku, ayah, adik, om , tante, pekak, wak luh , wak muani semua sepupu dan ponakan atas semangat yang selalu bisa nana dapet setiap pulang. Terima kasih buat sahabat-sahabatku, Nisa, Sani, Bram, Rum, Wiwit, Dyah, Igo, Desi, Dina, dll atas semangat2 yg kalian berikan. Terima kasih buat si Ongong buat perhatiannya..Terima kasih buat semuanyaaaa.. Terima kasih Cinta ;)

Dan inilah aku, tetap Suci Lestari Yuana yg dulu. tapi sekarang dengan mimpi yg semakin jelas..

“Menghidupkan SUCI LESTARI YUANA” amin amin amin……


Itu Sudah

(na)

Episode 38 : Berdamai (3)

Selasa, Januari 27, 2009

MenCintai itu, Berdamai dengan kelebihan dan kekurangannya

.


Lagi-lagi nana memikirkan tentang satu aktivitas, Berdamai. Kalo di tulisan nana sebelumnya (Berdamai 2), nana menggambarkan berdamai sebagai aktivitas untuk diri sendiri, maka kali ini nana ingin mengutarakan aktivitas berdamai kita ke orang lain. Tapi ingat! ini adalah pendapat nana pribadi semata.

Awalnya nana teringat tentang sebuah tulisan di wikipedia.org tentang relationship. Tulisannya nyeritain kalo biasanya ada kecenderungan tentang hubungan asmara cowok dengan cewek. Biasanya ketika masa PeDeKaTe yang lebih aktif dan inisiatif itu cowok..sementara yg jual2 mahal tapi he-eh yang ceweknya :p.

Lalu setelah akhirnya mereka jadian, ada kecendrungan kalo si cowok merasa, karna dia udah capek2 ngejar, saatnya dia yg harus dikejar ato dimanja.. (bener gak yaaaa?? fufufu) sementara si cewek mikir, ya gak ada yg harus berubah dong, berubah berarti udah gak sayang lagi. well,kadang2 menurut nana ini bisa menjadi miskomunikasi no 1 dalam hubungan.

kecendrungan yang kedua, (masih menurut artikel itu) biasanya ketika baru menjalani hubungan si cewek masih setengah2 dengan perasaannya, tapi seiring berjalannya waktu, si cewek biasanya akan semakin sayang dengan pasangannya, dan menerima kekurangan pasangannya. beda banget ma cowok, sebelum memulai hubungan, biasanya si cowok termabuk kepayangi oleh kelebihan dan kepintaran si cewek. she is the best of the best lah. namun setelah menjalani hubungan, makin lama si cowok mulai melihat kekurangan ceweknya, dan mulai merasa kecewa dan ujung2nya merasa telah salah mengambil keputusan. dan menurut nana ini juga miskomunikasi no 2

well, dari artikel itu diberikan saran yang solutif. Dalam hubunagn, hendaknya dilandasi oleh komitmen dan kontribusi seimbang dari keduanya. tidak berat sebelah. penulisnya menganjurkan bagi si cewek untuk lebih menekan ego dan manjanya, dan lebih menyayangi dan memanjakan pasangannya. sementara si cowok dianjurkan untuk lebih belajar menyayangi si cewek apa adanya. menerima kekurangannya. well, to stay in Love is not by choice fellows, but by WORK.

dan akhirnya dari artikel ini nana mengambil kesimpulan tentang aktivitas berdamai. Bagaimana caranya berdamai dengan orang/pihak lain? Ialah dengan menerima dirinya apa adanya, terutama kekurangannya.

Jadi teringat tulisan teman Pahlawan nana tentang beda sayang, cinta dan suka. well, sebenarnya tulisan ini gak berhubungan2an banget ma tema tulisan itu. karena menurut nana antara suka, sayang dan Cinta itu sangat absurb untuk dibedakan dengan kata2. tapi ada dua hal yang saat ini nana tahu dengan jelas bedanya. Kagum dan Sayang

Menurut nana perbedaan yang paling jelas diantaranya keduanya adalah terletak pada ‘area penerimaanya’. Seberapa jauh kita bisa menerimanya atau hal tertentu.

Ayo kita mulai dari bahasan yang paling sederhana. Hubungan antara cowok dan cewek. menurut nana, jika kita menerima kelebihan seseorang di dalam hati, melihat kelebihan2nya itu sebagai sesuatu yang istimewa dan mulai mengalami kekecewaan ketika kita tahu kekurangannya, itulah kagum. Dulu, nana pernah mengagumi seseorang. Tentu karna kelebihannya. dan karna terpaku dengan kelebihannya itu, nana jadi membutakan mata untuk melihat kekurangannya. Hingga sahabat nana mengingatkan “kok bisa kamu kagum dengan orang macam githu!”. tapi,biasanya selalu nana tepis dengan jawaban “dimataku dia istimewa”. Dan skrg nana paham, itulah kagum.

Sementara Sayang, memiliki area penerimaan yang lebih luas. sayang itu adalah ketika kita bisa menerima kelebihannya, ikut senang dan tidak iri dengan keberhasilannya, menerima kekurangannya, ada disampingnya di saat-saat sulit dan mengharapkan yang terbaik untuknya. dan ketika orang lainpun harus bertanya “kok bisa sayang dengan orang macam itu!” maka jawabannya adl “dimataku, meski dia banyak kekurangannya tapi aku bisa menerimanya..” dan itulah sayang.

Berdamai

dan berdamai dengan orang lain, adl (lagi-lagi) menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna. Lalu, untuk apa kita harus kecewa dengan sisi ketidaksempurnaan seseorang? dan dalam berdamai masih ada satu kata kunci selain area penerimaan, Empowering. Iya, menurut nana jika kita memutuskan untuk berdamai dengan orang lain, maka kita tidak cukup dengan menerima dia apa adanya, namun bersama-sama meningkatkan kualitas diri untuk bersama-sama menjadi lebih baik. karena jalan damai adl jalan kebaikan.

Dan itulah jiwa sang Arkeolog, tetap menemukan keistimewaan dikedalaman tanah yang kotor meski telah usang dimakan waktu…


Sekarang, mari kita menuju pembahasan yang lebih serius…

Berdamai dengan kehidupan

Menurut nana, orang yang bahagia adalah mereka yang bisa berdamai dengan kehidupannya. Mereka yang hanya mau menerima kelebihan/kesenangan/kemewahan dalam kehidupannya berarti hanya mengagumi kehidupan/dirinya sendiri. Dan ketika mereka mulai menemukan titik lemah pada dirinya, ketidakbahagian pada kehidupannya maka mereka menjadi kecewa, sedih, marah, menentang hidup! Di lain sisi, mereka yang mau menerima sisi keistimewaan hidup mereka dengan penuh terima-kasih, dan menerima sisi kekurangan dalam hidup mereka dengan penuh sabar, maka akan merasakan makna hidup yang sebenarnya. Karena ia sayang dengan hidupnya. Dan karena ia menikmati setiap proses, episode dalam kehidupannya, tak peduli entah itu yang bersinar maupun yang gelap. Dan mereka yang berdamai dengan kehidupannya, adalah mereka yang tidak hanya cukup menerima kelebihan dan kekurangan hidupnya, tapi juga membuatnya menjadi lebih baik.

Karna itulah hidup, beruntunglah bagi siapa yang mensucikannya, merugilah bagi siapa yang mengotorinya…


Kamu : apa kabarmu, Na?

Aku : aku sedang berdamai dengan hidupku, hidupmu, hidupnya dan hidup mereka.


Itu Sudah

(na)

Quote 22 : Hadapi Ketakutan Cinta

Kamis, Januari 22, 2009

Harus lebih berani menghadapi setiap ketakutan

karena setiap Cinta pasti diuji

.

catatan :

Ketakutan pasti akan selalu datang untuk melemahkan Cinta. Takut akan kehilangan, takut akan berpisah, takut tidak tercapai, takut takut dan takut… Tapi bukankah menCintai itu berarti memberi? maka kebersamaan bukan tujuan utamanya. Tapi kebersamaan adalah anugerahnya.

Lalu untuk apa kita menCintai? karena satu alasan tentunya :)

Quote 21 : Cita-Cita No 1

Senin, Januari 19, 2009

Menjadi Istri dan Ibu Pemimpin

.


catatan : mungkin kedengaran seperti desakan atau dilemma seorang mahasiswi yang sedang diambang batas akhir kemahasiswaannya dan seolah-olah belum menentukan status kemaha-an selanjutnya. tapi buat nana, ini adalah suara hati. suara hati nana yang fitrahnya adalah perempuan. suara hati yang sebaiknya mulai dari sekarang nana pupuk dengan niat, azzam, usaha, pengorbanan, sabar dan doa. Rabb, jika memang suara hati ini membuat nana menjadi hamba yang lebih baik, mudahkanlah jalannya Rabb. InsyaAllah, amin…

Wanita-wanita yang jahat untuk Laki-laki jahat, dan Laki-laki jahat untuk Wanita-wanita yang jahat pula. Sedang wanita baik-baik untuk laki-laki baik-baik, dan Laki-laki baik-baik untuk Wanita baik-baik pula Q.S : An-Nur (24) : 26

Episode 37 : Celebrating the Truth

Selasa, Januari 13, 2009

For me,

How to celebrate the truth ?

It is by tears, smiles and thanks

And I wonder

Still  I get the Rain and the Love

when I am hating no body?

I may shocked

or stopped

but I am moving on

and trying to enjoy the process

though it may unacceptable

but the truth never lies

Alhamdulillah

Yaa Dhoru wa Nafii’

Episode 36 : Charger of the day

Minggu, Januari 11, 2009

“always do the best and may ALLAH do the rest”

Curcolan

110109/16.02

19 jam menuju pendadaran, perasaan masih campur aduk…mata dan mulut udah berusaha tetap ceria gak komat-kamit ngomongin skripsi tapi otak ini gak berhenti2 ngebayangin 3 teori kebijakan publik yang nana pake sbg alat analisa utama….whoaaa.. nana panik dan nervous nie…

Lalu memutuskan untuk ke warung internet dan membuka email, berharap ada balasan email dari dosen pembimbing terhebat nana,setelah kemarin mengirimkan file presentasi dan meminta masukan… sedikit dagdigdug mikirin kira-kira balasannya akan seperti apa..lalu ketika na mulai klik inbox email dan satu persatu nana teliti pengirimnya, ternyata….ADA. dengan perasaan gak tentu na buka emailnya dan inilah isinya :

Nana: I’ve got the file and read it. The content seems very good/excellent. However, you may need to consider of having only 3 or 4 points per slide, so that your presentation format will be more eye-catchy. Good luck for the exam, and see you on Monday

Riza

Alhamdulillah…. entah mengapa membaca susunan kata-kata ini membuat perasaan nana jauh lebih ringan. Oke! saya siap melakoni peran saya dengan maksimal, dalam episode “pendadaran” ini. Makasi banyak buat doa dan dukungan semuanya yang telah membuat nana tetap semangat dan berhasil mencapai tahap episode kehidupan yang ini. Dan mohon doanya semoga nana bisa memberikan yang terbaik 19 jam lagi, dan tentu saja.. tanpa penyesalan ;) !

Bismillah…

Ayo..ayo Semangat!! huff..huff..


“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS Thaha [20]: 25-28


Itu sudah

(na)

melompat-lebih-tinggi

Masih (Sahabatku Kekasihku)

– Ada Band-

rasa cinta yang dulu tlah hilang
kini berseri kembali
tlah kau coba lupakan dirinya
hapus cerita lalu

dan lihatlah
dirimu bagai bunga di musim semi
yang tersenyum
menatap indahnya dunia
yang seiring menyambut
jawaban segala gundahmu

walau badai menghadang
ingatlah ku kan selalu setia menjagamu
berdua kita lewati jalan yang berliku tajam

setiap waktu wajahmu yang lugu
selalu bayangi langkahku
telah lama kunanti dirimu
tempat ku kan berlabuh

cahya hatiku
yakinlah kekal abadi selamanya
seperti bintang
yang sinarnya terangi
seluruh ruang di jiwa
membawa kedamaian

walau badai menghadang
ingatlah ku kan selalu setia menjagamu
berdua kita lewati jalan yang berliku tajam

resah yang kau rasakan
kan jadi bagian hidupku bersamamu
letakkanlah segala lara di pundakku ini

walau badai menghadang…

Episode 34 : Arti Sahabat

Sabtu, Januari 3, 2009

To me, bestfriend is a life-changing friend

 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim. 

Pahlawan, tahukah kalo hari ini cuacanya begitu cerah… Langit biru seluas samudera dengan awan seputih kapas terus memayungi gerak perjuangan yang kita lalui hari ini.  bahkan dari jendela kamarku di lantai dua, nana masih bisa menikmati suasana ceria sabtu ini.  Dan lebih senangnya, setelah tadi pagi dibombardir dengan asap2 pengusir nyamuk aides aegypty akhirnya burung2 kenari tetap mau bertengger dan berkicau menemani saat-saat soreku yang penuh  dengan kedamaian ini. Sebenernya gak terlalu damai-damai banget sie, karna masih banyak  tugas-tugas yang menumpuk dan menjerit untuk diselesaikan…Yah, buah dari kemalasan dan menunda-nunda.  Tapi, sejenak…nana ingin berdamai dengan sore ini dan memikirkan tentang 22 x 365 yang telah  nana lewati ini.Hari ini, di tengah-tengah kesendirian nana dan diri nana sendiri, muncul satu pertanyaan. 

Am I a lonely person? 

Yah…mungkin kalo na bertanya pada orang lain akan ada berbagai jawaban yang bisa nana dapatkan.  tapi saat ini nana ingin bertanya pada diri sendiri. apakah nana orang yang kesepian? hmmm…  ada seseorang yang sering mengungkapkan hal ini pada nana “Aku lahir sendiri, matipun aku akan sendiri,  maka aku tidak akan takut jika aku harus menjalani hidupku sendiri”. (PS : you know who you are ;) )  nana berpikir, perkataannya ada benarnya. Bahwa apa yang kita lakukan di dunia merupakan pilihan yang  konsekuensinya harus kita tanggung sendiri. Tapi, bukankah ada kalanya ada hal-hal di luar yang tidak  bisa kita atur maupun perkirakan? seperti hubungan kita dengan orang lain misalnya, pertemanan.  Pengalaman mengajarkan nana bahwa tidak selamanya kita bisa mengharapkan seorang teman berlaku seperti  yang kita mau, dan tidak menutup kemungkinan seorang teman bisa melakukan hal-hal yang tidak kita sukai  bahkan di lain waktu bisa menjadi seorang yang tidak kita sukai. Life is unpredictable.  

Seperti sore ini, ketika nana mencoba menjawab pertanyaan di atas, nana memikirkan waktu-waktu yang telah  nana lewati dan siapa saja yang pernah berpartisipasi mengisinya dengan kenangan. Mereka. nana sadar ada begitu banyak sekali orang-orang yang telah memasuki ruang hatinya nana. Dan jika boleh nana kategorikan  ada sebagian yang menurut nana cukup datang dan pergi (easy come, easy go) dan yang kedua mereka yang  datang dan meninggalkan bekas (leave the mark). Dan bagi nana, sahabat adalah mereka yang meninggalkan bekas yang menggetarkan isi hati (core shaker) maupun mengubah cara pandang atau perilaku nana terhadap kehidupan (life changing). Dan untuk semuanya itu, nana hanya bisa bersyukur atas waktu dan kenangan yang pernah nana miliki. Ada beberapa ciri khas yang nana temui dari sahabat-sahabatya nana 

1. klik ! 

Yup. ada perbedaan mendasar yang nana temui, ketika pertama kali bertemu dengan seseorang. Apakah ia orang yang bisa ’satu frekuensi’ dengan nana? mungkin Klik tidak bisa disamakan dengan obrolan-obrolan dalam ‘interview’ ya, misalnya pertanyaan seputar CV (nama, alamat, asal, sekolah, pekerjaan, de el el ) menurut nana itu sesuatu yang lumrah dalam perkenalan. Namun, perkenalan dengan seorang sahabat selalu dimulai dengan sesuatu yang unik dan tidak bisa diduga. Pernah nana memulai persahabatan dengan obrolan seputar komik kesukaan, film kesukaan, hobi ‘cuci mata’, pendapat tentang sebuah isu, tokoh favorit, atau bahkan sering dimulai dengan satu topik paling menarik yang tak pernah lekang oleh waktu ‘Cinta’. 

Adakalanya rasa ‘Klik’ juga tidak sebatas kata-kata, tapi bisa berupa kondisi atau masalah yang sedang dihadapi bersama2. Nana cenderung mudah bersahabat dengan mereka yang pernah ‘bekerja’ atau beraktivitas bareng dengan nana. Karna dari sana kita bisa menunjukkan karakter asli masing-masing, bahkan sering kita memiliki kesempatan untuk menghadapi masalah bersama yang membutuhkan kerjasama.  Terus terang, kebanyakan rasa persahabatan nana muncul dari metode yang satu ini. 

2. Tidak sungkan mengingatkan, mengkritik, memarah. 

dari pengalaman, nana tipikal orang yang lemah dengan pujian. Dan bisa nana liat,selama ini lebih sering kritik dan cacian yang membangun kemandirian nana daripada pujian. Itu hanya mengajarkan nana satu hal, berbicara dengan jujur. Dan itulah yang sahabat-sahabat nana lakukan. Yahhh…bukannya tiap hari sahabat nana itu kerjaannya mencaci maki nana (emang sapa juga yang betah :P ) tapi, sahabatlah yang pertama kali mengingatkan nana apabila nana berbuat salah atau keliru. kritikan2 seperti ” na, kamu tuh terlalu kaku deh”, “na, you think too much”, “na, kadang kalo lagi ngomong depan orang banyak, kamu keliatan kayak orang sombong”, “na, coba lebih sering melatih suara asli daripada suara valseto mu”, “na, when it comes 2 doin things that we Love, recognition don’t matter that much..”, “selama ini, nana yang aku tahu adalah nana yang tegar dan ceria, I can’t believe that you could so fool like this”, “na, how can your spelling is better when you’re singing than you’re talking?”, “na, when ego comes along, you need to compromise”, “na, you’re not good on reading, but you’re good on social networking”, “na, coba kontrol emosimu..”…

namun tidak jarang seorang sahabat menurut nana juga bisa memberi pujian. Namun bedanya pujian itu tulus dan bersifat membangun daripada membuai. “na, I like your shinning smile, its energize my day”, “na, try to find out how to be more mature but stay innocent, okay”, “na, trimakasi sudah mau mendengarku, sabar dan semangat untuk mengarungi hidupmu, aku mencuri energi darimu”, “na, you’ll be a great mom someday”, “na, you very easy to get along with”, “na, tulisanmu membaik!”, …

3. Quality of Time vs Quantity of Time 

nana adalah tipikal orang yang percaya bahwa bersahabat tidak berarti harus bertemu setiap hari, jalan-jalan bareng tiap hari, sms-an dan telpon setiap saat. Karna bagaimanapun nana menghargai kalo setiap orang punya prioritas masing-masing dan nana-pun ingin dihormati prioritasnya itu. Jadi kalo misalnya nana mengundang sahabatnya nana untuk bertemu dan dia tidak bisa yah gapapa. I can understand it and I won’t demand anything. bahkan sering nana ketemu dengan sahabat nana secara gak langsung, di kampus, di kantin.. dan karna mengetahui kemungkinan itu adalah kesempatan yang jarang terjadi, makanya we’ll treasuring time. Ngobrol dr hal-hal gak mutu, sampe hal-hal yang meres otak dan tentu saja, masalah hati…fufufu.. 

bahkan kalo nana pikir2 sekarang, ada beberapa sahabat yang selama 22 x 365 hanya nana temui dalam hitungan jari. seperti sahabat nana yang di negeri antah berantah sana… pertemuan itu dimulai ketika nana baru aja nyampe di negeri orang-orang sipit dan jalan-jalan di downtown. bertemu dengan sahabat ini, mulai Klik karna kita sama-sama pendatang baru dan bagi2 informasi dan akhirnya tetap berkomunikasi lewat dunia maya. Thanks for the internet for keeping us in touch. tapi meski hanya bertemu beberapa kali, they leave the life-changing marks… 

4. A friend in need is a friend in deed. 

kata orang, sahabat adalah nama orang yang muncul pertama kali ketika kita sedang kesusahan, sakit atau dalam masalah. dan nana percaya ma yang satu ini. It works! mungkin ada kalanya ketika nana senang, nana memikirkan untuk membagi kebahagiaan itu dengan semua orang, tapi ketika nana sedih hanya nama-nama mereka yang selalu bisa nana andalkan, sahabat. 

sahabat, trimakasih untuk sms penyemangat, obrolan-obrolan pembersih ‘kacamatanya’nana, energi-energi yang tidak pernah berhenti kalian bagikan untuk nana. Dan ada benernya juga, kalo sahabat adl mereka yang kita butuhkan disaat-saat menghadapi masalah yang paling krusial bahkan mungkin sangat pribadi.. finansial dan kasmaran :)  

5. mendoakan 

dan yang terakhir, meski nana gak bisa melihat dan mengamati tapi nana yakin seorang sahabat adalah mereka yang selalu mendoakan kebaikan kita. nana yakin nana yang sekarang ini, dengan semua pencapaian yang telah nana alami tidak lepas dari dukungan dan doa-doa sahabat2 nana yang tidak pernah nana ketahui. sungguh! membayangkannya saja sudah membuat air mata ini meleleh, semoga kemuliaan selalu bersama mereka ya, Rabb

Sesungguhnya doa seorang muslim bagi saudaranya di tempat yang berjauhan dikabulkan. pada kepalanya terdapat malaikat yang diutus, setiap dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat itu berucap amin dan juga bagimu. HR Muslim. 

 

Yah… dan itulah jawaban nana hari ini. I’m not lonely. I am open but enjoying my solitude, and I Love my friends and my life-changing friend in particular. And I always pray the best for them and an eternal meeting on the final day..amin. 

Dan untuk semua sahabatku, semoga Tuhan selalu menjaga dan menganugerahkan kemuliaan padamu. Love u :)  

Itu Sudah 

(na) 

Episode 33 : 10 Thing About Nana

Rabu, Desember 31, 2008

nana

Akhirnya….setelah mendapat banyak Pe eR dari Amita dan Mas Anggak. tiba saatnya nana menilai diri sendiri. mohon maaf kalo nanti ada kesan2 narsisme yang kentara :P Dan tentu saja buat siapapun yang membaca tulisan ini dan merasa gak sreg ama bagian2nya,, monggo silahkan dikomentari. well ini dia, 10 things about Nana 

 

1. I love what I do and Do what I Love

Yup selama 22 tahun ini, nana lebih banyak memilih untuk melakukan hal-hal yang nana sukai, misalnya bermain dengan anak-anak (mungkin sifat kekanakan nana masih kental kali ya :P ), nge-Game, nulis, berceloteh, merenungi dan sok romantis dengan alam, HUJAN2AN!!!, belajar hal2 yang bikin mikirin hidup dan dunia (oalah bosone rek rek :P ), menyanyi, menari, ‘cuci mata’ (fufufufu) deElEl. Dan nana juga selalu berusaha untuk menyukai apa yang sedang jalani sekarang , menulis skripsi (Bantai, Bantai, Bantai,,!!), sukarelawan, bangun perpustakaan, jadi tim kajian Asia Timur, jadi tutor kuliah, jadi mahasiswa di ujung tahun dan bersiap-siap dengan masa depan ;)  

2. Balance

prinsipnya nana, Keep the Balance. Yah pokoknya semua harus dijalani dengan sedang-sedang saja. Hari ini mam PIzza Hut besoknya mam pecel lele ajah. Hari ini nonton pelm dan malas2an seharian di kos, besoknya nge-drill tugas-tugas kampus, sliweran di kampus dan di negeri jogja antah berantah ini. WORK HARD PLAY HARD. ya gak?

Tapi kadang, menjadi tantangan besar buat nana untuk tetap menjaga keseimbangan dalam hidup ini. Maklum nana ini tipikal perempuan perasa dan pemikir. Jadi kalo ada yang ngomentarin A (padahal cuma becanda) kdang dipikiriiiiiiiiiiiiinnn ma si nana ini :P . yah , kadang2 masih susah untuk memutuskan respon dan tindakan yang tepat. Karna pada dasarnya si nana ini pingin selalu melakukan hal yang benar. Do the right thing. Tapi karna saat ini dia baru belajar mengeja kata B-E-N-A-R itu, yahhh githu deh… lemot kadang2..hehe opo to yo 

Tapi kalo dari segi planning, jangan ditanya. I plan a lot. meski ada banyak yang gak terlaksana akhirnya :P . Karna kalo menurut nana, gak cuma kerjaan ato tugas aja yang perlu di rencanakan dan masuk ke organizer, tapi liburan jugaaaaaaaaaa. Its Holiday, dude ;)  

3. Ceroboh, Pelupa, terburu-buru, budi. 

Yah,, kekurangan cewek sagitarius ini adalah cerobo, pelupa, terburu-buru dan budi (budek dikit). tahun depan nana akan berusaha lebih calm down dan tenang menghadapi semua perubahan yang terjadi. I’ll be more ready for the change and to make the change!!!!

4. Tulisannya jelek

Bener sekali , tulisan tangannya nana rodo-rodo ancur. Mungkin karna dulu cita-citanya pingin jadi Dokter Ahli Bedah Syaraf gak kesampean jadinya cukup bisa niru tulisan tangannya dokter aja ,, hehehehe 

5. I prefer to treasure memories than properties

Intinya, nana itu suka FOTO. Narsis level akut. meski sekarang sudah mengalami terapi bermacam2 :P  tapi tetep aja, sekalinya dipancing buat difoto,,,keluar deh kenarsisanya. Makanya nana paling cocok ma orang2 yang suka memotret daripada dipotret. I miss my patient-personal photographer ever, Chorryi… T.T 

Tapi paling gak skrang , nana belajar untuk menyukai objek foto selain diri nana sendiri. Akhir2 ini nana suka foto-foto langit… Sejuk dan indah ya??

6. Moody 

Nah..ini dia penyakit yg nana banget. Jangan kaget kalo hari ini liat nana senyum2 sumringgah gak jelas, besoknya malah manyun2 gak keruan. :P banyak yang bilang mungkin nana lagi ‘dapet’ padahal sebenrnya emang penyakit moodynya lagi kumat ajah. Bisa aja loh, hari ini nana super sibuk besoknya malah disco lazy time…. ck ck ck  Ayo Na, dikontrol kagi mood-nya ;)  

7. Gak seneng diprintah

Sejujurnya, nana paling ogah diperintah, apalagi dengan cara2 bossy. No way lah, mbok ya kalo mau sesuatu itu dengan minta tolong atau dengan cara lembut githu… ya gak?? tapi nana mau dikritik kok! malah akhir2 lebih senang menerima masukan dan kritikan yang bisa membuat nana menjadi lebih baik. Tapi ada yang bilang nana itu penurut, well mungkin awalnya penurut,, karna masih husnudzon…mungkin it’s for good, tapi kalo lama2 ketahuan belangnya, I won’t hesitate to tell. dan kadang juga kalo ada sesuatu yang kurang menyenangkan hati nana langsung bilang ma orangnya. mengkritik bahkan kadang2 bisa pedes banget. (Waduh! maap ya …) 

8. PeCinta Seni banget 

Ini adalah pengaruh darah keBali-annya. (kayak sabung ayam aja :P ) Jadi apapun yang berhubungan dengan seni pasti nana suka. pemain musik ? KEREN! pemain gamelan ? Cool! penari ? Wow!!, Pembaca Puisi?  Spektakuler! Penulis? Mengagumkan! bahkan kalo kambing jantan lagi mengembik pun, merdunyaaa… (hihihihihi) Pokoknya buat nana, semua yang berseni itu keren. Dan semuanya bisa dibuat seni :P

9. Pembaca lamban..

hehe…maap buat semua yang udah nana pinjemin buku laaaamaaaaaaaaaa banget. maklum kalo nana baca itu diresapi kata demi katanya sie (caelaaahh). tapi sebagian besar dipengaruhi ama penyakit akutnya nana sie, itu lho no 6 

10. Senyum.

Dan terakhir nie……nana banyak dikenal dan dikenang gara2 senyumnya! suwer! hihihihi….. banyak yang bilang gak nana kalo gak senyum :P . Okay , saya akan tetap TERSENYUM apapun yang terjadi :P

 


fiuhhhhh,,,,akhirnya selesai juga…PR saya di tahun 2008 dan baru dikerjain skerang…emang DeadLiner sejati hihihi (ini bisa jadi no 11 juga lho…) . Btw, ada yang kurang gak dari deskripsi di atas..monggo ditulis di komentar yah?? maklum lah…nana gak cukup dideskripsikan dengan 10 sifat , bahkan ribuan aja gak cukup..ya kan?? hehehe dan sekrang ini dia aturannya 

Each blogger must post these rules
Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names
Dont forget to leave them a comment telling them they have been tagged and to read your blog.

Dan sekarang nana akan memforward PR ini ke yang lainnyaaa…

1. mas Fachry : ay o mas,,, ente kebagian PR lagi nie.. ade’ udah buat 10 things about Fachry, ntar kita cocokan oke? 

2. Igo : bu,,,,, ayukk bu…. diisi yap !

3. Mbak Isti  : dilarang pake bahasa Jepang yah.. zenzen wakarimasen :P

4. Buldan ; perhaps its time to update your blog bro! :P  

5. Rum : come on Rum, nana pingin liat seorang Rumism melihat dirinya sendiri dalam kacamata CINTA, fufufu 

6. Sani : oi! lumayan San buat nambah2 blogmu yang ampir kadaluarsa itu

7. Emeld : ayo bu! diisi..diisiii..

8. Mbak Dike : Mbak, saya ingin mengenalmu lebih dekat ;)  

9. Mas Rahmat : Dosen keren di HI UGM, bagaimanakah mas Rahmat memandang dirinya?? PR yang menarik khan mas? , hehehe

10. Mbak Atin : sudah lama tidak bersua mbak,,, ayo mbak jangan lupa bikin PR ya???

 

SEMUANYA MET TAHUN BARU 2009 

RESOLUSI 2009 

READY FOR THE CHANGE!!!!!!!!

Itu sudah 

(na)

Episode 32 : Deteriorasi Budaya Perang

Rabu, Desember 31, 2008

 

I am tired and sick of war. Its glory is all moonshine…War is hell.

William Tecumseh Sherman (1820 - 1891)

Pahlawan, sudah menyimak berita penyerangan Israel ke Jalur Gaza yang dimulai hari sabtu yang lalu? Apa pendapatmu? Terus terang, waktu nana menyimak berita2 itu melalui TV dan media cetak, semuanya mengatakan hal yang serupa. It’s Terribly Hell !!! Nana gak abis pikir,, mengapa sebegitu mudahnya si pilot2 pesawat Israel melontarkan bom2nya ke daerah Gaza, meski dengan alasan serangan balasan terhadap serangan Hamas sebelumnya, tapi apa mereka gak abis pikir??!! Siapa aja yang ada di bawahnya, apakah semuanya adalah petarung Hamas, siapa aja yang akan jadi korban…bukankah disana masih banyak warga sipilnya, orang tua, , perempuan bahkan..anak-anak??!! KETERLALUAN! 

Nana jadi teringat dengan kata2 dosen yang na kagumi , Pak Mochtar : 

“Kejahatan yang paling kejam adalah kejahatan yang semakin menjauhkan pelaku dengan korbannya” 

Ya,kalo misalnya kita bandingin dengan perang konvensional jaman dulu, dimana para tentara masih menggunakan pedang dan perisai , sementara sekarang tentara cukup menekan tombol2 untuk meluncurkan rudal dan bo, JELAS ADA BEDANYA! Apa bedanya? Satu, jaman dulu yang dibunuh dalam perang adalah musuh sementara sekarang belum tentu! masih banyak warga sipil yang tidak bersalah dan berdosa ikut terseret dalam polemik perang ini. Ingat pepatah “Gajah berperang dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah” dan  sayangnya, itulah warga sipil, PELANDUK! Dua, jaman dulu ketika seorang prajurit membunuh dengan menghujamkan pedang ke jantung musuhnya, masih ada efek2 psikologis yang harus diderita prajurit tersebut. Banyak tentara jaman dulu yang tidak bisa tidur karna dihantui bayang2 rintihan dan kesakitan para musuh dan korban yang telah ia bunuh. Namun sekarang, hanya dengan menekan beberapa tombol, seorang tentara Amerika bisa menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki yang beribu2 mil jauhnya dan tanpa harus melihat kengerian dan penderitaan yang terjadi akibat dari tindakan “memencet” tombolnya itu. Bandingkan,dulu seorang prajurit yang hanya membunuh puluhan musuh harus menderita trauma psikologis bertahun-tahun akibat perbuatannya sementara sekarang seorang tentara yang membunuh puluhan ribu, bahkan jutaan warga tak bersalah masih bisa tidur tanpa dibayangi penderitaan yang telah ia ciptakaan. JAHAT!

Deteriorasi Budaya Perang 

Kali ini, nana ingin membahas sebuah kajian menarik yang nana terima saat kuliah Pak Mochtar. tentang Perang . Bagaimanapun, perang merupakan ciptaan dan pilihan manusia. Pilihan yang diambil ketika negosiasi lewat kata-kata sudah tidak bisa memberikan solusi terbaik. Tapi bagaimanapun dari sudut pandang politik Internasional, perang memiliki aturan. Itulah yang membedakannya dengan kerusuhan atau chaos yang lain. Seperti yang pernah diungkapkan Malinownowski tentang definisi perang 

Armed contested between two politics units, by means of organized military force, in the pursuit of tribal or national policies. 

Dikatakan diatas, bahwa perang itu memiliki dua ciri utama, terorganisasi dan memiliki tujuan politik. Namun sayangnya dua ciri perang ini semakin lama semakin susah untuk kita identifikasikan untuk sebuah alasan yang logis. Dalam kelas Pak Mochtar kita membahas tentang beberapa perubahan tren perang yang terjadi belakangan ini ; 

Yang pertama, saat ini perang antar negara maju/besar jarang terjadi, tapi negara maju tetap campur tangan pada perang antar negara kecil. Perang-perang yang terjadi di masa perang Dingin bisa menjadi salah satu contoh persaingan US dan USSR, sebut saja perang Korea Utara dan Selatan. atau sebut saja konflik minoritas yang terjadi di Georgia yang mengundang campur tangan negara2 Eropa, Rusia dan tentu saja, Amerika. Apa maksudnya? well, seandainya kita meletakkan diri pada sepatu mereka tentu saja untuk menghindari resiko dan kerugian perang di negara sendiri. Simpelnya, kita tetep bisa berperang, tapi yang hancur negara orang. Does it make sense? 

Yang Kedua, perubahan jumlah korban perang yang semakin bertambah. dalam kurun waktu 165 tahun (1815-1980) ada sekitar 118 perang antar negara yang menyebabkan korban berjumlah 31 juta. Sementara pada satu periode Perang Dunia II yang terjadi hanya 6 tahun menimbulkan korban lebih dari setegahnya, 17 juta. 

Yang Ketiga, akhir2 ini perang semakin tidak teroganisir dan beraturan. Dulu ada pembedaan yang jelas antara negara, militer dan warga sipil. Dan biasanya yang terlibat dalam perang hanya negara dan militer. Namun saat ini, seringkali suatu negara menyerang negara lain dengan menghancurkan kota-kota besar dan menyerang warga sipil. Mari kita lihat contoh Invasi AS ke Irak, jika memang alasannya adalah untuk menurunkan Saddam Husein yang sangat otoriter, mengapa mereka harus menghancurkan salah satu kota dengan warisan budaya kuno tertua, Baghdad? dan mengapa ketika Saddam telah ditangkap dan duhukum mati, tetara Amerika masih tetap disana? mencurigakan… Begitupun dengan Invasi AS ke Pakistan akhir-akhir ini. Selain itu saat ini perang bukan cuma milik Negara. Ada perang didalam negara itu sendiri, perang Etnis misalnya. Dan ada juga perang yang tidak jelas siapa musuhnya. Perang melawan Teroris misalnya. 

Yang menjadi kengerian terbesar adalah saat ini perang bukan cuma urusan negara dan militer serta mas-mas berseragam dan berlencana dimana2 saja, tapi perang juga mengena pada kita, warga sipil yang tidak tahu apa-apa, tidak bersalah dan terlibat dalam alasan perang itu. Nana tak bisa membayangkan kengerian yang harus dialami perempuan2 seusiaku, orang2 tua seusia kakek dan nenek, anak-anak di Jalur Gaza, Palestina. Apakah mereka harus begadang melewati malam tahun baru ini, bukan karna menanti detik2 pergantian tahun dengan suara terompet,kembang api dan pesta tapi karena ketakutan akan serangan mendadak dari tentara Israel yang bisa mengancam nyawa mereka. TIDAK ADIL

Pahlawan, menurutmu apa yang bisa kita lakukan? Mendoakan mereka? Tentu. Mengirimkan Bantuan? Pasti. Lalu, apa..apa lagi??

“Dalam Perang, Keindahan dan Kengerian itu susah dipisahkan…” 

Mochtar Mas’eod

Itu sudah

(na)

Episode 31 : Aku akan terus membopongmu

Kamis, Desember 18, 2008

the_love_omen_by_gilad

“Sometimes we don’t need to find Love, but to FEEL it…”

 

Pada hari pernikahan, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Dan ia sangat tahu itu. 

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka…

Dewi hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dewii yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartemen yang kubelikan untuknya. Dewi berkata, “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dewi dan berkata, “Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.? Aku ada sedikit urusan di kantor.” Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas di pikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai di depan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV bersama. Atau, aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dewi. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan?” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. ketika istriku mengunjungi kantorku, Dewi baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Dewi berkata padaku, “Hei Ning, ceraikan ia, O.K? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya, ”Adasesuatu yang harus kukatakan” Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. 

Sekali lagi aku melihat ada luka di matanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. “Aku ingin bercerai,” kuungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, “Kenapa?” ”Aku serius.” Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu bukan laki-laki!” Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dewi.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian di mana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras di depanku, hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh telah terjadi…

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apa pun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, “Hei Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?” Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku di lenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu .” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dewi soal syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, “Wah, papa membopong mama, mesra sekali.” Kata-katanya membuatku merasa sakit… Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, “Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun dil uar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku di lenganku. Bayangan Dewi menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, di mana ia telah menyimpan bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dewi tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang” Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar.

Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, “Semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus. Itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong Mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia di lenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya di lenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata, “Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua” Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, “Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya, “Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius”. Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam”. Kutepiskan tanganya dari dahiku, “Maaf Dewi, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu.”

Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis, “Aku akan membopongmu setiap pagi, sampai kita tua.”

 

“….. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu , padahal ALLAH menjadikan padanya kebaikan yang banyak” Q.S An-Nisa (15) 19

 

catatan : cerita ini nana kutip dari email forwardan di milis tetangga, semoga bermanfaat…. Pahlawan, Cinta itu akan semakin indah dinikmati dengan penuh syukur bukan?? Dan nana bersyukur atas waktu yang masih dimiliki untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk kehidupan berbagi denganmu nanti, arkeologku :)  


Itu Sudah 

(na)

Episode 30 : Nana memanggilmu Pahlawan

Senin, Desember 15, 2008

indonesia-emas

 

Ada dua hal yang berbeda mulai hari ini di blog www.geknana.wordpress.com. Karena beberapa hal yang sering terpikirkan akhir-akhir ini, akhirnya tersadar bahwa diri ini masih penuh banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, banyak  mimpi dan obsesi yang belum sempat terealisasikan. Dan tampaknya kata ‘aku’ yang sering terpakai hanya akan memberikan keterbatasan dalam ruang gerak ekspresi jari-jari ini. “aku” seolah-olah membuat image kaku yang sempurna pada seorang sosok yang sebenarnya masih banyak warna lain yang diluar ke’aku’an itu sendiri.  

Jadi biarlah mulai hari ini, aku akan sering ditemani oleh saya, gue, kulo, abdi, tiang, me, dll. Dan akan lebih sering lagi dengan sebutan  Nana. Karena itulah diri ini apa adanya, Nana. 

Yang kedua, mulai hari ini nana akan memanggil semua pembaca blog ini yang budiman dengan panggilan kesayangan, Pahlawan. 

Mengapa? 

Nana jadi teringat cuplikan film “Freedom Writers” yang na tonton  beberapa waktu lalu. Udah pada nonton belum? Direkomendasikan banget untuk menonton film ini karna ada banyak pesan-pesan penting tentang menghargai perbedaan. Dan lebih-lebih film ini diangkat dari kisah nyata kerusuhan etnis di LA lalu. Dalam film itu dikisahkan sekelompok remaja beserta gurunya mengundang Miep Gies yang merupakan penolong dari Anne Frank pada masa Holocoust. Ada dialog yang menjadi favorit nana saat itu. Ketika Miep Gies sedang menceritakan pengalamannya menyelamatkan Anne Frank, seorang laki-laki menunjuk tangan dan berkata ” I never have a hero before, but you are my hero”. Lalu setelah terdiam beberapa saat Miep Gies menjawab “No, no, don’t say that my dear. I’m not a hero. I just do what I have to do, because that is the RIGHT thing to do”. Saat itu semua anak hanya terdiam mendengarnya berbicara, bahwa sebenarnya kita hanyalah manusia biasa “ordinary people” dan setiap orang memiliki ceritanya masing-masing. Dalam cerita itu, pastilah setiap orang berjuang untuk sebuah kebenaran yang ada di hatinya. she said : you are a hero every day. Kata-kata ini sangat menyerap di pemikiran nana, seolah saat itu na juga ikut menjadi peserta diskusi itu. 

Dan na ingin membagi rasa ini pada semua, saat ini na ingin menggunakan ‘kacamata’ yang dipake Miep Gies saat itu. Bahwa setiap orang memiliki ceritanya masing-masing dan setiap orang menjadi pahlawan paling tidak bagi dirinya juga. Karena Pahlawan adalah mereka yang melakukan hal-hal yang benar untuk dilakukan.

So, Pahlawan ayo kita selalu melakukan satu hal 

Do the right things ! ;)

Semangat..!!! 

 

So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And youll finally see the truth
That a hero lies in you

Mariah Carey – HERO

Itu sudah 

(na) 

Episode 29 : Oh You My Dreamland

Jumat, Desember 12, 2008

 

Oh You My Dreamland

..

.

You’re so perfect that I couldn’t deny 

You’re shinning like the sun with every simple word you told

You show me the meaning of self reliant 

while everybody telling me about self confidence

You’re giving awareness between indiferrence 

and all the weirdo things on you

You’re breaking down the wall of intolerance 

and build me a palace of universality

After all, you rescuing me from my blind perfecto perception

And now here I am, with a smile and tears get along 

Only because I am myself

and you’re taking part in finding it out

You’re so perfect that I couldn’t resist 

That this imperfect mankind only can hope the best for you

Oh You My Dreamland

Episode 28 : Fashion Freak

Rabu, Desember 10, 2008

“Are we going MAD???”

….

.

 


Fashion Freak!

Tulisan ini dimulai dengan diskusi seru menjelang rapat dengan kawan-kawanku di yayasan. Awalnya dimulai dengan obrolan seputaran cuaca yang dingin-dingin romantis ;) lalu mulai berlanjut ke obrolan tentang fashion hingga fashion freak! Fashion, bila aku tanyakan pada bu’de Encarta secara simpel bisa dimaknai sebagai ‘gaya masa kini’, namun fashion juga bisa dimaknai sebagai kata kerja transitive yang berarti “mempengaruhi sesuatu”. Sedangkan Freak menurut bu’de, berarti fanatic atau “terlalu”, “berlebih-lebihan”

Nah, mengapa tulisan kali ini aku beri judul Fashion Freak? Itu karena pada diskusi menjelang rapat tersebut ada beberapa contoh fashion freak yang sempat menjadi topik obrolan. Awalnya aku menanggapinya dengan tertawa, karena terus terang kasus-kasus fashion freak yang kita obrolkan ini menurut saya, ANEH! namun semakin lama aku pikirkan semakin membuatku merinding, geli, khawatir bahkan sedih. Kok bisa ya? Dan inilah beberapa topik fashion freak itu

Mini skirt di Korea

Saat itu, karna cuaca sangat dingin, Ibu Bridgit berkomentar jika cuaca sedingin ini tidak terlalu berarti buat dia yang sudah terbiasa dengan musim dingin di New Zealand. Lalu aku pun menceritakan pengalamanku dengan musim terdingin yang pernah aku alami di Korea Selatan, -16′ Celcius! Saat itu aku ceritakan bagaimana aku harus keluar dengan berlapis-lapis baju dan penutup tubuh namun tetap saja bagiku itu sangat dingin. Dan yang membuatku heran adalah, ketika aku memakai berlapis-lapis baju yang membuatku lebih mirip keliatan seperti Pinguin itu, aku melihat gadis-gadis Korea di sekitarku malah dengan santainya berlenggang kangkung dengan rok mini dan stocking yang transparan. Terang saja aku kaget khan! Aku tanyakan pada mereka , apa kalian tidak merasa kedinginan. Mereka menjawab; tentu saja. Spontan aku bertanya lagi, lalu mengapa kalian tetap memakai rok mini dan stocking yang tipis begitu. “Ini demi terlihat cantik, Na!” WHAAAAAT????!!!!! Sebegitukah? harus sampai mengorbankan kaki yang putih pucat menggigil kedinginan dan terancam beku hanya gara-gara sebuah image dimata orang lain (dalam hal ini mungkin cowo’2 ya :) ) yaitu, CANTIK?! Bahkan jika kawan-kawan tahu, gadis-gadis Korea yang telah dianugerahi kecantikan alami berupa kulit yang putih mulus, rambut hitam dan lurus, serta mata yang sipit-sipit menggoda ini tetap merasa tidak puas dengan penampilannya dan memilih untuk melakukan operasi plastik, bahkan operasi untuk membuat garis mata supaya mata terlihat lebih lebar! Dan gak cuma itu, cowo’2nya juga gak kalah. Sebagian pemuda Korea bahkan digandrungi operasi hidung supaya bisa terlihat lebih mancung seperti bule2 Eropa! ck ck ck mendengar ceritaku itu, semua hanya bisa kaget dan geleng2 kepala. Yaahh..memang mereka fashion freak dengan gejala pemikiran Fashion Freak level 1 ” Beauty is painful”

Freedom Freakier di Eropa

Lalu menimpali cerita Korea tersebut, Pak Rudi memberi contoh lain tentang fashion freak. Beliau bercerita tentang beberapa orang di Eropa tahun 1970an hingga 1980an yang memiliki fashion yang aneh bin ajaib. They don’t use panties! Bahkan di musim-musim dingin mereka tetap tidak menggunakan pakaian dalam. Lebih parahnya, pemerintah sampai harus turun tangan memperingatkan warganya untuk memakai pakaian dalam karena jika tidak, mereka bisa terancam penyakit yang merusak alat vital mereka! Dush, lebih parahnya saat aku tanyakan alasannya mengapa. Pak Rudi dan Ibu Bridgit serentak menjawab, it’s for freedom. ck ck ck yaahh para fashion freak yang satu ini tampaknya sudah terkena gejala Fashion Freak level 2 ” Freedom is humiliating !”

Stiletto 


Dan topik terakhir yang kita angkat sebelum rapat sore itu dimulai adalah tentang Stiletto. Stiletto merupakan sebutan untuk sepatu dengan hak yang sangat tinggi dan biasanya terbuat dari bahan metal. Salah satu contohnya adalah gambar sepatu di atas. Ibu Bridgit menceritakan bagaimana dulu ibunya begitu suka menggunakan Stiletto.Padahal kita semua tahu, terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi bisa mempengaruhi kesehatan kaki dan menyebabkan, Parises.  Dan Pak Rudi menimpali dengan beberapa kejadian menarik di Eropa. Tahun 1970an pemerintah sempat melarang para perempuan untuk menggunakan Stiletto berkunjung ke museum. Karena hak sepatu yang begitu runcing dan tinggi seperti pedang, bila para perempuan ini berjalan di museum bisa memecahkan lantai-lantai museum yang mulus! Tuhan!!! sungguh, aku tertawa sekencang-kencangnya mendengar cerita ini. Bahkan jika kawan-kawan tahu beberapa tahun lalu, semasa aku sma ada tren sepatu stiletto di Indonesia yang bukan hanya hak belakannya saja yang tinggi bahkan hak depannya juga, seperti yang ada di gambar di tas sebelah kanan…dulu aku dan teman2ku sering menyindir orang2 dengan sepatu ini sebagai “perempuan yang perlu diwaspadai” karena jika merasa terganggu sedikit mereka akan menggunakan hak tingginya untuk memukul ‘batok’ kepala kita, atau bisa dengan sengaja menginjak kaki orang di depan mereka bila sedang mengantri, sehingga orang2 di depan bisa menyingkir kesakitan dan mereka bisa mengantri lebih cepat :P , bahkan ada yang memberi julukan “sepatu serba guna” karna bahkan bisa digunakan untuk mengulek bumbu bila kita kehilangan “ulekan” di dapur…hihihihi….gak salah khan kalo pada fashion freak yang satu ini terdeteksi terkena gejala fashion freak level 13 ” Sexy is destructing!” 

,…….

Yahhh..sebenarnya masih banyak sekali contoh fashion freak yang sering kita amati atau alami. Misalnya saja dengan model rambut. Dari ditemukannya metode rebounding yang bisa meluruskan rambut, lalu metode pengkritingan rambut, rambut kriting amanda, kriting kriwil, lurus atas kriting bawah, bla bla bla…. Bayangkan bagaimana dampak fashion ini pada kesehatan rambut kita. Jika kita selalu kagum melihat keindahan rambut kawan2 kita di reklame TiPi dan ingin selalu mengganti model rambut seperti dia, maka hati-hatilah kawan mungkin sebentar lagi kamu akan terkena penyakit fashion freak level amatir ” Exist means blind loyalty”. Dan tidak berlebihan memang, jika aku katakan setiap kita, terancam terjerumus dalam fashion freak ini. Karena yang namanya gaya bisa menyangkut berbagai macam hal model pakaian, model rambut, model aksesoris, alat-alat elektronik bahkan topik obrolan sekalipun! dan ingat makna fashion yang satu lagi, mempengaruhi. Iya, aku pribadi berpendapat meski fashion itu diciptakan oleh popularitas dan masyarakat sendiri, tapi kebanyakan fashion yang ada sebenarnya dibuat atau designed! Untuk apa? ya tentu saja untuk membuat produk-produk korporat itu laris

Oh..oh ASTAGA! Apa yang sedang terjadi?? (Ruth Sahanaya : Astaga)

Terus terang, ini memang hanya pendapat prbadiku sebagai pengamat. Tapi hal-hal yang awalnya membuatku merasa geli dan aneh itu semakin lama semakin aku pikirkan, semakin aku khawatir dan sedihnya di buatnya. Kawan, mungkin ada beberapa di antara kita yang merasa asing dengan contoh-contoh fashion freak di atas dan bisa tersenyum lega dan berkata, syukur aku belum segila itu. Akupun begitu awalnya, tapi pelan aku dirayapi oleh pikiran2 yang menghantui tentang menjadi budak fashion ini. Sampai kapan kita akan selalu menjadi konsumen kawan? bahkan bermental konsumen! hanya menunggu dan mengikuti tren yang ada saat ini? Tahukah kawan, dari pemasaran handphone secara global, Indonesia yang notabenenya masih negara dunia ketiga, tercatat sebagai konsumen nomor satu handphone2 keluaran terbaru. Jika kita memang negara miskin lalu mengapa kita masih mampu membeli semua barang2 nomor 1 itu? Jika kita memang negara kaya lalu mengapa masih banyak orang yang harus makan sagu, buta huruf dan menderita di sudut kolong nun gelap di bawah pencakar langit itu? Bahkan tidak jarang bukan, demi memenuhi hasrat untuk mengikuti fashion itu beberapa dari kita memilih untuk melakukan strategi yang paling tidak powerful, hutang! Naudzubillah.. 

Menurutku meski sering kita memiliki peran sebagai konsumen, tapi kita harus memilih menjadi konsumen yang cerdas. Maksudnya, konsumen yang berotak bisnis. Yang memilih barang-barang yang digunakan sesuai dengan fungsi dan manfaatnya saja, tidak tergoda strategi pemasaran mereka dengan pembentukan opini publik maupun tren. Jika ingin mengganti handphone, pilihlah sesuai kebutuhan kita. Seorang mahasiswa kos-kosan dengan kehidupan yang masih ditanggung orang tua dan belum memiliki penghasilan sendiri sementara orang tuanya hanyalah pegawai dengan gaji pas-pasan, apa pantas merengek2 meminta Blackberry hanya dengan alasan biar bisa chatting dan mengirim foto2 pada kawan-kawannya? kata ‘maha’ pada siswa itu sebenarnya disematkan bukan tanpa tujuan, karena sesungguhnya pelajar dengan predikat “maha”siswa sudah bukan jamannya lagi hanya menerima dan memahami. tapi refleksi, aplikasi, inovasi dan kontribusi! Dush, sungguh tanggung jawab yang besar bukan kawanku? 

Lalu, kembali ke fashion freak tadi maka aku ingin mengakhiri ulasan ini dengan menyantumkan penyebab fashion freak yang aku temukan (tentu saja, bila kawan-kawan menemukan penyebab yang lain dengan senang hati aku terima). Bibit fashion freak itu adalah : Indifference. Karena kita menutup mata pada ‘radar hati’ dan kemauan mencari kebenaran maka kita akan dengan mudah terpengaruh oleh fashion freak ini. golongan Ikut-ikutan. Dan aku yakin, hanya ada satu golongan yang tidak akan terjangkit virus fashion freak ini; golongan orang-orang yang berpikir!

Obatnya?

Nah kawan, selain memikirkan tentang bibit virusnya aku juga memikirkan resep obat bagi kita yang mungkin saat ini sedang menderita fashion freak level 1,2,3, bahkan 13. resep ini dengan sangat  genius dikumandangkan oleh kerabat lawas kita , Vetty Vera– Sedang-Sedang Saja.Mari kita dendangkan dengan penuh senyum kawan. Keep on Balance fellows ;)  

 

Artis (Band): Vetty Vera / Eddy Lestaluhu, Mara Karma

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

~{}~

Kamu pilih yang mana? (Kanan, kanan)
Kamu suka yang mana? (Kiri, kiri)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho~hoi

Kamu pilih yang mana? (Atas, atas)
Kamu suka yang mana? (Bawah, bawah)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya?… Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu keras.. jangan terlalu
Terlalu lemah.. jangan

(Terlalu gemuk?) Jangan!
(Terlalu kurus?) Jangan!
(Terlalu panjang?) Jangan!
(Terlalu pendek?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Ujung, ujung)
Kamu suka yang mana? (Pangkal, pangkal)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho~hoi

Kamu pilih yang mana? (Depan, depan)
Kamu suka yang mana? (Belakang, belakang)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya?… Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!!

Ho~ sedang-sedang saja..

Ho~ sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

 

 

ps : dan aku bersaksi terhadap ketetapan Rabbku 

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Q.S. Al Furqaan 25 : 67

Itu sudah

(na)

Quote 20 : STOP AIDS

Senin, Desember 1, 2008

Musuhi Penyakitnya

Musuhi Kebiasan Penyebarannya

Sayangi orang-orangnya

Sayangi kesehatan daripada kenikmatan sesaat

.

 

Episode 27 : Suara Hati Pelayang

Minggu, November 30, 2008

Layang-Layang

.


Kutemukan dia diantara barisan layang-layang yang indah
Layang-layang bentuk garuda berekor pelangi
Matanya tajam seolah siap terbang bersinar di angkasa
Dan sayapnya lembut memberi pernaungan

Dulu, aku hanya cukup melihat dan mengagumi layang-layang
Tapi kali ini aku diberikan kesempatan untuk menerbangkan layangan Garuda itu
Awalnya, aku tidak tahu bagaimana caranya
Cukup diulur di darat lalu ditarik ke udara begitu saja?
Namun layangan Garuda ini bagus,kualitasnya memudahkanku menerbangkannya

Talinya ku pegang erat agar tak goyah
Dan perlahan aku belajar membaca angin dan alam
Ketika angin kencang dan membuatnya terbang sangat tinggi
Aku harus mengulur taliku supaya dia bisa bebas
Namun, saat angin kencang membuat langkahnya goyah dan hampir terjatuh
Aku harus menarik dan menjaganya sedikit lebih kencang

Terkadang aku takut saat dia terbang begitu tinggi,
Takut aku tak mampu melihatnya lagi

Dia bukan milikku, hanya titipan
Aku hanya terus mengingatkan diri
“Bukankah kau lebih senang melihat aksinya di udara
daripada hanya terpekur diam di pojok gudangmu yang usang?”

Saat ini, si Garuda berekor pelangi sedang diterpa badai
Sinar matanya sedikit meredup dan sayapnya terluka
Aku berusaha memegang taliku sekencang-kencangnya
Sesekali tali itu menggores-gores tangan dan lenganku
Tapi aku tidak akan menyerah hingga batas akhir
Terus-menerus ku lantangkan dengan keras
” Ayo! BANGKITLAH, Tuhan bersama orang-orang yang Ikhlas dan pantang mengeluh.. ”

.


Layang-layang,
Terbanglah setinggi-tingginya
Capailah langit ke tujuh
Dan sampaikan salam pada Rabbku

Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh, wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”

Alhamdulillah.

Episode 26 : Hujan

Jumat, November 28, 2008

Ini sahabatku,
Untuk hujan yang masih sudi menaungi
Untuk angin yang tetap menghempaskan sembilu
Untuk Cinta yang tak pernah rela dinodai emosi
Untuk cahaya yang selalu datang kembali

Aku menangis sepuas-puasnya!

..

.

.28110823450230.